Laporkan Masalah

Risiko kejadian bayi berat lahir pada kehamilan yang tidak diinginkan di Kabupaten Purworejo

YORITA, Epti, Prof. dr. Djaswasdi D, SpOG(K), MPH, Ph.D

2009 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat

Latar Belakang: Kehamilan Tidak Diinginkan (KTD) mempengaruhi perilaku ibu selama kehamilan, persalinan maupun nifas. Perilaku ibu yang merugikan selama kehamilan seperti tidak melakukan atau terlambat inisiasi kunjungan antenatal, merokok, konsumsi alkohol, konsumsi kafein, obat-obatan serta upaya terminasi kehamilan sehingga berisiko lebih besar untuk melahirkan Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR). Tujuan penelitian: untuk mengetahui besar risiko kejadian BBLR pada KTD di Kabupaten Purworejo. Metode: Jenis penelitian ini adalah observasional analitik dengan desain unmatched case control study, menggunakan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Penelitian ini berfokus pada ibu yang memiliki BBLR dan melihat KTD sebagai paparan. Besar sampel sebanyak 116 orang. Analisis data dilakukan dengan tiga tahapan, yaitu analisis univariabel berupa tabel distribusi frekuensi, bivariabel menggunakan chi-square dan multivariabel menggunakan regresi logistik. Hasil: Risiko kejadian BBLR lebih besar 2,9 kali pada KTD dibandingkan kehamilan yang diinginkan (OR=2,9; 95%CI=1,93-6,95). Setelah dikontrol dengan faktor usia dan jarak kehamilan, risiko kejadian BBLR meningkat lebih besar 3,8 kali pada KTD dibandingkan dengan kehamilan yang diinginkan (OR 3,8; 95%CI=1.40-10.16). Tidak ada hubungan yang signifikan antara paritas dan status ekonomi dengan kejadian BBLR. Analisis kualitatif menunjukan unmeet need pelayanan keluarga berencana merupakan penyebab KTD dan perilaku ibu yang merugikan selama hamil menyebabkan BBLR. Kesimpulan: Risiko kejadian BBLR lebih besar 3,8 kali pada KTD dibandingkan kehamilan yang diinginkan. Usia dan Jarak kehamilan mempunyai hubungan yang signifikan terhadap kejadian BBLR.

Background: Unwanted pregnancy affects a pregnant woman’s behavior during pregnancy, childbirth or postpartum. Pregnant woman’s bad behavior during pregnancy such as being late in the initiation of antenatal visit or being absent from all antenatal visits, smoking, alcohol consumption, caffeine consumption, illegal drugs and pregnancy termination that ultimately leads to the greater risk of low birth weight (LBW). Objective: This study the risk rate of LBW at unwanted pregnancy in Purworejo District. Method: This was an observational-analytic study with unmatched case control study design, using an approach of quantitative and qualitative. This study focused on women with LBW and observed unwanted pregnancy as the exposure. Data were analyzed with univariable analysis using frequency distribution table, bivariable analysis using Chi-Square, and multivariable analysis using logistic regression. Sample size was 116 women. Results: The risk of LBW was 2.9 times greater among unwanted pregnancies than that among wanted pregnancies (OR=2.9; 95%CI=1.93- 6.95). After being control with factors of age and pregnancy interval, the risk of LBW was 3.8 times greater among unwanted pregnancies than that among wanted pregnancies (OR 3.8; 95%CI=1.40-10.16). There was no significant relationship between parity and economic status and LBW. Meanwhile, qualitative analysis showed that unmet need in family planning service was the cause of unwanted pregnancy and pregnant woman’s bad behavior during pregnancy caused of LBW. Conclusion: Unwanted pregnancy was a risk factor of LBW. In addition, age and birth interval were significantly related to LBW.

Kata Kunci : KDT,BBLR,Unwanted pregnancy,LBW, KTD, BBLR.


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.