Pengaruh jaminan pembiayaan kesehatan terhadap pemanfaatan tenaga kesehatan dalam pertolongan persalinan di Kabupaten Bulungan
RUNDUPADANG, John Felix, dr. Siswanto Agus Wilopo, SU, MSc, ScD
2009 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan MasyarakatLatar belakang: Belum tercapainya target cakupan pertolongan persalinan tenaga kesehatan yang ditetapkan oleh Departemen Kesehatan dalam RPJM 2005-2009 untuk tahun 2007 sebesar 82% menjadi salah satu faktor utama tingginya Angka Kematian Ibu dan Angka Kematian Bayi Baru Lahir di Indonesia. Cakupan pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan di Kabupaten Bulungan pada tahun yang sama sebesar 76,9%. Salah satu penyebab belum tercapainya target cakupan pertolongan persalinan tenaga kesehatan adalah ketersediaan jaminan pembiayaan kesehatan. Tujuan penelitian: Diketahuinya proporsi pemanfaatan penolong persalinan di Kabupaten Bulungan berdasarkan kepemilikan jaminan pembiayaan kesehatan. Metode: Jenis penelitian observasional dengan rancangan case-control study menggunakan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Data diperoleh dari Register Kohort Ibu di Puskesmas pada periode Januari 2008 s/d September 2008. Populasi kasus adalah ibu yang melahirkan ditolong oleh tenaga kesehatan sedangkan populasi kontrol adalah ibu yang melahirkan ditolong oleh tenaga non-kesehatan. Hasil: Perbedaan proporsi yang tidak memiliki jaminan pembiayaan kesehatan pada kelompok kasus dan kelompok kontrol berbeda secara bermakna yang ditunjukkan dengan nilai p-value < 0,05. Hasil analisis ini menunjukkan bahwa jaminan pembiayaan kesehatan mempunyai hubungan yang bermakna dengan pemanfaatan penolong persalinan. Ibu dengan jaminan pembiayaan kesehatan cenderung akan meningkatkan pemanfaatan penolong persalinan tenaga kesehatan 2 kali lebih besar (95%CI 1,16-3,24) dibandingkan dengan ibu dengan jaminan pembiayaan kesehatan melahirkan pada tenaga non-kesehatan. Kesimpulan: Adanya jaminan pembiayaan kesehatan pada ibu yang melahirkan akan meningkatkan pemanfaatan penolong persalinan tenaga kesehatan. Kepemilikan jaminan pembiayaan kesehatan berpeluang menekan sekitar 32% pemanfaatan pertolongan tenaga non-kesehatan.
Background: Unachieved coverage target of delivery assisted by health workers as defined by the Ministry of Health in 2005-2009 Medium-Term Development Program (RPJM) that in 2007 was only 82% becomes one of leading factors of the high rate of maternal and infant mortality in Indonesia. The coverage of delivery assisted by medical attendants in Bulungan District in the same year was 76.9%. This was due to the unavailability of health insurance scheme. Objective: The identified proportion of the utilizing of delivery assistance in Bulungan District based on the ownership of health insurance scheme. Method: This was an observational study with a case-control study design using quantitative and qualitative approaches. Data were collected through women cohort registration in community health center in the period of January 2008 – September 2008. Population was delivering women assisted by medical attendants as case and delivering women assisted by non-medical attendants as control. Results: The proportion for those who had health insurance scheme in case and control groups was significantly different with p-value < 0.05. The result showed that health insurance scheme had a significant relationship with the utilizing of birth attendants. Women with health insurance scheme were likely to be at a 2 time greater to seek for medical attendants’ assistance (95%CI 1.16-3,24). Conclusion: The availability of health insurance scheme for delivering women would increase the utilizing of delivery assisted by medical attendants. The ownership of health insurance scheme presented an opportunity of reducing the utilizing of non-medical attendants up to around 32%.
Kata Kunci : jaminan pembiayaan kesehatan, pertolongan persalinan, health insurance scheme, delivery assistance