Simulasi kemampuan supali Waduk Kedung Ombo untuk sistem irigasi Waduk Kedung Ombo Provinsi Jawa Tengah
SEPTIYANTOK, Andis Setiyo, Dr. Ir. Rachmad Jayadi, M.Eng
2009 | Tesis | S2 Teknik SipilWaduk Kedung Ombo yang dibangun pada Tahun 1983 sampai dengan 1989 ini merupakan suatu realisasi dari upaya konservasi air secara teknik sipil. Pemanfaatan yang dilakukan selama ini adalah untuk penyediaan air baku air minum, air irigasi, pembangkit tenaga listrik, pengendalian banjir, dan pariwisata. Pemanfaatkan untuk irigasi melayani Daerah Irigasi Sidorejo seluas 5.717 Ha, Sedadi 18.263 Ha, Klambu Kiri 20.646 Ha, Klambu Kanan 10.354 Ha, dan Wilalung 6.056 Ha. Pemanfaatan air baku yang sudah dilaksanakan selama ini untuk Kota Purwodadi sebesar 150 l/s dan Kota Semarang 1.250 l/s. Untuk itu diperlukan kajian yang akurat untuk menyusun pedoman pengoperasian Waduk Kedung Ombo agar pemanfaatan potensi airnya dapat memenuhi kebutuhan air baku dan air irigasi dengan keandalan yang cukup tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan kemampuan suplai terbaik sebagai pedoman pengoperasian waduk dengan menggunakan metode Standard Operating Rule (SOR). Simulasi metode SOR dianalisa dengan pendekatan imbangan air (water balance) dari release kebutuhan air. Pemenuhan kebutuhan air baku menjadi prioritas pertama, sedangkan pemenuhan kebutuhan air irigasi menjadi prioritas kedua. Indikator kondisi kebutuhan air irigasi terpenuhi dalam studi ini adalah nilai faktor k, yaitu perbandingan release irigasi terhadap demand irigasi. Dimana reliabilitas suplai air irigasi dikatakan sukses apabila nilai faktor k ≥ 0,7. Hasil penelitian menunjukkan besarnya kebutuhan suplai Daerah Irigasi Waduk Kedung Ombo 865,817 . 106 m3, sedangkan debit rerata tahunan Kali Serang di Waduk kedung Ombo 760,389 . 106 m3 atau 88% dari kebutuhan suplai irigasi dan debit andalan 80% adalah 415,301 . 106 m3 atau 48% dari kebutuhan suplai irigasi. Hasil analisis keseimbangan air global (tanpa waduk) menunjukkan bahwa kondisi surplus hanya empat bulan yaitu Januari sampai dengan April, pada periode selain empat bulan tersebut terjadi defisit. Berdasarkan hasil simulasi SOR kemampuan suplai air irigasi Waduk Kedung Ombo adalah untuk areal tanam 73% dari luas baku sawah, dengan intensitas tanam tahuan 185,35%, luas areal irigasi yang bisa dilayani pada MT I, II, dan III adalah 43.979 Ha, 36.649 Ha, dan 29.319 Ha. Dengan luas areal irigasi yang pengambilan airnya menggunakan pompa seluas 6400 Ha, maka luas areal irigasi pada MT I, II, dan III menjadi 50.379 Ha, 43.049 Ha, dan 35.719 Ha. Besarnya nilai reliabilitas suplai air irigasi 100%, nilai faktor k rerata pada Masa Tanam I, II, III = 1, dan nilai faktor k minimum pada MT I = 0,81, MT II = 1, dan MT III = 1
Kedung Ombo Dam was built from 1983 to 1989. The dam was a realization of water conservation effort under the civil engineering techniques. Water has been generally used for fulfilling the demand of pure water, drinking water, irrigation, power generation, flood control, and tourism. For irrigation purposes, the dam serves Sidorejo, Sedadi, Klambu Kiri, Klambu Kanan, and Wilalung Irrigation Areas of 5,717 Ha, 18,263 Ha, 20,646 Ha 10,354 Ha and 6,506 Ha, respectively. Pure water utilization of 150 l/s and 1,250 l/s has been used for Purwodadi and Semarang, respectively. Therefore, an accurate study to compose an operating guide of Kedung Ombo Dam is required in order to fulfill the demand of pure water and irrigation in high reliability. The objective of this research is to obtain the best supply capability to be used as the dam operating guide using the Standard Operating Rule (SOR). The SOR method simulation was analyzed using water balance approach of water demand release. Pure water supply was used as the main priority and irrigation as the second priority. Indicator for fulfilled demand of irrigation water was presented as k factor, a comparison between irrigation release and demand. Irrigation water supply reliability was categorized as successful whenever the k factor was ≥ 0.7. Results of this research showed that irrigation water demand of Kedung Ombo Dam irrigation area was 865,817 . 106 m3 and annual average discharge of Serang River at Kedung Ombo Dam was 760,389 . 106 m3 or 88% of the irrigation supply demand and 80% dependable discharge was 415,389 . 106 m3 or 48% of the irrigation supply demand. Results of global water balance analysis (without dam) showed surplus condition only occurred in 4 months: January to April only. Besides those months, deficits occurred. Based on the SOR simulation results, the capability of Kedung Ombo Dam to supply irrigation water was 73% of cultivation area, with crop intensity of 185,35%, it can serve irrigation area of 43.979 Ha, 36.649 Ha, and 29.319 Ha at crop season I, II, and III respectively. With area that take the irrigation water by pump, irrigation area become 50.379 Ha, 43.049 Ha, and 35.719 Ha at crop season I, II, and III respectively. This water supply was characterized by irrigation water supply reliability of 100%, average k factor at crop season I, II, III = 1 and minimum k factor at crop season I = 0,81, II = 1, and III = 1.
Kata Kunci : Kebutuhan (demand),Release,SOR,Faktor k,Reliabilitas,demand, release, SOR, k factor, reliability