Sikap karyawan terhadap kawasan bebas rokok di Politeknik Kesehatan Tanjung Karang Bandar Lampung
SUTOPO, Agus, Dra. Retna Siwi Padmawati, MA
2009 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan MasyarakatLatar Belakang: Merokok merupakan masalah kesehatan masyarakat karena dapat menimbulkan berbagai penyakit dan kematian. Jumlah perokok di Indonesia. Menurut hasil Susenas 2004, sebanyak 63,2% laki-laki dan 4,4% perempuan di Indonesia adalah perokok. Salah satu upaya untuk pengendalian perilaku merokok adalah adanya penerapan kawasan bebas rokok. Politeknik Kesehatan Tanjung Karang Bandar Lampung merupakan institusi pencetak calon tenaga kesehatan yang akan berperan dalam memberikan contoh terhadap masyarakat. Penerapan kawasan kampus bebas asap rokok akan berdampak kepada anak didik dan juga bagian pendidikan kepada masyarakat. Dukungan karyawan dan pejabat sangat diperlukan untuk terwujudnya kawasan kampus bebas asap rokok. Tujuan: Untuk mengetahui sikap karyawan dan pejabat dalam penerapan kawasan bebas rokok di Politenik Kesehatan Tanjung Karang Bandar Lampung. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yang didukung kualitatif. Penelitian kuantitatif menggunakan rancangan cross-sectional, sedangkan penelitian kualitatif dilakukan untuk memperdalam hasil kajian kuantitatif. Sampel penelitian kuantitatif adalah seluruh populasi dan untuk penelitian kualitatif diambil seluruh pimpinan (pejabat) di jurusan dan program studi. Analisis data untuk penelitian kuantitatif menggunakan analisis chi-square dengan tingkat signifikansi p < 0,05. Untuk penelitian kualitatif, analisis data dimulai dengan menelaah data yang diperoleh melalui tahapan analisis data. Hasil : Hasil penelitian menunjukkan bahwa sikap karyawan terhadap area bebas rokok sama antara yang mendukung dengan yang tidak mendukung, tidak ada hubungan antara karakteristik umur, status pekerjaan, masa kerja dan status merokok responden dengan sikap terhadap kawasan bebas rokok (p > 0,05). Terdapat hubungan yang bermakna antara pendidikan dan jenis kelamin serta sikap terhadap rokok responden dengan kawasan bebas rokok di Politeknik Kesehatan Tanjung Karang Bandar Lampung (p < 0,05). Kesimpulan: Berdasarkan hasil penelitian, faktor yang mendukung perlunya kawasan bebas rokok di Politeknik Kesehatan Tanjung Karang Bandar Lampung adalah pendidikan, sikap terhadap rokok dan jenis kelamin.
Background: Smoking is a health problem of society since it can caouse various diseases and mortality. According to the Susenas data of 2004, number of smokers in Indonesia reached 63.2% of man and 4,4% woman (Aditama, 2006). One of the efforts of controlling the smoking behavior is an application of smoke free area. The Health Polytechnic Tanjung Karang Bandar Lampung is an institution preparing prospectife health personnel with great role of providing society with good model. The application of smoke free area in a campus will positively affect students and serves as educational effort for society. The support of employees and officials are required in realizing the smoke free area in campus area. Objective: To find out the support of employees and officials in application of smoke free area in the Health Polytechnics Tanjung Karang Bandar Lampung. Method: This research used a quantitative method with a cross sectional design, chrichcd by qualitative approach to explore more deeply the results of the quantitative research. Sampel of the quantitative research was the whole population, while that of the qualitative one were all leaders (officials) in department and studi program. Data analysis for the quantitative research was conducted by using a chi-square analysis with a significance level of p < 0.05, while for the qualitative one the analysis was done through exploring data obtained from the stages of data analysis. Result: The result of the research indicates that there was no correlation between the characteristics of age, occupation status, work duration, and smoking status of respondents and support for the smoke free area with (p > 0.05). There was significant correlation between education, sex, and attitude of the respondents and the application of smoke free area in the Health Polytechnics Tanjung Karang Bandar Lampung (p < 0,05). Conclusion: Based on result of the research, it can be concluded that factors influencing the application of the smoke free area in the Health Polytechnics Tanjung Karang Bandar Lampung were education, attitude, and sex of the respondents.
Kata Kunci : Rokok,Kawasan bebas rokok,Dukungan,Pengetahuan,Sikap terhadap rokok, smoking, smoke free area, support, knowledge, smoking behavior