Frekuensi pemeriksaan selama kehamilan dan bayi berat lahir rendah :: Analisis data SDKI 2002-2003
YUSNI, Feri, dr. Ova Emilia, SpOG, M.M.Ed, PhD
2009 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan MasyarakatLatar Belakang: Pemeriksaan kehamilan merupakan salah satu upaya untuk menurunkan angka kesakitan ataupun kematian ibu dan bayi. Frekuensi pemeriksaan minimal dilakukan empat kali selama kehamilan meliputi satu kali pada trimester pertama, satu kali pada trimester kedua dan dua kali pada trimester ketiga. Frekuensi pemeriksaan kehamilan yang teratur dapat mendeteksi kelainan dan komplikasi yang dapat terjadi pada ibu dan janin termasuk risiko kejadian bayi berat lahir rendah. Angka kematian neonatus di Indonesia 20 per 1000 kelahiran hidup (BPS, 2003). Penyebab utama kematian neonatal tersebut adalah bayi berat lahir rendah 29%. Angka kematian bayi di Indonesia 35 per 1000 kelahiran hidup. Sekitar 57% kematian tersebut terjadi pada umur dibawah 1 bulan, penyebab utamanya adalah gangguan perinatal dan bayi berat lahir rendah. Menurut BPS (2003) prevalensi bayi berat lahir rendah yaitu 6%. Target penurunan prevalensi bayi berat lahir rendah adalah kurang dari 5% pada tahun 2010. Tujuan: Diketahuinya hubungan frekuensi pemeriksaan kehamilan dan kejadian bayi berat lahir rendah. Metode: Rancangan penelitian kohor retrospektif. Penelitian ini menggunakan data dari BPS (SDKI 2002-2003). Populasi dalam penelitian ini adalah wanita usia 15-49 tahun, pernah kawin, memeriksakan kehamilan dan mempunyai anak lahir hidup. Jumlah sampel adalah 8.712 responden yang memenuhi kriteria penelitian. Analisis uji chisquare, regresi binomial pada tingkat kemaknaan p<0,05 dan interval kepercayaan 95%. Hasil: Kejadian bayi berat lahir rendah lebih besar 1,59 kali pada ibu dengan pemeriksaan kehamilan tidak K4 dibandingkan pada ibu dengan pemeriksaan K4. Dengan menyertakan pendidikan RR; 1,43 (95% CI; 1,04-1,95), dan kemampuan frekuensi pemeriksaan kehamilan dengan menyertakan pendidikan dapat memprediksi kejadian bayi berat lahir rendah sebesar 7,2%. Kesimpulan: Frekuensi pemeriksaan kehamilan yang tidak K4 signifikan terhadap bayi berat lahir rendah dan meningkatkan risiko bayi berat lahir rendah.
Background: Antenatal care is believed as one effort to reduce the rate of maternal and infant mortality and morbidity. Minimal frequency of antenatal care is done through at least four visits that include one visit in the first trimester, one visit in the second trimester and two visits in the third trimester. Regular antenatal care can detect fetal and pregnant women’s abnormality and complications including the risk of low birth weight (LBW). Based on 2003 Central Bureau of Statistics (BPS), the rate of infant mortality in Indonesia is 35 per 1000 live births with LBW as its leading cause (29%). In fact, infant mortality rate in Indonesia is 35 per 1000 live births and 57% of mortality occurred in babies aged less than one month with perinatal disorders and LBW (6%) as its leading causes. Meanwhile, the target for reducing LBW prevalence is less than 5% in 2010. Objective: Understand the relationship between frequency of antenatal care and the incidence of low birth weight. Method: The study used cohort retrospective design. The data were taken from BPS data (2002-2003 IDHS). Population in this study was women 15- 49 years of age, married or once married, checking up their pregnancy, and giving birth to a live baby. The number of samples was 8712 respondents who met study criteria. The study employed chi-square test for data analysis, binomial regression with p < 0.05 and CI 95%. Results: The incidence of LBW was 1,59 times to be found in without four visits of antenatal care group than four visits of antenatal care group. Including the variable of education (RR: 1.43; 95 % CI: 1.04-1.95) and ability of antenatal care frequency by including education could predict LBW by 7.2%. Conclusion: Pregnant women without four visits of antenatal care were significant to LBW and increased the risk of LBW.
Kata Kunci : Frekuensi pemeriksaan kehamilan,Bayi berat lahir rendah, Frequency of Antenatal Care, Low Birth Weight