Laporkan Masalah

Pengaruh pendidikan kesehatan reproduksi remaja terhadap kemampuan penyelesaian masalah kehamilan tidak diinginkan pada mahasiswi kebidanan di Kota Bengkulu

DAMARINI, Susilo, dr. Ova Emilia, SpOG, M.M.Ed, Ph.D

2009 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat

Latar Belakang: Masa remaja merupakan salah satu tahapan dalam kehidupan manusia dan hampir 1 di antara 6 manusia adalah remaja. Di dunia setiap tahun kira-kira 15 juta remaja usia 15-19 tahun melahirkan, dan 4 juta remaja melakukan aborsi. KTD pada remaja meningkatkan aborsi dan akan menimbulkan terjadinya infeksi bahkan kematian. Di Kota Bengkulu, jumlah remaja 2.203 orang, jumlah remaja hamil pranikah 13 orang, remaja menikah di usia sekolah 10 orang, remaja hamil menggugurkan kandungannya 1 orang. Permasalahan remaja dapat dikendalikan dengan memberikan pendidikan tentang kehamilan tidak diinginkan pada remaja, menggunakan metode secara benar dan tepat.. Tujuan: Mengetahui perubahan kemampuan menyelesaikan masalah kehamilan tidak diinginkan setelah dilakukan pendidikan dengan metode diskusi kelompok sebaya dan ceramah Metode: Menggunakan kuasi-eksperimen non randomized pretestposttest control group design. Populasi mahasiswa akademi kebidanan tingkat 1 semester 1, berusia 18-20 tahun pada 2 akademi kesehatan di Kota Bengkulu. Jumlah sampel 40 pada kelompok intervensi dan 40 kelompok kontrol. Analisis uji paired t-test, regresi linier pada tingkat kemaknaan p<0,05. Hasil: Metode pendidikan kesehatan reproduksi remaja setelah dikontrol dengan variabel tempat tinggal sekarang bersama keluarga konsisten berpengaruh secara signifikan terhadap peningkatan nilai rata-rata kemampuan dalam menyelesaikan masalah KTD, nilai koefisien sebesar 3,18 (CI: 2,59–3,77). Nilai R2 0,61 berarti variabel tempat tinggal sekarang bersama keluarga dapat memprediksi kemampuan remaja dalam menyelesaikan masalah KTD sebesar 61%. Kesimpulan: Metode pendidikan diskusi kelompok sebaya dan ceramah dapat meningkatkan kemampuan remaja dalam menyelesaikan masalah KTD, dan dipengaruhi oleh variabel keluarga.

Background: Adolescence is one phase in human life cycle and one out of six people in the world is an adolescent. It is estimated that annually 15 million adolescent girls aged 15-19 years in the world have given birth and four millions of them have committed abortions. Unwanted pregnancy increases the number of abortions and this leads to problems such as infection and death. Based on data, the number of adolescents in Bengkulu Province is 2,203 people. Of those adolescent, 13 persons committed premarital pregnancy, 10 persons married in school age, and 1 person aborted her pregnancy. Actually, problems among adolescents can be controlled by giving sufficient information about unwanted pregnancy prevention at schools through an appropriate method.. Objective: To study the changes toward ability to solve problems regarding unwanted pregnancy after giving education through methods of peer group discussion and conventional way (lecturing). Method: Quasi-experiment, non randomized pretest-posttest control group design. Population was the first years and first grade of midwifery students at health school in Bengkulu, with aged ranging from 18 to 20 years old. Sample size was 40 respondents for each group. The analysis used paired t-test and linier regression with p < 0.05. Results: The method of adolescent reproductive health education after being controlled with the variable of living together with family was significantly affected the increased mean score of ability in solving problems regarding unwanted pregnancy, with coefficient value 3.18 (CI: 2.59-3.77). The value of R- square 0.61 meant that the variable of living together with family could predict to adolescent ability in solving problems regarding unwanted pregnancy by 61%. Conclusion: The intervention of peer group discussion method and conventional method (lecturing) could increase adolescent ability in solving problems regarding unwanted pregnancy and the variable of living together with family.

Kata Kunci : Metode pendidikan diskusi kelompok sebaya,Ceramah, peer group discussion, conventional way (lecturing), unwanted pregnancy


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.