Kinerja PDAM berdasarkan persepsi masyarakat di wilayah pemekaran di Provinsi Sulawesi Tengah
DJANGGOLA, Sitti Hadijah M, Ir. Bambang Hari Wibisono, MUP., M.Sc.,Ph.D
2009 | Tesis | S2 MPKDKinerja pengolahan air bersih di Kabupaten Buol dan Kabupaten Parigi Moutong yang keduanya merupakan wilayah pemekaran dan berada di pesisir pantai masih belum optimum khususnya masalah infrastruktur air bersih. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kinerja layanan PDAM dan mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi dan membedakan kinerja layanan PDAM Kabupaten Buol dan PDAM Kabupaten Parigi Moutong. Penelitian yang digunakan yaitu eksploratif. Data penelitian ini diolah dan dianalisis secara deskriptif kuantitatif kualitatif dengan sistem tabulasi. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan, bahwa dengan memperhatikan delapan indikator kualitas layanan air bersih, diperoleh derajat kesenjangan untuk PDAM Kabupaten Buol sebesar 33,01 %, sedangkan untuk PDAM Kabupaten Parigi Moutong diperoleh derajat kesenjangan sebesar 34,17 %, Ini berarti bahwa kinerja pelayanan PDAM Kabupaten Buol dan PDAM Kabupaten Parigi Moutong menuju ke arah kualitas layanan yang cukup memuaskan. Faktor-faktor yang sering muncul dan sangat mempengaruhi dan membedakan kinerja dari PDAM tersebut adalah: Otoritas PDAM terkait dengan usaha sebagai unit atau berdiri sendiri konsep manajemennya, kemampuan manajerial usaha, mandiri, musim terkait dengan ketersediaan air dan kualitas air, teknologi yang ada dan digunakan, peralatan produksi yang dimiliki, kualitas pegawai dan modal. Beberapa langkah kongkrit diperlukan dan digunakan untuk peningkatan kinerja pelayanan PDAM seperti perbaikan dan penggantian infrastruktur yang sudah lama; melakukan revitalisasi ditubuh PDAM dengan cara : perbaikan sistem rekruitment pegawai, pemberian pelatihan kepada para pegawai, memperhatikan kesejahteraan pegawai; mengubah kondisi manajemen PDAM yang ada saat ini menjadi institusi yang : lebih responsif, lebih terbuka dan informatif, pelayanan yang singkat tidak birokratis, lebih mau membuka diri menerima keluhan/saran/aspirasi serta peningkatan kesadaran masyarakat dan partisipasi dalam pembiayaan operasional melalui pembayaran pemakaian air.
The performance of PDAM (The Drinking Water Regional Company) in Buol Regency and Parigi Moutong Regency, both expansion areas and located on the coast, is not optimal yet especially concerning the clean water infrastructure. This research aims to evaluate the service performance of PDAM and to identify the factors that influence and differ the service performance of PDAM in Buol Regency and PDAM in Parigi Moutong Regency. The research is an explorative research and the research data is analyzed with a descriptive, quantitative-qualitative method with a tabulation system. Based on the research results, it is concluded that by considering eight indicators of clean water quality, the gap rate in PDAM Buol Regency reaches 33.01%, whereas in Parigi Moutong Regency 34.17%. It indicates that the service performance of PDAM in both Buol Regency and Parigi Moutong Regency already leads to quite good service quality. The factors which greatly influence and differ the service performance of PDAM are as follows; PDAM authority as a business unit or its independent management concept, business managerial ability, available technology, existing production equipments, quality of staff and PDAM capital. It certainly requires several real steps which can be applied to improve the service performance of PDAM such as replacing old infrastructures and revitalizing PDAM with the following ways; improving the staff recruitment system, giving training to PDAM staff, improving remuneration for staff, changing the existing PDAM management into an institution which is more responsive, open and informative with fast service and less bureaucratic system, open to any feedback/suggestion/criticism and building community’s public awareness and participation on operational funding through payment on clean water use.
Kata Kunci : Kinerja, Persepsi masyarakat, wilayah pemekaran, performance, community’s perception, expansion areas