Laporkan Masalah

Religiusitas dan kualitas komunikasi dengan penyesuaian perkawinan pada pasangan suami istri yang tinggal terpisah

SULISTYARINI, Rr. Indah Ria, Subandi, Ph.D

2009 | Tesis | S2 Magister Psikologi

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui korelasi antara religiusitas dan kualitas komunikasi dengan penyesuaian perkawinan pada pasangan suami istri yang tinggal terpisah. Subjek penelitian ini adalah pasangan suami istri yang tinggal berjauhan dengan rentang usia 24-58 tahun, total subjek yang terlibat dalam penelitian ini adalah 152 pasangan suami istri yang terdiri dari 76 orang wanita (istri) dan 76 orang pria (suami). Data penelitian ini dikumpulkan dengan tiga skala penelitian meliputi skala penyesuaian perkawinan yang mengacu pada aspek-aspek dari Spanier (1976), religiusitas dan soal-soal yang berisi tentang pengetahuan agama yang mengacu pada aspek-aspek dari Glock dan Stark (dalam Polzin, 2006), serta kualitas komunikasi yang mengacu pada aspek-aspek dari Laswell dan Laswell (1987). Sebagai tambahan, dilakukan wawancara yang terstruktur terhadap 4 orang subjek penelitian. Data penelitian diolah dengan analisis regresi berganda. Berdasarkan hipotesis mayor disimpulkan bahwa baik pada istri ataupun suami, religiusitas dan kualitas komunikasi memiliki korelasi yang sangat kuat dengan penyesuaian perkawinan. Pada suami, korelasi yang sangat kuat antara religiusitas dan penyesuaian perkawinan ditunjukkan dengan koefisien korelasi (r) sebesar 0,501 dengan nilai p = 0,00 atau p<0,01. Sementara korelasi yang sangat kuat antara kualitas komunikasi dan penyesuaian perkawinan ditunjukkan dengan koefisien korelasi sebesar 0,628 dengan p = 0,00 atau p<0,01. Pada istri, korelasi yang kuat antara religiusitas dan penyesuaian perkawinan ditunjukkan dengan koefisien korelasi (r) sebesar 0,329 dengan nilai p = 0,04 atau p<0,05. Sementara korelasi yang sangat kuat antara kualitas komunikasi dan penyesuaian perkawinan ditunjukkan dengan koefisien korelasi sebesar 0,645 dengan p = 0,00 atau p<0,01. Hasil analisis tambahan menunjukkan bahwa baik pada istri maupun suami, tidak ada perbedaan penyesuaian perkawinan jika ditinjau dari jarak antar kota, usia perkawinan, lama berpisah/usia perpisahan dan frekuensi perrtemuan.

This study attempted to search the relation between religiosity and communication quality associated with marital adjustment at long distance couples. One hundred and fifty two (n=152) couples of long distance marriage participated in this study included 76 married males and 76 married females. Data were collected by three scales : marital adjustment scale, religiosity scale and communication quality. In addition, four subjects participated in a structured interview designed. The collected data were processed by regression analysis. Result of the study indicated that religiosity and communication quality were significantly related to marital adjustment. Further analysis indicated that (a) religiosity was significantly related to marital adjustment for the ma les with r value 0.501, p = 0.00 (p<0.01), (b) communication quality was significantly related to marital adjustment at married males with r value = 0.628, p = 0.00 (p<0.01), (c) religiosity was significantly related to marital adjustment at married females with r value 0.329, p = 0.04 (p<0.05), (d) communication quality was significantly related to marital adjustment at married females with r value = 0.645, p = 0.00 (p<0.01). The analysis also showed there were no significant between distance of the city or country, age of marriage, age of separate and frequencies of meeting with marital adjustment at long distance couples.

Kata Kunci : Penyesuaian perkawianan,Religiusitas,Kualitas komunikasi,Marital adjustment, religiosity and communication quality


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.