Laporkan Masalah

Kepatuhan bidan melakukan pencegahan infeksi terhadap kejadian infeksi pada bayi lahir di Rumah Sakit Umum Daerah DOK II Jayapura Papua

REREY, Heni Voni, dr. Ova Emilia, SpOG, M.M.Ed, Ph.D

2009 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat

Latar belakang: Angka kematian bayi di Asia tahun 2000 sebagian besar terjadi pada neonatal 33%, bayi baru lahir 28%, post neonatal 21%, dan anak di bawah 5 tahun 18%. Penyebab kematian pada neonatal adalah tetanus 14%, pneumonia 19%, diare 2%, aspiksia 21%, injuri 11%, kelahiran abnormal 14%, sepsis 7%, prematuritas 10%, dan penyebab lain 5%. Penyebab paling sering kematian neonatal adalah penyakit infeksi. Kepatuhan bidan melakukan pencegahan infeksi sangat penting dalam menekan angka kesakitan dan kematian akibat infeksi yang terjadi pada bayi baru lahir, maka perlu penelitian mengenai Kepatuhan Bidan Melakukan Pencegahan Infeksi Terhadap Kejadian Infeksi pada bayi baru lahir. Tujuan; Mengetahui hubungan kepatuhan bidan melakukan pencegahan infeksi terhadap kejadian infeksi pada bayi baru lahir di RSU Dok II Provinsi Papua. Metode penelitian: Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan rancangan cross sectional yang mengambil wilayah penelitian di rumah sakit umum (RSU) Dok II Jayapura Provinsi Papua. Pengambilan sampel dengan sistematic random sampling dengan jumlah sampel 76 subjek. Pengumpulan data dilakukan dengan instrumen kuesioner. Analisis data dengan uji chi square dan regresi logistic. Hasil: Subjek penelitian tidak mengalami kejadian infeksi 67.14%, patuh melakukan pencegahan infeksi 57.14%, pendidikan ≥ D3 80%, pengetahuan kurang 62.86%, ketrampilan prosentase sama antara ketrampilan baik dan ketrampilan kurang dimana masing-masing 50%. Terdapat hubungan yang bermakna secara statistik (p=0.001) antara kepatuhan pencegahan infeksi dengan kejadian infeksi dimana ketidakpatuhan pencegahan infeksi mempunyai risiko 3.04 kali untuk kejadian infeksi. Terdapat hubungan yang signifikan antara pendidikan bidan dengan kejadian infeksi pada bayi p=0.005 dimana bidan pendidikan D1 kebidanan mempunyai prevalensi risiko 2.57 kali untuk terjadinya infeksi pada bayi. Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan bidan dengan kejadian infeksi pada bayi p= 0.442. Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara ketrampilan bidan dengan kejadian infeksi pada bayi p= 0.445. Analisis multivariabel didapatkan bahwa kontribusi kepatuhan pencegahan infeksi terhadap kejadian infeksi pada bayi baru lahir sebesar 6,8%. Kontribusi variabel kepatuhan pencegahan infeksi dan pendidikan bidan terhadap kejadian infeksi pada bayi sebesar 9,9%. Kesimpulan: Bidan yang tidak patuh melakukan pencegahan infeksi meningkatkan risiko untuk terjadinya infeksi pada bayi. Pengetahuan dan ketrampilan bidan tidak terdapat hubungan yang bermakna dengan kejadian infeksi pada bayi.

Background: Most of infant mortality in Indonesia in 2000 occurred in neonatal (33%), newborn (28%), post neonatal 21%, and children under five years (18%). The leading cause of neonatal mortality is infection. Midwives’ compliance in infection prevention is very essential in reducing infant mortality and morbidity rate; therefore, a study concerning this matter is needed. Objective: To study the relationship between midwives’ compliance in infection prevention and the incidence of neonatal infection at Dok II Jayapura General Hospital, Papua Province. Method: This was an observational study with a cross-sectional study design. The study was carried out at Dok II Jayapura General Hospital in Papua Province. Samples were taken using systematic random sampling and the sample size was 70 subjects. Data were collected using questionnaire and were then analyzed using chi-square test and logistic regression. Results: There were 67.14% subjects who had no infection. Of the selected midwives, 57.14% complied with infection prevention, 80% ferom a cad emit level or higher mere, 75.71% had good knowledge, and 58.57% had good skills. There was a significant relationship statistically (p=0.001) between the compliance in infection by which incompliance of infection prevention had 3.05 time risk in neonatal infection. There was also a significant relationship between midwives’ education and neonatal infection (p=0.005) in which midwives with 1 year educational background had 2.57 times of prevalence risks greater to lead to neonatal infection. There was not significant relationship between midwife skills and neonatal infection (p =0,191). Multivariable analysis showed that the contribution of compliance in infection prevention toward neonatal infection was 6.8%. In addition, the contribution of compliance in infection prevention and midwives’ education toward neonatal infection was 9.9%. Conclusion: Midwives who did not comply with infection prevention were likely to increase the risk of neonatal infection. Midwives’ knowledge and skills were insignificantly related to neonatal infection.

Kata Kunci : Kepatuhan bidan,Bayi baru lahir,Kejadian infeksi, Midwives’ compliance, neonatal, infection


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.