Laporkan Masalah

Analisis hubungan tanggung jawab sosial dengan kinerja keuangan perusahaan

BULO, Saprawira Ebsar, Jogiyanto Hartono, Prof., Dr., MBA

2009 | Tesis | S2 Magister Manajemen

Perusahaan berperan sebagai sebuah institusi bisnis sekaligus sebagai sebuah institusi sosial. Perusahaan dituntut untuk menghasilkan laba sebesar-besarnya sebagai institusi bisnis. Sedangkan sebagai institusi sosial, perusahaan diharapkan mampu memberikan konstribusi positif bagi tidak hanya masyarakat sekitar, namun stakeholder secara keseluruhan. Salah satu cara meningkatkan laba bagi perusahaan adalah menekan pos-pos pengeluaran yang dianggap kurang efisien. Pengeluaran yang diperuntukkan bagi program tanggung jawab sosial perusahaan merupakan salah satu pengeluaran yang dianggap kurang efisien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah kinerja tanggung jawab sosial perusahaan mempengaruhi kinerja keuangan perusahaan tersebut. Kinerja tanggung jawab sosial diukur melalui peringkat Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan (PROPER) yang dikeluarkan oleh Kementerian Lingkungan Hidup. Sedangkan pengukuran kinerja diukur melalui laba sebelum pajak, penghasilan, total aktiva, resiko, dan harga saham untuk mengukur kinerja keuangan perusahaan menurut sudut pandang pasar. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian korelatif. Sampel yang digunakan adalah tiga puluh perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia dan mengikuti PROPER-KLH selama periode penilaian 2006-2007. Dari hasil pengolahan data dengan analisis regresi berganda, diketahui bahwa kinerja tanggung jawab sosial yang tercermin melalui peringkat PROPER-KLH tidak mempengaruhi secara positif kinerja keuangan perusahaan yang diukur melalui laba sebelum pajak. Pengeluaran untuk program tanggung jawab sosial merugikan perusahaan. Namun, kinerja tanggung jawab sosial yang baik mendapat apresiasi dari pasar modal. Perusahaan dengan peringkat PROPER-KLH memiliki harga saham yang lebih baik dibandingkan perusahaan dengan peringkat PROPER-KLH yang kurang baik.

Company functions as a business institution and at the same time as a social institution. Company as a business institution demanded to generate profit as much as possible. Meanwhile as social institution, a company demanded for its positive contributions not only for its surroundings but for all stakeholders in broader perspective. A stiff expenditure policy is an example on how to generate higher profit. Expenditures on company social responsibility program is expenditure considered as a less efficient expenditure. The goal of this research is to find out whether social performance conducted by a company influences its financial performance. Company social performance measured with the rating from Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan (PROPER) which released by Kementerian Lingkungan Hidup. Financial performance measured by profit before taxes, revenues, total assets, risk, and share price to measure the financial performance from the capital market’s point of view. This research worked under correlative method to find the relationship of both variables. Samples used in this research are the thirty companies which listed on Indonesia Stock Exchange and also listed as participants at the PROPER-KLH program conducted by Kementerian Lingkungan Hidup The result obtained from data analysis with multiple linear regression this is that company social responsibility performance noted in PROPER-KLH rating did not positively influence financial performance of a company which measured by its profit before taxes. Such expenditures on company social responsibility program harm the profitability of a company. But on the other hand, the corporate social responsibility appreciated by the capital market. Companies with better social performance have the better share price than those that do not have a good social performance.

Kata Kunci : Tanggung jawab sosial,PROPER,KLH,Kinerja keuangan, company social performance, PROPER-KLH, financial performance


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.