Evaluasi penggunaan citra QuickBird untuk pembuatan peta dasar pendaftaran dan peta penggunaan tanah :: Studi kasus sebagian Kelurahan Baratan Kecamatan Patrang, Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur
UTOMO, Endro Catur, Harintaka, S.T., M.T
2009 | Tesis | S2 Teknik GeomatikaKetersediaan Peta Dasar Pendaftaran yang ada di kantor-kantor pertanahan jumlahnya terbatas. Peta ini sangat penting untuk pekerjaan pendaftaran tanah. Pengadaan Peta Dasar Pendaftaran secara terestris dan fotogrametris memerlukan waktu yang lama dan biaya mahal. Untuk itu dicari suatu solusi dalam pengadaaan Peta Dasar Pendaftaran yang waktunya lebih cepat, biaya lebih murah dan memenuhi syarat ketelitian yang di tetapkan. Selama ini pengadaan Peta Dasar Pendaftaran dan Peta Penggunaan Tanah dilaksanakan secara terpisah, sehingga memerlukan waktu yang lama dan biaya mahal. Padahal pengadaan Peta Dasar Pendaftaran dan Peta Penggunaan Tanah skala besar (detail) salah satunya dapat dilaksanakan dengan menggunakan sumber data citra satelit. Tujuan dari penelitian ini yaitu pengadaan Peta Dasar Pendaftaran dan sekaligus Peta Penggunaan Tanah dari sumber citra satelit Quickbird. Untuk itu perlu diketahui ketelitian Peta Dasar Pendaftaran yang dihasilkan dari citra satelit Quickbird terhadap pengukuran secara terestris dan tingkat ketelitian tematis Peta Penggunaan Tanah yang dihasilkan dari citra satelit Quickbird. Penelitian dimulai dengan pengukuran poligon yang diikatkan pada Titik Dasar Teknik orde 3 yang ada di lokasi penelitian. Hasil perhitungan poligon digunakan untuk koreksi geometrik citra satelit Quickbird dan untuk mendapatkan jarak dan luasan masing-masing sampel bidang tanah. Secara planimetris ketelitian jarak sisi dan luas sampel bidang tanah diuji. Jarak dan luas yang diperoleh secara terestris di lapangan kemudian dibandingkan dengan jarak dan luas yang diperoleh secara digitasi. Jarak dan luas yang dianggap benar adalah yang diperoleh secara terestris di lapangan. Secara tematis uji penggunaan tanah dilakukan dengan membandingkan hasil klasifikasi sesuai PMNA/Ka. BPN No.1 Tahun 1997 dengan hasil pengecekan lapang. Hasil penelitian menunjukkan ketelitian planimetris dalam pembuatan Peta Dasar Pendaftaran dari citra satelit Quickbird standard level pansharpened. Pertama, secara statistik uji tingkat ketelitian dengan menggunakan taraf kesalahan 5% atau tingkat kepercayaan 95%, diperoleh hasil perbedaan jarak dan luas antara Peta Dasar Pendaftaran hasil pengukuran secara terestris dengan pengukuran secara digitasi tidak signifikan. Kedua, uji ketelitian penghitungan jarak dengan syarat ketelitian dari 67 sampel bidang tanah, semuanya memenuhi ketelitian planimetris yang dipersyaratkan, yaitu 0,3 mm x skala peta, atau 0,75 m untuk skala peta 1:2.500. Ketiga, ketelitian penghitungan luas diperoleh hasil keseluruhan rata-rata beda luas sebesar -2,065, sedangkan keseluruhan rata-rata toleransi yang diperkenankan 11,256, nilai ini masuk dalam toleransi yang diperkenankan dalam penghitungan luas dengan dua metode yang berbeda. Hasil penelitian menunjukkan ketelitian tematis dalam pembuatan Peta Penggunaan Tanah menggunakan statistik k (KHAT) diperoleh harga 83,29%, nilai ini memenuhi harapan akurasi yaitu sebesar 75%.
Number of available Registration Basic Map in land offices is limited, whereas in fact it is very important for land registration. Production of Registration Basic Map using terrestrial or photogrammetric method takes a long time and costs a lot of money. For the reason, solution to the problem is providing Registration Basic Map faster at cheaper cost and fulfilled precission requirement. By far, provision of Registration Basic Map and Land Use Map is done separately, so that it takes a long time and costs a lot of money. Provision of large scale Registration Basic Map and Land Use Map can be done by utilized satelite image. Objective of this research is provision of Registration Basic Map as well as Land Use Map from Quickbird satelite image. For the reason, attention must be given to positional and thematic accurateness of Registration Basic map resulted from Quickbird satelite image against the terrestrial measurement. The research began with measuring polygon in the research location. The result of polygon calculation is used to correct the geometry of the Quickbird satelite image and to get the distance and width of each parcel. Accurateness of side distance and parcel width is tested. The distance and width that are obtained terrestrially at site are then compared to the distance and width that are obtained by way of digitation. Thematically the land use test is done by comparing the result of classification in accordance with PMNA/Ka. BPN No.1 Year 1997. The result shows planimetric accurateness in production of the Registration Basic Map from pansharpened Quickbird satelite image. First, statistically accurateness level test using 5% error standard or 95% reliability standard results in insignificant distance and width difference between the result of terrestrial and digital Registration Basic Map measurements. Secondly, the distance calculation accurateness test with the accurateness requirement from 67 parcels reveals that all of them fulfill the required planimetric accurateness, namely 0.3 mm x map scale, or 0.75 m for the map scale of 1:2.500. Third, the accurate width calculation results in total average width difference of -2.065, while the total average tolerance is 11.256; this value belongs to the tolerance in the width calculation using two different methods. The result of the research shows that the thematic accurateness in the production of Land Use Map using statistic k (KHAT) results in the value of 83.29%; this value fulfills the accuracy expectation, namely 75%.
Kata Kunci : Koreksi geometrik,Citra QuickBird,Peta dasar pendaftaran,Peta penggunaan tanah,Geometric Correction,Quickbird Image,Registration Basic Map,Land Use Map