Hubungan riwayat persalinan pelaksanaan manajemen aktif kala III oleh bidan saat menolong persalinan di Kabupaten Natuna
IMELDA, Prof. dr. Djaswadi D, SpOG(K), MPH, Ph.D
2009 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan MasyarakatLatar Belakang : Salah satu penyebab utama kematian maternal di seluruh dunia adalah perdarahan postpartum. Perdarahan postpartum dapat disebabkan oleh persalinan yang berisiko tinggi, antara lain disebabkan oleh faktor usia, paritas, jarak persalinan, anemia dan adanya riwayat buruk persalinan sebelumnya. Riwayat persalinan perdarahan postpartum seringkali berulang pada persalinan berikutnya. Untuk mengatasi perdarahan postpartum, diperlukan manajemen aktif kala III pada saat menolong persalinan. Tujuan : Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui hubungan riwayat buruk persalinan dengan pelaksanakan manajemen aktif kala III oleh bidan saat menolong persalinan. Metodologi Penelitian : Penelitian ini merupakan jenis penelitian observasional dengan rancangan cross sectional melalui pendekatan kuantitatif didukung kualitatif. Pendekatan kualitatif dilakukan dengan wawancara mendalam, kelompok diskusi terarah dan observasi. Sampel penelitian berjumlah 190 orang. Variabel bebas adalah riwayat buruk persalinan, variable terikat adalah pelaksanakan manajemen aktif kala III oleh bidan saat menolong persalinan, dan variabel pengganggu terdiri dari umur ibu, paritas, jarak persalinan, anemia dan tempat persalinan. Hasil : Hasil penelitian kuantitatif membuktikan bahwa riwayat buruk persalinan menunjukkan hubungan yang signifikan (p=0,00) serta mempengaruhi pelaksanaan manajemen aktif kala III (RP=1,28; 95%CI : 1,12-1,45). Jarak persalinan juga menunjukkan hubungan yang signifikan (p=0,00) dengan pelaksanaan manajemen aktif kala III (RP=1,29; 95%CI: 1,13-1,47). Hasil penelitian kualitatif menunjukkan bahwa riwayat buruk persalinan dan jarak persalinan membuat bidan lebih waspada dan melakukan manajemen aktif kala III. Dalam pelaksanaan manajemen aktif kala III saat menolong persalinan, penegangan tali pusat terkendali sering tidak dilakukan dan pemberian metergin sebagai profilaksis perdarahan sering dilakukan, walaupun tidak sesuai dengan manajemen aktif kala III Kesimpulan : Manajemen aktif kala III oleh bidan pada saat menolong persalinan di daerah penelitian sudah dilaksanakan, namun belum semua bidan melakukan manajemen aktif kala III dengan sepenuhnya. Ada hubungan bermakna antara pelaksanaan manajemen aktif kala III dengan riwayat buruk persalinan dan jarak persalinan
Background: One of the leading causes of maternal mortality is postpartum hemorrhage that can be caused by high risk delivery such as the factors of age, parity, anemia, and bad history of previous delivery. Based on facts, postpartum hemorrhage is often recurrent in the next delivery. Pospartum hemorrhage can be prevented by implementing active management of III stage of labor (AMTSL). Objective: To investigate the relationship between bad delivery history and the implementation of active management of III stage of labor by midwives when assisting a delivery. Method: This was an observational study with a cross-sectional study design and quantitative and qualitative approaches. Qualitative approach was carried out through indepth interview, focused group discussion (FGD), and observation. Samples were 190 persons. The independent variable was bad delivery history, the dependent variable was the implementation of AMTSL, and the confounding variables were maternal age, parity, birth spacing,anemia and birth place. Results: The results of quantitative study proved that there was a significant relationship between bad delivery history (p=0.00) and the implementation of AMTSL (RP=1,28; 95%CI : 1,12-1,45) and between birth spacing (p=0.00) and the implementation of AMTSL (RP=1,29; 95%CI : 1,13-1,47). Meanwhile, the results of qualitative study showed that bad delivery history and birth spacing made midwives more alert and implement AMTSL. In the implementation of AMTSL, controlled cord traction was often not performed but metergin as a hemorrhage prophylaxis was often given even though it was not in accordance with the manual of AMTSL. Conclusion: Active management of III stage of labor (AMTSL) by midwives when assisting a delivery had been carried out. However, the implementation of AMTSL by midwives in the study site was not fully applied. There was a significant relationship between the implementation of AMTSL and maternal delivery with bad delivery history and birth spacing.
Kata Kunci : Riwayat buruk persalianan,Manajemen aktif kala III,Bidan, Bad delivery history, active management of III stage of labor (AMTSL), midwives