Pengaruh pemberian ASI eksklusif dengan kejadian infeksi saluran pernafasan akut (ISPA) pada anak usia 6-23 bulan di Kabupaten Konawe
UTOMO, Budy, Prof. dr. Djaswadi D, SpOG(K), MPH, Ph.D
2009 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan MasyarakatLatar belakang: Salah satu tujuan Millennium Development Goals adalah menurunkan angka kematian balita (AKABA) sebesar dua pertiganya, antara tahun 1990 dan 2015, termasuk Angka Kematian Bayi (AKB). Data Profil Kesehatan Indonesia tahun 2007 menunjukkan angka kematian balita sebesar 44/1000 kelahiran hidup dan angka kematian bayi sebesar 34/1000 kelahiran hidup pada tahun 2007. Penyebab utama kematian bayi adalah infeksi saluran pernapasan akut (ISPA). Salah satu faktor risiko terjadinya ISPA adalah pemberian air susu ibu (ASI) yang tidak eksklusif Oleh karena itu pemberian ASI merupakan salah satu cara yang paling utama untuk mencegah terjadinya ISPA pada anak. Tujuan: Mengetahui hubungan antara riwayat pemberian ASI eksklusif dengan kejadian penyakit infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) pada anak usia 6-23 bulan di Kabupaten Konawe. Metode: Jenis penelitian observasional dengan metode kuantitatif menggunakan rancangan cross-sectional study. Subjek penelitian adalah anak usia 6-23 bulan, jumlah sampel 177 responden yang datang berobat di puskesmas. Analisa yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji statistik Chi Square serta analisis multivariat dengan menggunakan regresi logistik, α=0,05 dan Confidence Interval 95%. Hasil: Analisis multivariabel menunjukkan prevalensi ISPA pada anak usia 6-23 bulan 1,84 kali lebih banyak pada anak yang riwayat pemberian ASI tidak eksklusif dibandingkan anak yang diberi ASI secara eksklusif (RP=1,84, 95% CI=1,43-2,38). Anak usia 6-23 bulan dengan status gizi kurang 1,48 kali lebih banyak mengalami ISPA dibandingkan dengan anak yang status gizi baik (RP=1,48, 95% CI=1,20-1,83). Prevalensi ISPA anak usia 6-23 bulan 1,63 kali lebih banyak pada keluarga yang menggunakan bahan bakar masak yang tidak memenuhi syarat (kayu bakar/arang) dibandingkan dengan keluarga yang menggunakan bahan bakar masak yang memenuhi syarat (minyak tanah/gas). Kesimpulan: Pemberian ASI eksklusif bermanfaat mengurangi kejadian ISPA. Status gizi anak dan bahan bakar masak mempunyai hubungan bermakna dengan prevalensi ISPA secara statistik maupun praktis
Background: Reducing underfive children mortality rate by two third between 1990 and 2015 becomes one of Millennium Development Goals, including infant mortality rate. Data of Indonesian Health Profile 2007 indicated that mortality rate of underfives was 44/1000 births alive and infant mortality rate was 34/1000 births alive. The major cause of infant mortality is acute respiratory tract infection (ARI). One risk factor of ARI was inexclusive breastfeeding. Therefore, breastfeeding is an important way to prevent the prevalence of ARI in children. Objective: To identify the association between the history of exclusive breastfeeding and the prevalence of ARI in children of 6 – 23 months at District of Konawe. Method: This observational study used quantitative method and cross sectional design. Subject of the study were children of 6 – 23 months with as many as 177 samples of respondents that visited health centers. Data analysis used chi square statistical test and multivariate technique with logistic regression α=0.05 and Confidence Interval 95%. Result: The result of multivariate analysis showed that the prevalence of ARI in children of 6 – 23 months was 1.84 times higher in children with non exclusive breastfeeding than in those with exclusive breastfeeding (RP=1.84, 95% CI=1.43 – 2.38). Children of 6 – 23 months with undernourished nutrition status had 1.48 times higher for ARI than those with good nutrition status (RP=1.48, CI95%=1.20 – 1.83). The prevalence of ARI in children of 6 – 23 months was 1.63 times higher in the families that used non standard cooking fuel (woods/wooden charcoal) than in those that used standard cooking fuel (kerosene/gas). Conclusion: Exclusive breastfeeding had the advantage of minimizing the prevalence of ARI. Nutrition status of children and cooking fuel had significant association with the prevalence of ARI both statistically and practically.
Kata Kunci : ASI eksklusif, Infeksi saluran pernafasan akut (ISPA), exclusive breastfeeding, acute respiratory tract infection.