Laporkan Masalah

Intensi terhadap perilaku merokok karyawan laki-laki di RSUD Ende Propinsi NTT

DALLA, Sativa P. Johana Djaru, Dra. Yayi Suryo Prabandari, M.Si, Ph.D

2009 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat

Latar belakang : Merokok merupakan salah satu bentuk perilaku yang merugikan kesehatan. Menurut hasil Susenas tahun 2004, prevalensi merokok di Propinsi NTT sebesar 20,1% pada tahun 1995 dan meningkat menjadi 27,6% pada tahun 2001. Tenaga profesional kesehatan sudah seharusnya menjauhi perilaku merokok dan menjadi teladan bagi masyarakat dalam memerangi permasalahan merokok. Hasil pengamatan peneliti yang dilakukan di RSUD Ende menunjukkan bahwa angka penggunaan rokok baik oleh tenaga kesehatan relatif cukup tinggi. Berdasarkan observasi yang dilakukan oleh peneliti pada bulan April 2008, persentase penggunaan rokok oleh pegawai pria di RSUD Ende sebesar 76,11%. Tujuan Penelitian : Untuk mengkaji lebih lanjut hubungan antara sikap terhadap perilaku merokok dan norma subjektif tentang perilaku merokok pada karyawan rumah sakit terhadap intensi berperilaku tidak merokok di rumah sakit. Metode Penelitian : Penelitian ini merupakan jenis penelitian observasional dengan rancangan penelitian cross sectional. Subjek penelitian adalah 51 karyawan perokok di RSUD Ende. Pengambilan subjek penelitian menggunakan total populasi. Pengumpulan data dilakukan dengan pengisian kuesioner. Teknik analisis data dilakukan dengan melakukan uji korelasi. Hasil Penelitian : Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan yang bermakna antara sikap terhadap perilaku merokok dengan intensi berperilaku tidak merokok (p < 0,05), tidak terdapat hubungan yang bermakna antara norma subjektif tentang merokok dengan intensi berperilaku tidak merokok (p > 0,05). Kesimpulan : Sikap terhadap perilaku merokok karyawan laki-laki di RSUD Ende berhubungan dengan intensi berperilaku tidak merokok di rumah sakit.

Background: Smoking is a kind of behaviour that hazardeous for health. Based on the Susenas 2004, that was an increasing of prevalence smoking from 1995 (20,1%) to 2001 (27,6%) in East Nusa Tenggara. Male health providers should not smoke and become a role model for community to fight againts smoking problems. Results based on the observation that was conducted in dictrict hospital of Ende shown that health providers who smoke were high. Based on observation health providers who were smoke in dictrict hospital of Ende was 76,11%. Objective: This research was aimed to find out the intention toward smoking behaviour of male health providers in district hospital of Ende. Method: This was an observational research that used cross sectional design. Research sample of quantitative were 51 male health providers whose smoke at district hospital of Ende. The sample method was used a total of population. The research subjects were male health providers in district hospital of Ende and analysis being used were univariate analysis and bivariate analysis correlation. Result: The result of bivariate analysis showed that attitude had correlation with intention (p < 0,05) while norm subjective did not have significant correlation with intention (p > 0,05). Conclusion: Attitude toward free smoking behaviour of male health providers related to intention toward free smoke area in district hospital of Ende.

Kata Kunci : Sikap,Norma subjektif,Intensi,Karyawan RSUD Ende,


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.