Analisis efisiensi kinerja reksadana saham dengan metode data envelopment analysis (DEA)
HARDHANI, Rahmatia, Jogiyanto Hartono, Prof., Dr., MBA
2009 | Tesis | S2 Magister ManajemenPenelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui tingkat efisiensi kinerja dari masing-masing reksadana saham pada tahun 2005 sampai dengan 2007 dan mengetahui faktor-faktor yang berpengaruh terhadap tingkat efisiensi reksadana saham. Melalui penelitian ini pula dapat dilakukan evaluasi terhadap reksadana saham yang belum efisien. Dalam hal ini pada reksadana saham yang belum efisien ditentukan faktor-faktor yang menyebabkan ketidakefisienannya dan cara memperbaiki kinerja reksadana saham tersebut sehingga menjadi efisien. Dengan demikian dapat ditentukan kebijakan untuk mempertahankan atau meningkatkan kinerja suatu reksadana saham. Penelitian dilakukan terhadap reksadana saham yang aktif di sepanjang bulan Januari 2005 sampai dengan bulan Desember 2008 dengan menggunakan data keuangan tahunan tiap-tiap reksadana saham yang aktif bertransaksi pada periode tersebut. Dari hasil penelitian menggunakan Data Envelopment Analysis (DEA) terdapat tujuh reksadana saham yang belum efisien yaitu Reksadana ABN AMRO Indonesia Equity, Bahana Dana Prima, Big Nusantara, Big Palapa, BNI Reksadana Berkembang, Dana Sentosa, dan Phinisi Dana Saham. Reksadana saham yang paling efisien Panin Dana Maksima. Variabel yang belum memiliki nilai yang sesuai nilai yang seharusnya dapat dicapai sehingga menyebabkan ketidakefisienan yaitu variabel risiko, subscription cost, beban jasa pengelolaan investasi, beban jasa Bank Kustodian, beban lain-lain, return, dan pertumbuhan aset terhadap return.
The purpose of this study are to recognize the efficiency level of mutual funds in the year of 2005-2007 and to recognize factors that influence the efficiency level of mutual funds. This study also evaluate the non-efficient mutual funds by determine the factors that cause inefficiency and the way to revise the mutual funds in order to make these efficient. The objects of this study are mutual funds that active in transaction from January 2005 until December 2008. From the result of Data Envelopment Analysis (DEA) to 16 mutual fund to be studied, there are seven mutual fund revealed not realy efficient, those are ABN AMRO Indonesia Equity, Bahana Dana Prima, Big Nusantara, Big Palapa, BNI Reksadana Berkembang, Dana Sentosa, and Phinisi Dana Saham. The most efficient mutual funds whether based on input nor output orientation was Panin Dana Maksima. The factors that cause ineffieciency are standard deviation, subscription cost, investment management fee, custodian fee, others fee, return, and growth.
Kata Kunci : DEA,Efisien,Reksadana, DEA, efficient, mutual fund