Analisis manajemen obat di instalasi farmasi Rumah Sakit Umum Daerah Saras Husada Purworejo
MAIMUM, Prof. Dr. Achmad Fudholi, DEA., Apt
2009 | Tesis | S2 Ilmu FarmasiPelayanan Farmasi Rumah Sakit merupakan salah satu kegiatan di rumah sakit yang menunjang pelayanan kesehatan yang bermutu. Berdasarkan observasi pendahuluan ditemukan beberapa permasalahan yang dihadapi Instalasi Farmasi RSUD “Saras Husada†Purworejo antara lain jumlah item obat yang selalu bertambah, pemilihan jenis obat yang kurang tepat, kekosongan obat serta ketidaksesuaian antara obat yang dipesan dengan yang dikirim. Mengingat pentingnya manajemen obat, maka perlu ditelusuri gambaran keseluruhan tahap-tahap manajemen obat mulai dari seleksi, perencanaan, pengadaan, penyimpanan, distribusi dan penggunaan. Penelitian menggunakan rancangan deskriptif dengan pengambilan data secara retrospektif dan prospektif. Data yang berhubungan dengan proses manajemen obat dianalisis menggunakan indikator manajemen obat, kemudian hasilnya dibandingkan dengan standar yang ada dan penelitian yang pernah dilakukan di rumah sakit yang lain, serta melakukan wawancara untuk mendukung data yang ada. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada tahap seleksi belum menunjukkan hasil yang baik pada indikator kesesuaian obat dengan DOEN dan kesesuaian obat dengan formularium. Pada tahap perencanaan, belum membuat perencanaan kebutuhan obat pertahun sedangkan dana yang tersedia mampu mencukupi kebutuhan obat. Pada tahap pengadaan: frekuensi pengadaan obat rendah dan terdapat 15,35% faktur yang tidak sesuai dengan surat pesanan serta rata-rata keterlambatan pembayaran adalah 22 hari setelah jatuh tempo. Pada tahap penyimpanan dan distribusi sudah menunjukkan hasil yang baik. Pada tahap penggunaan, persentase penulisan obat generik pasien rawat jalan 27,1% dan rawat inap 32,3%, persentase penulisan resep sesuai dengan formularium untuk pasien rawat jalan 89,95 % dan pasien rawat inap 87,78 %, persentase penulisan resep obat antibiotik untuk pasien rawat jalan 12,57% dan 24,82% untuk pasien rawat inap, persentase penulisan resep injeksi pada pasien rawat inap adalah 47,26% serta ratarata jumlah item obat per lembar resep adalah 2,9 untuk rawat inap dan rawat jalan.
Pharmaceutical care in the hospital is one of the activity that can support the good quality in the hospital. According to the previously observation it was found some cases; the adding number of the drug, choosing less precise drug, emptiness of drug and inexpediency between drug planning and consumption. Considering the importance of drug management, then it needs to be browsed all phase in drug management, from the beginning step selection, procurement (planning and supplying), storage, distribution and use. The study using descriptive analysis by taking data prospective and retrospective. Data which is related to drug management analysed to use indicator management of drug, then result of its compared with existing standard and research which have been done in other hospital, and also support result of interview to analyse furthermore. Study result indicate that the phase of selection not yet shown efficiency at indicator according to drug with DOEN and formularium. Phase of planning: did not make the requirement of drug, on the other hand the fund allocation is enough to make it. Phase of supplying: frequency of supplying drug is low and 15, 35% invoice not match with an order then, delayed payment is 22 day on the average. Storage and distribution shows good result. Phase of use, the percentage of drugs prescribed by generic name for hospitalized and on going patient 27,1% and 32,3%, percentage of drugs prescribed from formulary for hospitalized 87, 78% and on going patient 89,95%, percentage usage of antibiotic for hospitalized 12, 57% and 24, 82% for on going patient, percentage usage of injection for hospitalized 47, 26%, average number of drug per encounter 2, 9 for hospitalization and on going patient.
Kata Kunci : manajemen obat, indikator, instalasi farmasi, drug management, indicator, pharmacy department