Perbedaan kadar transforming growth factor-beta2 (TGF-beta2) humor akuous pada pasien dengan kekeruhan kapsul posterior dan tanpa kekeruhan kapsul posterior pasca operasi katarak kongenital
IBAROH, Imamatul, Prof. dr. Wasisdi Gunawan, Sp.M(K)
2009 | Tesis | S2 Ilmu Kedokteran KlinikLatar Belakang : Kemajuan teknik mikrooperasi meningkatkan hasil operasi katarak kongenital. Posterior capsule opacification (PCO) masih merupakan komplikasi jangka panjang yang paling sering terjadi pasca operasi katarak kongenital. Histologi PCO telah diketahui, namun mekanisme selular yang mendasari masih belum jelas. Sekarang ini masih diteliti tentang peranan sitokin yang terdapat pada segmen anterior mata setelah operasi katarak, di antaranya adalah TGF-β2. TGF-β mengontrol diferensiasi pada berbagai tipe sel dan berperan pada embryogenesis. TGF-β juga menginduksi kataraktogenesis. Beberapa penelitian laboratorium menunjukkan bahwa pada kadar TGF-β2 yang tinggi PCO lebih mudah terjadi. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan kadar TGF-β2 humor akuous pada pasien dengan PCO dan pasien tanpa PCO pasca operasi katarak kongenital. Bahan dan Cara Penelitian : Disain penelitian ini adalah Cross-Sectional atau potong lintang., dengan target populasi semua penderita katarak kongenital yang dilakukan operasi katarak dengan pemasangan intraocular lens (IOL) in the bag dan tanpa posterior curvilinear capsulorexis (PCC) di Rumah Sakit Dr. Sarjito Yogyakarta dan Rumah Sakit Mata Dr. Yap Yogyakarta. Hasil : Pada penelitian ini didapatkan rata-rata kadar TGF-β2 kelompok PCO adalah 259,91(±63,45) pg/ml dan rata-rata kadar TGF-β2 kelompok bukan PCO adalah 225,81 (±121,26) pg/ml. Dengan uji Mann Whitney perbedaan kadar TGF-β2 kelompok PCO dan tanpa PCO tidak berbeda secara bermakna. Simpulan dan Saran : Tidak didapatkan perbedaan kadar TGF-β2 kelompok PCO dan tanpa PCO. Untuk penelitian selanjutnya disarankan untuk melakukan penelitian dengan lebih menyamakan operator.
Although microoperation techniques improve pediatric cataract surgery results, posterior capsule opacification (PCO) remains the most common complications after congenital cataract surgery. Histology PCO has been known, but the underlying cellular mechanisms remain unclear. Recently the role of cytokines present in the anterior segment of the eye after cataract surgery is investigated, among of them is TGF-β2. TGF-β control the differentiation of various types of cells and play a role in embryogenesis. TGF-β also induces kataractogenesis. Several laboratory studies showed that in high levels of TGF-β2,PCO is more apt to occur. The aims of this study is to determine whether there are differences levels of aquoeus humor transforming growth factor-beta 2 (TGF-β2) in patients with posterior capsule opacity and without posterior capsule opacity after congenital cataract surgery. The design is cross-sectional, the population target is all patients with congenital cataract that were undergone cataract surgery with intraocular lens (IOL) in the bag, and without posterior curvilinear capsulorexis (PCC) in the Sarjito Hospital Yogyakarta and Dr Yap Eye.Hospital Yogyakarta. In this study the average levels of TGF-β2 in the group with PCO was 259.91 (± 63.45) pg / ml and the average levels of TGF-β2 in the group without PCO is 225.81 (± 121.26) pg / ml. The difference levels of TGF β2 in the group with PCO and without PCO is not significant. This study conclude that the difference levels of TGF β2 in the group with PCO and without PCO is not significant. Further research is recommended to conduct more research with one operator.
Kata Kunci : Katarak kongenital,PCO,TGF,Beta2,congenital cataract, PCO, TGF-β2