Evaluasi pelatihan asuhan persalinan normal di P2KS Kupang Propinsi Nusa Tenggara Timur dan penerapan partograf oleh bidan
BAKOIL, Mareta B, dr. Siswanto Agus Wilopo, SU, MSc, ScD
2009 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan MasyarakatLatar Belakang: Suatu program pelatihan dikatakan bermutu, apabila pada akhir pelatihan, peserta dapat membawa dampak positif atau mempunyai nilai tambah bagi organisasi, program dan individu. Pada kenyataannya masih ada bidan yang sudah mengikuti pelatihan asuhan persalinan normal tapi belum sempurna dalam melaksanakan asuhan persalinan normal. Tujuan: Untuk mengevaluasi pelatihan Asuhan Persalinan Normal di P2KS Kupang. Metode: Penelitian ini merupakan jenis penelitian observasional dengan rancangan kohor retrospektif (historical cohort). Instrumen yang digunakan adalah kuesioner, pedoman observasi dan pedoman wawancara mendalam. Subjek penelitian adalah bidan yang telah mengikuti pelatihan APN di P2KS Kupang. Analisis univariabel dengan distribusi frekuensi, analisis bivariabel dengan chi-square, analisis multivariabel dengan regresi logistik dan analisis data kualitatif. Hasil: Pelatihan APN optimal mempunyai hubungan bermakna terhadap penerapan partograf oleh bidan dengan nilai RR 3,7 (95%CI 2,00-6,85). Variabel lain yang berhubungan dengan penerapan partograf adalah keterampilan pengisian partograf, sarana (formulir partograf) dan interval waktu pelatihan. Hasil regresi logistik menggambarkan bahwa keterampilan pengisian partograf saat pelatihan dan tersedianya sarana (formulir partograf) di tempat kerja bidan mempunyai hubungan terhadap penerapan partograf. Kesimpulan: Pelatihan APN yang optimal dapat meningkatkan keterampilan bidan dan dapat menerapkan partograf dengan benar dan tepat.
Background: A training program is of good quality if at the end of training participants can bring positive impact or have additional value for the organization, program or individuals. However, in reality midwives who have participated in normal childbirth care training do not always master good practice of normal childbirth care. Objective: To evaluate normal child birth care training at Secondary Clinic Training Center of Kupang. Method: This was an observational study that used retrospective cohort design. Research instruments consisted of questionnaire, observation guide and indepth interview guide. Subject of the study were midwives who had participated in normal childbirth care training at Secondary Clinic Training Center of Kupang. Data analysis used univariate with frequency distribution, bivariate with chi square, multivariate with logistic regression and qualitative data analysis. Result: Optimum training of normal childbirth care had significant association with the use of partogram by midwives with RR=3.7 (95% CI=2.00-6.85). Other variables associated with the use of partogram were skills in the filling in of partogram, facilities (partogram forms) and interval of training. The result of logistic regression showed that skills in the filling in of partogram during training and the availability of facilities (partogram forms) in the working place were associated with the use of partogram. Conclusion: Optimum training of normal childbirth could increase the midwives skills and the midwives could apply partograph correctly and accurately.
Kata Kunci : Evaluasi,Pelatihan,Asuhan persalinan normal dan partograf, evaluation, training, partogram, normal childbirth care