Pelatihan keterampilan sosial untuk menangani anak agresif
MURTININGTYAS, Amanda, Dra. Supra Wimbarti, MSc., Ph.D
2009 | Tesis | S2 Magister Profesi PsikologiMeningkatnya perilaku agresif di kalangan anak yang semakin marak terjadi di kawasan pendidikan merupakan sebuah keprihatinan yang mendalam. Rendahnya keterampilan sosial membuat anak kurang mampu menjalin interaksi secara efektif dengan lingkungannya dan memilih tindakan agresif sebagai strategi coping. Mereka cenderung menganggap tindakan agresif merupakan cara yang paling tepat untuk mengatasi permasalahan sosial dan mendapatkan apa yang mereka inginkan. Akibatnya mereka sering ditolak oleh orangtua, teman dan lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pelatihan keterampilan sosial untuk menangani anak agresif terhadap perilaku agresif anak di salah satu sekolah dasar (SD) di Yogyakarta. Pelatihan keterampilan sosial dalam penelitian ini merupakan sebuah pelatihan terfokus untuk menangani anak agresif. Pelatihan keterampilan sosial untuk menangani anak agresif meliputi dua komponen yang diajarkan, yaitu: behavioral social skills training dan social problem solving training. Kelompok eksperimen diberikan serangkaian pelatihan keterampilan sosial untuk menangani anak agresif. Sebelum dan setelah pelatihan, partisipan diberi skala perilaku agresif. Kelompok kontrol diminta mengisi skala perilaku agresif tanpa diberikan pelatihan keterampilan sosial untuk menangani anak agresif. Hasil analisis dengan anava mixed design menunjukkan bahwa pelatihan keterampilan sosial untuk menangani anak agresif secara signifikan dapat menurunkan perilaku agresif (F = 49,23 dengan p < 0,01).
Increased aggressive behavior among children that occurred in the area of education is a deep concern. The lack of social skills make children less able to establish effective interaction with their environment and choose the aggressive action as a coping strategy. They tend to assume aggressive action as the most appropriate way to address social problems and get what they want. As a result, they are often rejected by parents, peer, and the environment. This study aims at determining the influence of social skills training for aggressive behavior of children in one of primary school in Yogyakarta. Social skills training in this study was a training that focused to deal with aggressive children. The training includes two components taught, i.e.: behavioral social skills training and social problem solving training. Experimental group is given a series of social skills training to deal with aggressive children. Before and after training, participants were given aggressive behavior scales. Control group were asked to fill out aggressive behavior scales without social skills training to deal with aggressive children provided. The results of the analysis with ANAVA mixed design shows that social skills training to deal with aggressive children can significantly reduce aggressive behaviors (F = 49,23 with p<0,01).
Kata Kunci : Perilaku agresif,Keterampilan sosial,Anak agresif,aggressive behavior,social skill,aggressive children