Kepatuhan bidan melaksanakan manajemen aktif kala tiga dan kejadian perdarahan postpartum pada ibu bersalin di RSUD DR. M. Yunus Bengkulu
ELIANA, Prof. dr. M. Hakimi, SpOG(K), Ph.D
2009 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan MasyarakatLatar Belakang: Kematian ibu di Indonesia masih cukup tingggi yaitu 307 per 100.000 kelahiran hidup. Penyebab utama kematian ibu tersebut adalah perdarahan postpartum (28%). Di RSUD dr. M. Yunus Bengkulu, jumlah kematian ibu bersalin pada tahun 2007 sebesar 443 per 100.000 kelahiran hidup (KH), dan 332 per 100.000 (KH) diantaranya merupakan kematian akibat perdarahan. Jumlah kasus perdarahan adalah sebesar 28 persen dan 7.8 persen diantaranya adalah perdarahan postpartum. Kepatuhan bidan terhadap standar manajemen aktif kala tiga dapat mencegah terjadinya perdarahan posrpartum pada ibu bersalin. Tujuan: Untuk mengetahui kepatuhan bidan melaksanakan manajemen aktif kala tiga terhadap kejadian perdarahan postpartum pada ibu bersalin di RSUD dr. M. Yunus Bengkulu Metodologi: Jenis penelitian observasional dengan rancangan kohort prospektif dengan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Subyek penelitian 148 responden, terdiri dari kelompok terpapar (ibu bersalin dengan bidan yang tidak patuh melaksanakan manajemen aktif kala tiga) dan kelompok tidak terpapar (ibu bersalin dengan bidan yang patuh melaksanakan manajemen aktif kala tiga). Analisis univariabel dengan distribusi frekuensi, analisis bivariabel dengan chi-square (χ2) dan analisis multivariabel dengan binomial regresi. Hasil: Hasil analisis menunjukkan bahwa kepatuhan bidan melaksanakan manajemen aktif kala tiga setelah dikontrol dengan umur, paritas ibu, pendidikan bidan dan pelatihan secara konsisten menunjukan hubungan bermakna dengan kejadian perdarahan postpartum baik secara statistik maupun praktis dengan nilai RR 2,20 (95%CI: 1,08-4,43). Dengan memperhatikan nilai koefisien determinan 0,070 maka varibel tersebut dapat memprediksi kejadian perdarahan postpartum sebesar 7 persen. Kesimpulan: Insidensi perdarahan postpartum pada ibu bersalin berisiko 2 kali lebih besar pada bidan yang tidak patuh melaksanakan manjemen aktif kala tiga dibandingkan dengan bidan yang patuh.
Background: Rate of maternal mortality in Indonesia is still high, that is 307 per 100,000 live births. The leading cause of maternal mortality is post partum hemorrhage (28%). At Dr. M. Yunus Local Hospital Bengkulu, the rate of maternal mortality at delivery in 2007 was 443 per 100,000 live births; some of which was due to hemorrhage (332 per 100,000 live births). The number of hemorrhage cases was 28% in which 7.8% of it was postpartum hemorrhage. Midwives’ compliance toward the standard of active management of the third stage of labor (AMTSL) is believed to be able to prevent postpartum hemorrhage. Objective: To investigate midwives’ compliance in performing AMTSL toward postpartum hemorrhage at Dr. M. Yunus Local Hospital Bengkulu Method: It was an observational study with cohort prospective study design using quantitative and qualitative approaches. Subjects consisted of 148 respondents that were divided into two groups namely exposed group (women at delivery with a midwife that did not comply with AMTSL) and unexposed group (women at delivery with a midwife that complied with AMTSL). Data analysis was done using univariable analysis with frequency distribution, bivariable analysis with chi-square (χ2) and multivariable analysis with binomial regression. Results: Analysis result midwives’ compliance in performing AMTSL after being controlled with age, parity, midwives’ education, and midwives’ training consistently showed a significant relationship both statistically and practically with postpartum hemorrhage with RR 2.20 (95%CI:1,08-4,43). By seeing determinant coefficient value of 0.070, the variable could predict postpartum hemorrhage by 7%. Conclusion: The incidence of postpartum hemorrhage was 2 times greater in midwives who did not comply with AMTSL than in midwives who complied with AMTSL.
Kata Kunci : Kepatuhan bidan,Manajemen aktif kala tiga,Perdarahan postpartum, midwives’ compliance, active management of the third stage of labor (AMTSL), postpartum hemorrhage