Laporkan Masalah

Implementasi metode value at risk dalam mengukur tingkat risiko pasar terhadap PT Bank Mandiri (Persero) Tbk

ERNAWATI, Hani, Supriyadi, Dr., M.Sc

2009 | Tesis | S2 Magister Manajemen

Bank sebagai lembagai penyimpan dan sekaligus pengelola dana masyarakat yang memperoleh pendapatannya dari menerima dan mengelola risiko nasabah tentunya memerlukan kemajuan dalam kualitas manajemen risiko pada aktifitas Bank sehari-hari, agar dapat mengantisipasi ketidakpastian kondisi di masa datang yang dapat mengakibatkan kerugian investasi. Risiko merupakan suatu alasan mengapa Bank melakukan usaha. Struktur tata kelola manajemen risiko Bank yang kuat menjadi dasar evaluasi keseimbangan antara risiko dan tingkat pengembalian untuk menghasilkan pendapatan yang berkesinambungan., mengurangi fluktuasi pendapatan, serta meningkatkan nilai bagi para pemegang saham. Bisnis Bank dipaparkan ke dalam risiko utama yaitu risiko kredit, risiko pasar, risiko likuiditas dan risiko operasional Kebutuhan manajemen risiko yang menjadikan perhatian para regulator, seperti Basle Committee on Banking Supervision pada Januari 1996 menyebutkan secara umum metode standar pengukuran risiko portofolio dan mensyaratkan pelaku pasar untuk menerapkan minimal satu metode tersebut, yaitu standar kualitatif dan stress testing. Untuk itu diperlukan suatu metode pengukuran yang memenuhi untuk menterjemahkan risiko secara kuantitatif yang dapat diaplikasikan dan dapat berfungsi sebagai early warning system dalam bidang keuangan. Salah satu analisis perhitungan standar kuantitatif adalah VaR yang saat ini merupakan tools utama bagi bank dalam menghitung probabilitas kerugian terburuk yang akan dialaminya. Perkembangan VaR meningkat pesat seiring semaraknya aktifitas portofolio trading yang dilakukan bank. Metode pengukuran risiko dengan metode Value at Risk (VaR) memiliki tingkat akurasi dan reabilitas yang baik dibandingkan metode pengukuran risiko yang sudah ada. Penelitian ini mengkhususkan diri pada metode Varian – Covariance karena tingkat akurasinya cukup tinggi, mudah diimplementasikan dan waktu pelaksanaan terbilang singkat. Ada 4 faktor utama yang mempengaruhi besarnya nilai VaR, yaitu : volatilitas, tingkat kepercayaan, komposisi portofolio dan lamanya portofolio tersebut dipegang. Untuk menentukan nilai volatilitas dipilih 2 metode perhitungan volatilitas yang terdapat pada metode variance-covariance yaitu metode standar Deviasi, Equally Weighted (EW) dan Equally Weighted Moving Average (EWMA). Proses penelitian ini melalui beberapa tahap, 1) pengumpulan datahistoris yang dibutuhkan, kemudian 2) mendivesrifikasikan portofolio berdasarkan umur jatuh temponya (maturity), 3) pengolahan data sehingga didapatkan nilai VaR. Meski demikian, nilai VaR yang telah didapatkan tidak langsung diterima, melainkan harus diuji dahulu apakah model perhitungan yang telah dibentuk memenuhi uji validasi model atau tidak. Untuk itu dilaksanakan langkah 4 dengan memanfaatkan backtesting untuk setiap model ehingga dapat ditentukan model mana yang memiliki tingkat validasi terbaik. Kriteria suatu metode dikatakan memenuhi syarat adalah jika nilai VaRnya lebih kecil terhadap actual loss dan jumlah penyimpangan ini berada di antara ambang atas dan ambang bawah.

Bank as board of depositor and organizer of fund which gets its income from funding and organizing the client risk may need the progress of the risk management on daily activity. In order to anticipate uncertainty condition int the future that cause the investation loss, risk is the reason why Banks run the business. The strong structure of Risk Management become the foundation of balancing between risk and return, to produce suistainable income, reducing fluctuation of income and increasing stockholder’s value. The business of banks are presented in the main risks; these are credit risk, market risk, liquidity risk and operational risk Due to the fact, it is needed a measuring method that is capable to interpret the risk in a qualitative form thus it can be applied worldwide and can be functioned as an early warning system in the financial field. One of the newest qualitative risk measuring methods is the Value at Risk. This method has good accuracy and reability compared by the risk measuring methods that has already existed. This research specializes in the Variancovariance method since the accuracy level is quite high, easy to be implemented and the short application time. There are four main factors that influence the bigger of VaR value, namely the volatility, the trust level, the portfolio composition and the length of the portfolio hold. To determine the volatility value, it is chosen two volatility-counting methods existed in the variance-covariance method, namely Standard Deviation method and EWMA (Equally Weighted Moving Average). This research process passes through some steps. The first step is the historical data collection that is required, and then the next step is to conduct the diversification portfolio based on the general maturity. The third step is the data processing in order to obtain the VaR value. However. The obtained VaR value cannot be directly accepted but it needs to be tested whether the counting model which has been figured meet a demand of the tested validation model or not. Therefore, it is then conducted the fourth step by utilizing the backs testing for every model with the intention that it can be determined which model has the best validation level. The criteria of a model, in effect, fulfilled the condition is if the VaR value is smaller toward the actual loss and the number of the deviation is between the upper or lower floating

Kata Kunci : VaR,Metode standar deviasi,Equally weighted,Equally weighted moving average


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.