Laporkan Masalah

Faktor-faktor yang mempengaruhi kemampuan social problem solving

UTAMININGSIH, Diah, Dr. Maria Goretti Adiyanti

2009 | Tesis | S2 Magister Psikologi

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauhmana pengaruh dukungan sosial, optimisme dan jenis kelamin terhadap social problem solving konstruktif dan social problem solving disfungsional serta melihat apakah ada perbedaan kemampuan social problem solving ditinjau dari jenis kelamin, laki-laki dan perempuan. Social problem solving adalah suatu proses yang melibatkan kognitif-afeksi dan perilaku dalam mengatasi atau menyelesaikan permasalahan-permasalahan yang nyata dalam kehidupan sehari- hari. Remaja sebagai salah satu dalam periode perkembangan yang penting dan memiliki pengaruh pada tahapan perkembangan selanjutnya. Jika individu mampu melewati masa remaja dengan baik maka dapat berdampak positif pada masa perkembangan selanjutnya. Dukungan sosial dan optimisme memainkan suatu peranan yang penting pada masa remaja, dimana saat transisi remaja membutuhkan dukungan dan pola berpikir positif mampu untuk mengambil alternatifalternatif pemecahan masalah dalam menghadapi tekanan dan permasalahan dalam kehidupan yang nyata. Penelitian dilakukan di SMA kota Bandar Lampung dengan jumlah subjek penelitian sebanyak 861 orang, dengan rincian laki-laki sebanyak 391 dan perempuan sebanyak 470 orang. Metode penelitian kuantitatif, dengan menggunakan skala yang disusun berdasarkan variabel-variabel penelitian yaitu social problem solving, dukungan sosial dan optimisme. Penelitian ini juga memperhatikan variabel jenis kelamin. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis korelasi ganda, dummy regression dan analisis kovarians dengan bantuan program SPSS 13.00. Hasil penelitian ini menunjukan adanya pengaruh yang sangat signifikan antara dukungan sosial dan optimisme, tetapi tidak dengan jenis kelamin. Sumbangan efektif dukungan sosial dan optimisme terhadap social problem solving disfungsional sebesar 18,8% (R square = 0.188) dan sumbangan dukungan sosial dan optimisme terhadap social problem solving konstruktif sebesar 12,2% (R square = 0.122). Sumbangan efektif masing-masing varaibel sebagai berikut: dukungan sosial dan optimisme terhadap social problem solving disfungsional 12,42% dan 6,38% sedangkan dukungan sosial dan optimisme terhadap social problem solving konstruktif sebesar 10,38% dan 1,82%.

This research aimed is to investigate the effects of social support, optimism and gender on constructive social problem solving and dysfunctional social problem solving, furthermore to identify is there any singular social problem solving ability between two sexes, male and female. Social problem solving is includes cognitiveaffection and behavior process on preventing or solving daily problem. Adolescent is one important development period and effecting the next period. If one can pass by this period well, so it is a positive influence for the next development period. Social support and optimism play an important role on adolescent, whereas this transition period needs support and positive thinking pattern to take alternatives problem solving on stress and real life problem. Research took place in several High Schools in Bandar Lampung with 861 participants are involved, 391 male and 470 female. Quantitative method involved three measurement scales. There are social problem solving scale, social support and optimism. Besides that this research involved gender variable. Multiple correlation analysis, dummy regression and covariance analysis were being used as data analysis technique with SPSS 13.00 program. The results indicated that there is a significant influence between social support and optimism, but gender no effect influence on social problem solving . Effective contribution that given by social support and optimism on dysfunctional social problem solving is 18.8% (R square= 0.188). Effective contribution that given by social support and optimism on constructive social problem solving is 12,2% (R square= 0.122). Each variables gives effective contribution, they are: social support and optimism toward dysfunctional social problem solving are 12.42% and 6.38%. Furthermore social support and optimism on constructive social problem solving are 10.38% and 1.82%.

Kata Kunci : Social problem solving,Dukungan sosial,Optimisme dan jenis kelamin, social problem solving, social support, optimism and gender


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.