Penggunaan antibiotika di Rumah Sakit Gigi dan Mulut Pendidikan Prof Soedomo Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Gadjah Mada
RACHMAWATI, Mayu Winnie, Prof. dr. Ngatidjan, M.Sc. Sp.FK(K)
2009 | Tesis | S2 IKD dan BiomedisInfeksi merupakan keadaan yang paling sering ditemui di dalam rongga mulut. Baik infeksi oleh bakteri, virus, maupun jamur. Namun yang paling sering terjadi adalah infeksi karena bakteri karena di dalam rongga mulut sangat banyak terdapat berbagai bakteri. Antibiotika merupakan obat yang paling banyak digunakan dan diresepkan oleh dokter gigi untk mengatasi infeksi tersebut. Rumah Sakit Gigi dan Mulut Pendidikan Prof. Soedomo adalah rumah sakit pendidikan juga pelayanan, di mana operator di dalamnya beragam dari dokter gigi, dokter gigi spesialis, residen, dan ko asisten. Kondisi pasien yang datang berobat ke Rumah Sakit Gigi dan Mulut Prof. Soedomo Fakultas adalah sebagian besar dengan keadaan infeksi atau keadaan yang perlu dilakukan tindakan yang kemungkinan besar akan menimbulkan infeksi. Untuk mengatasinya dokter gigi atau operator akan meresepkan antibiotika. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pola penggunaan antibiotika di Rumah Sakit Gigi dan Mulut Pendidikan Prof. Soedomo Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Gadjah Mada. Dua ribu seratus lima diagnosis dari seribu sembilan ratus sembilan puluh delapan pasien dewasa dan anak-anak yang dirawat di RSGM Prof. Soedomo yang diamati pada periode Bulan Januari 2003 hingga Bulan Desember 2005. Kartu status yang mengandung obat antibiotika dicatat dan dianalis mengenai pola dan rasionalitasnya yang dihubungkan dengan diagnosis, cara pemberian, lama pemberian, dan dosisnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa antibiotika terbanyak yang digunakan di RSGMP adalah amoksisilin yaitu sebesar 92,3% yang diikuti oleh metronidazole sebesar 2,3%, linkomisin (1,8%), eritromisin (1,3%), ampisilin (0,9%), klindamisin (0,6%), spiramisin (0,3%), sefalosporin, penisilin dan tetrasiklin masing-masing sebesar 0,2%. Diagnosis terbanyak yang menggunakan antibiotika adalah gangren pulpa yaitu sebesar 45,2%. Dan ekstraksi gigi (7,6%) merupakan tindakan paling banyak yang memerlukan antibiotika. Amoksisilin merupakan antibiotika yang digunakan di kedokteran gigi anak, dan didapati
Mouth infection can be caused by bacteria, viruses, or fungal growth. Since human mouth is the home to hundreds of types of bacteria, it is then may cause to bacterial infections in any surgical procedures, and antibiotic treatment is broadly used to overcome that problem. Prof. Soedomo Dental Teaching Hospital (RSGMP Prof. Soedomo) in particular, not only does it provide mouth and dental health services for the public, but it also dedicates for education. For that purpose, the hospital employs numbers of skilled dentist, specialist, residence, and coassistant. Most of outpatients of RSGM Prof. Soedomo are suffering from infection or any dental or oral procedure, which need immediate antibiotic treatment. There are so many antibiotic usages without microbiological clues. The research therefore aims to study the pattern of antibiotic treatment at RSGMP Prof. Soedomo of Faculty of Dentistry, Gadjah Mada University. This study was evaluated the pattern of antibiotic prescribing and rasionalization of antibiotic use at Prof. Soedomo Teaching Dental Hospital Faculty of Dentistry Gadjah Mada University A number of 2105 diagnoses were established over 1998 outpatients of both adults and children visiting RSGMP Prof. Soedomo during January 2003 until December 2005 of observation period. All the status cards of outpatient with antibiotic treatment were analyzed in their patterns as well as their rationality, which were also cross-examined to see their relation with the diagnoses, the method and period of treatment, and the dose given. The results showed that amoxicillin was the most frequent prescribed antibiotic (92.3%), followed by metronidazole (2.3%), lincomycin (1,8%), eritromycin (1,3%), ampicillin (0,9%), clindamycin (0,6%), spiramycin ((0.3%), cephalosporin, and penicillin and tetracycline each 0,2% . Besides antibiotic treatment, analgesics (43.71%), anti-inflammations (8.26%), and others like vitamins. Pulp gangrene (45.2%) was the first rank among many other diagnoses treated with antibiotic. And teeth extraction (71,6%) was the the first rank among many other dental treatment treated with antibiotic.
Kata Kunci : Penggunaan antibiotika, Rumah sakit gigi dan mulut pendidikan, antibiotic usage pattern, teaching dental hospital