Laporkan Masalah

Hubungan antara efikasi diri dan dukungan sosial dengan kualitas hidup penderita tuberkulosis paru

SULAIMAN, Dr. Sofia Retnowati

2009 | Tesis | S2 Magister Psikologi

Tujuan yang ingin dicapai dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara efikasi diri dan dukungan sosial kaitannya dengan kualitas hidup penderita TB paru. Adapun hipotesis pada penelitian ini adalah : Ada hubungan positif antara efikasi diri dan dukungan sosial dengan kualitas hidup penderita TB paru. Semakin tinggi efikasi diri dan dukungan sosial maka semakin tinggi kualitas hidup penderita TB paru. Subjek penelitian adalah penderita yang terdeteksi mengidap penyakit TB paru berdasarkan hasil diagnosis klinis dokter, yang rawat jalan dan rawat inap di RSUD Cut Meutia Lhokseumawe. Pengukuran pada penelitian ini menggunakan skala kualitas hidup, efikasi diri dan dukungan sisial. Hasil analisis dengan me nggunakan teknik analisis regresi, dihasilkan pola hubungan sebagai berikut: pertama, ada hubungan yang signifikan antara efikasi diri dan dukungan sosial secara bersama-sama terhadap kualitas hidup penderita TB paru, dengan nilai r = 0,298, nilai F =5.325, tingkat signifikansi sebesar 0,006(p<0,050) dengan sumbangan efektif sebesar 8,9 persen. Kedua, ada hubungan positif yang signifikan antara efikasi diri dengan kualitas hidup dengan nilai r = 0,235, nilai F = 6.381, tingkat signifikansi sebesar 0,014 (p<0,050) dengan sumbangan efektif sebesar 5,5 persen. Ketiga, ada hubungan positif yang signifikan antara dukungan sosial dengan kualitas hidup penderita TB paru dengan nilai r = 0,185, nilai F = 4.053 tingkat signifikansi sebesar 0,047 (p<0,050) dengan sumbangan efektif sebesar 3,4 persen.

The aim of this research was to investigate the relation between self efficacy and social support regarding to quality of life people with mycobacterium tuberculosis. The hypotheses of this research are: there is a positive correlation between self efficacy and social support on quality of life people with mycobacterium tuberculosis. Increasing self efficacy and social support are indicating the increasing of quality of life people with mycobacterium tuberculosis. Subjects are people with mycobacterium tuberculosis who’s diagnosed by doctor in Cut Meutia Lhokseumawe Hospital both inpatient and outpatient. The method is using scale of quality of life, self efficacy and social support. The result from regression analysis shows some relation pattern, they are: first, there is a significant correlation between self efficacy and social support together with quality of life people with mycobacterium tuberculosis r=0.298, F=5.325, significant level 0.006 (p<0.050) along with 8,9 % effective contribution. Second, there is a positive correlation between self efficacy and quality of life with va lue of r=0.235, F=6.381, significances level 0.014 (p<0.050) along with 5,5 % effective contribution. Third, there is a positive correlation between social support and quality of life people with mycobacterium tuberculosis with r=0.185, F=4.053 and significances level 0.047 (p<0.050) along with 3,4 % effective contribution.

Kata Kunci : Kualitas hidup,Efikasi diri dan dukungan sosial,quality of life, self efficacy and social support


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.