Pengaruh pemberian makanan bayi terhadap kejadian diare sampai dengan usia 6 bulan di Kabupaten Lombok Timur Provinsi NTB
HERAWATI, Tuti, dr. Ova Emilia, SpOG, M.M.Ed, Ph.D
2009 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan MasyarakatPendahuluan: Salah satu tujuan Millenium Development Goals adalah menurunkan angka kematian balita sebesar dua pertiganya, antara tahun 1990 dan 2015, termasuk Angka Kematian Bayi (AKB). Di Indonesia AKB tahun 1995 sebesar 55/1000 kelahiran hidup (kh) menurun menjadi 45/1000 kh tahun 1999, menurut data Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia tahun 2002 AKB sebesar 35/1000 kh. Penyebab utama kematian bayi adalah infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), komplikasi perinatal dan diare. Bayi yang berisiko mengalami kematian akibat diare dalam 1 atau 2 tahun kehidupannya adalah bayi yang diberi non air susu ibu, kekurangan gizi dan mengalami infeksi. Oleh karena itu pemberian ASI merupakan salah satu cara yang paling utama untuk mencegah terjadinya diare pada bayi. Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh pola pemberian makanan bayi terhadap kejadian diare pada bayi sampai dengan usia 6 bulan di Kabupaten Lombok Timur provinsi NTB. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik non eksprimental yang menggunakan retrospective cohort study dengan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Sebagai Populasi adalah semua bayi yang dilahirkan pada tahun 2008 sampai dengan 1 bulan sebelum dimulainya penelitian. Subjek penelitian adalah bayi usia 1 sampai dengan 6 bulan yang pernah berkunjung di puskesmas. Analisa data dengan univaribel, bivariabel dan multivariable dengan uji statistik regresi logistik. Hasil: Analisis bivariabel menunjukkan bahwa variabel yang berpengaruh secara bermakna terhadap kejadian diare pada bayi sampai dengan usia 6 bulan adalah: (1) variabel pemberian makanan selain ASI (ASI parsial) (RR: 1,85; 95%CI: 1,32-2,62). (2) variabel sumber air tidak sehat (RR: 1,48; 95% CI: 1,11-1,96). Variabel yang berpengaruh terhadap pola pemberian makanan bayi adalah pendapatan rendah (RR: 1,44; 95%CI: 1,04-2,01), namun variabel pendapatan tidak memberi efek interaksi terhadap pengaruh pemberian makanan bayi dengan kejadian diare. Hasil analisis multivariabel menunjukkan bahwa variabel pemberian makanan selain ASI (ASI parsial), sumber air tidak sehat perpengaruh secara bermakna terhadap kejadian diare pada bayi sampai dengan usia 6 bulan. Kesimpulan: Pemberian makanan/minuman selain ASI (ASI parsial) berisiko lebih besar terhadap terjadinya diare pada bayi sampai dengan usia 6 bulan dibandingkan dengan pemberian full ASI.
Background: One of Millennium Development Goals is to reduce under-five mortality until two third of the total mortality from 1990 to 2015, including infant mortality rate. In Indonesia, there was a decreased infant mortality rate from 55 per 1000 live births in 2005 to 45 per 1000 live births in 1999. In addition, according to the data of 2002 Indonesia Demographic and Health Survey, the infant mortality rate was 35 per 1000 live births. Based on facts, the leading cause of infant mortality is acute respiratory infection, prenatal complications, and diarrhea. Infant aged one or two years that have risks of mortality because of diarrhea are infant who are not breastfed, suffer nutritional deficiency, and experience infection. Therefore, breastfeeding is considered one of main ways to prevent diarrhea among infant. Objective: To study the effect of infant feeding pattern toward the incidence of diarrhea among infant aged one to six months in Lombok Timur District, NTB Province. Method: This was an observational, analytic non experimental study with a retrospective cohort study and quantitative and qualitative approaches. Population was all infant born during the year of 2008 until 1 month before this study began. Subjects were infant aged 1 to 6 months that had visited the public health center. Data were analyzed using univariable analysis, bivariable analysis and multivariable analysis with logistic regression. Results: Bivariable analysis showed that the influential variables that affected the incidence of diarrhea significantly among infant aged 1 to 6 months were partial breastfeeding (RR: 1.85; 95% CI: 1.32-2.62) and unhealthy water supply (RR: 1.48; 95% CI: 1.11-1.96). The variable that affected infant feeding pattern was family’s low income (RR:1.44; 95% CI:1.04-2,01); however, this variable did not give an interaction impact toward the effect of infant feeding with the incidence of diarrhea. Meanwhile, the results of multivariable analysis showed that partial breastfeeding and unhealthy water supply affected significantly the incidence of diarrhea among infant aged 1 to 6 months. Conclusion: Partial breastfeeding gave a greater risk of diarrhea among infant aged 1 to 6 months than full breastfeeding.
Kata Kunci : Pola pemberian makanan,Diare,Bayi ; Feeding pattern, diarrhea, infant