Laporkan Masalah

Kehamilan usia remaja dan kelahiran preterm di RSUP Sanglah Denpasar

ERAWATI, Ni Luh Putu Sri, dr. Oya Emilia, SpOG, M.M.Ed, PhD

2009 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat

Latar Belakang: Kelahiran preterm merupakan salah satu penyebab utama kesakitan dan kematian perinatal. Di beberapa negara maju proporsi bayi yang dilahirkan preterm telah meningkat dalam 20 tahun terakhir. Di Indonesia angka kejadian kelahiran preterm berkisar antara 10-20%, sedangkan di RSUP Sanglah Denpasar insidennya berkisar antara 6,8-7,3%. Sekitar 50% dari penyebab kelahiran preterm tidak diketahui secara pasti. Salah satu faktor risiko yang diduga meningkatkan insiden kelahiran preterm adalah kehamilan usia remaja. Beberapa hasil penelitian tentang risiko kelahiran preterm yang berhubungan dengan kehamilan usia remaja masih menunjukkan hasil yang tidak konsisten. Tujuan: Mengetahui hubungan antara kehamilan usia remaja dengan kejadian kelahiran preterm. Metode: Jenis penelitian observasional dengan rancangan kasus kontrol. Subjek penelitian adalah semua ibu yang melahirkan di RSUP Sanglah Denpasar pada periode 1 Januari 2006 sampai 31 Desember 2008. Jumlah sampel pada penelitian ini sebanyak 161 ibu yang melahirkan pada usia kehamilan <37 minggu (kasus) dan 161 ibu yang melahirkan pada usia kehamilan 37-42 minggu (kontrol). Data dikumpulkan dari data sekunder yang terdapat pada catatan rekam medik. Uji hipotesis menggunakan uji chi-square dengan nilai p=0,05 dan odds ratio (OR) dengan 95% confidence interval (CI). Analisis regresi logistik ganda digunakan untuk menganalisis hubungan kehamilan usia remaja dengan kelahiran preterm setelah mempertimbangkan variabel luar. Hasil: Hasil analisis multivariabel menunjukkan bahwa ada hubungan bermakna antara kehamilan usia remaja dan kelahiran preterm setelah mempertimbangkan variabel status gizi dan anemia dengan OR: 2,3 (95% CI: 1,01-5,28). Kesimpulan: Kehamilan usia remaja meningkatkan risiko kelahiran preterm sebesar 2,3 kali.

Background: Preterm birth is one of leading causes of perinatal morbidity and mortality. In some developed countries, the proportion of preterm birth has been increasing in the past 20 years. In Indonesia, the rate of preterm birth ranges from 10 to 20%, while at Sanglah General Hospital Denpasar, the prevalence reaches 6.8-7.3%. Around 50% of preterm birth causes are still unknown. One of risk factors assumed to increase the prevalence of preterm births is adolescent pregnancy. Some studies regarding he risks of preterm birth that is related to adolescent pregnancy have shown inconsistent results. Objective: To study the relationship between adolescent pregnancy and preterm birth. Method: An observational study with a case-control study design. Subjects were all women delivering at Sanglah General Hospital Denpasar in the period of 1 January 2006 to 31 December 2008. Sample size in this study was 161 women delivering at <37 weeks of gestational age as case and 161 women delivering at 37-42 weeks of gestational age as control. Data were gathered from the secondary data in medical records. Hypothesis test used chi-square test with p= 0.05 and OR with 95% CI. Analysis of multiple logistic regressions was used to analyze the relationship between adolescent pregnancy and preterm birth after adjusted extraneous variables. Results: The results of multivariable analysis showed that there was a significant relationship between adolescent pregnancy and preterm birth after adjusted variables of nutritional status and anemia with OR: 2.3 (95% CI: 1.01-5.28). Conclusion: Adolescent pregnancy increased the risk of preterm birth 2.3 times greater.

Kata Kunci : Kehamilan usia remaja,Kelahiran preterm,adolescent pregnancy, preterm birth


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.