Laporkan Masalah

Evaluasi kepatuhan petugas dalam tatalaksana pneumonia di Kabupaten Tolitoli

RAHMAN, Abd, Prof. dr. M. Hakimi, SpOG(K), Ph.D

2009 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat

Latar belakang: Angka kematian bayi di Propinsi Sulawesi Tengah sebesar 52 per 1000 kelahiran hidup, angka ini cukup tinggi dibanding data Badan Pusat Statistik (SDKI 2007) sebesar 34 per 1000 kelahiran hidup dan menempati urutan kelima tertinggi di Indonesia. Tingginya angka kesakitan dan angka kematian balita akibat pneumonia di Kabupaten Tolitoli dalam beberapa tahun terakhir tidak terlepas dari seberapa jauh upaya program pemberantasan penyakit ISPA telah dilaksanakan. Hal ini sangat terkait dengan bagaimana kepatuhan petugas dalam melakukan tata laksana pneumonia secara tepat. Evaluasi kepatuhan petugas dilakukan untuk melihat pengaruh pelatihan yang berkaitan dengan tata laksana pneumonia. Tujuan penelitian: Diketahuinya kepatuhan petugas dalam melakukan tata laksana pneumonia di Kabupaten Tolitoli. Metode: Penelitian ini merupakan jenis penelitian observasional dengan rancangan cross sectional dengan menggunakan pendekatan kuantitatif.. Data dikumpulkan melalui observasi dan wawancara dengan subyek penelitian dengan menggunakan lembar observasi dan kuesioner. Hasil: Sebanyak 119 responden diikutkan dalam penelitian ini. Rata-rata petugas yang patuh terhadap tata laksana pneumonia sebesar 69%. Hasil analisis multivariat menunjukkan bahwa variabel pelatihan dan kepatuhan petugas dalam tatalaksana pneumonia dengan mengikutsertakan variabel pendidikan, pengetahuan dan masa kerja untuk dianalisis secara bersama mempunyai hubungan yang signifikan baik secara statistik maupun praktis dengan nilai ((RP;1,79, IK 95%; 1,38 – 2,33) dan peningkatan nilai R2 sebesar 6,3% artinya petugas mempunyai peluang patuh 1,79 kali terhadap tata laksana pneumonia. Kesimpulan: Petugas yang telah dilatih lebih patuh dibanding petugas yang belum dilatih dengan risiko prevalensi 1,53 kali. Faktor pendidikan, pengetahuan dan masa kerja berhubungan secara bermakna dengan kepatuhan petugas dalam tataksana pneumonia.

Background: The rate of infant mortality in Central Sulawesi Province is 52 per 1000 live births. This rate is relatively high compared with the data from Central Bureau of Statistics (IDHS 2007) that is 34 per 1000 birth lives and places at number five of the highest rate in Indonesia. High rates of under-five children’s mortality and morbidity caused by Acute Respiratory Infection (ARI) and pneumonia in Tolitoli District in past years are inseparable with implemented efforts toward ARI eradication program. This is indeed related to how officers comply with pneumonia management correctly. Officers’ compliance evaluation is conducted to see pneumoniarelated training influence. Objective: The identified description of officers’ compliance in implementing pneumonia management in Tolitoli District. Method: This was an observational study with cross-sectional study design. This study used a quantitative approach. The data were gathered through observation and interview toward the subject by using observation and interview forms. Results: One hundred and nineteen respondents were included in this study. The average of officers who complied with pneumonia management was 69%. The result of multivariate showed that variables of training and officers’ compliance in pneumonia management by including variables of education, knowledge and length of working service had a significant relationship both statistically and practically with value (RP: 1.74; 95% CI: 1,38 – 2,33) and the increased value of R2 = 6.3%, meaning that the officers had a 1.79 time chance to comply with pneumonia management. Conclusion: Trained officers were more compliant than untrained officers with the prevalence risk of 1.53 times. Factors of education, knowledge, and length of working service were related to officers’ compliance in pneumonia management

Kata Kunci : Pelatihan,Kepatuhan petugas tatalaksana pneumonia


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.