Analisis kinerja keuangan perbankan di Indonesia dengan menggunakan sistem penilaian tingkat kesehatan bank umum
NURSIDIN, Arief, Sukmawati Sukamulja, Prof. Dr
2009 | Tesis | S2 Magister ManajemenBisnis perbankan merupakan bisnis kepercayaan yang sangat rentan dengan rumor-rumor negatif sehingga pengelolaannya harus dilakukan secara prudent atau penuh dengan kehati-hatian. Untuk menghindari terjadinya rumor-rumor negatif yang dapat menimpa bank, pengelola wajib memperhatikan tingkat kesehatan atas bank yang dikelolanya. Dengan melakukan penilaian terhadap faktor-faktor CAMELS yaitu capital, asset quality, management, earnings, liquidity dan sensitivity to market risk maka tingkat kesehatan suatu bank akan dapat diketahui apakah suatu bank termasuk dalam kategori sehat atau tidak sehat. Penelitian ini dilakukan terhadap empat faktor CAMELS yang meliputi capital, asset quality, earnings dan liquidity guna melihat kinerja keuangan dari lima bank papan atas dan lima bank papan bawah di Indonesia pada tahun 2006-2007 yaitu periode sebelum krisis keuangan global terjadi dan September 2008 yaitu periode saat krisis keuangan global masih berlangsung. Penelitian ini bertujuan untuk melihat ada tidaknya pengaruh krisis keuangan terhadap kinerja keuangan lima bank papan atas dan lima bank papan bawah dilihat dari jumlah asetnya di Indonesia. Jenis penelitian yang digunakan yaitu penelitian pengujian hipotesis (hypothesis testing), sedangkan hipotesisnya termasuk dalam hipotesis hubungan. Dalam penelitian ini strategi pengumpulan data yang digunakan berupa strategi arsip (archival), yaitu data dikumpulkan dari catatan atau basis data yang sudah ada. Adapun teknik pengumpulan datanya adalah teknik pengumpulan dari basis data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan rata-rata hitung nilai empat faktor yang diteliti, total nilai komposit bank papan atas untuk tahun sebelum krisis (tahun 2006-2007) lebih rendah dibandingkan bank papan bawah namun termasuk dalam kategori sehat. Sedangkan untuk periode selama krisis masih berlangsung (September 2008) total nilai komposit bank papan atas lebih tinggi dibandingkan dengan total nilai komposit bank papan bawah dan keduanya termasuk dalam kategori sehat. Selanjutnya berdasarkan rata-rata hitung rasio dari dua belas komponen (unsur dari empat faktor yang diteliti) diketahui bahwa terdapat komponen yang memiliki peringkat di bawah sehat yaitu cukup sehat dan kurang sehat. Bank papan atas yang diteliti memiliki masalah dengan kualitas aset yang masih kurang baik untuk periode sebelum dan saat krisis. Bank papan bawah mengalami penurunan kualitas aset juga mengalami penurunan rentabilitas (ROA, ROE) bahkan diantaranya mengalami kerugian yang cukup signifikan. Selain itu bank papan bawah juga menghadapi kendala likuiditas berupa tingkat LDR yang tinggi.
Banking Business is a trust business which is so sensitive to negatif rumors that the management must be done prudently. To avoid negative rumors that can happen to a bank, the management must focus on the bank’s health that they manage. By evaluating the CAMELS factors that are capital, asset quality, management, earnings, liquidity and sensitivity to market risk, will be able to find out the bank’s health whether a bank is categorized into a healthy or not healthy bank. This research was done on the four factors of CAMELS that are capital, asset quality, earnings and liquidity to find out the financial performance of the top five banks and the bottom five banks in Indonesia in 2006-2007, the period before global financial crisis and September 2008, the period when global financial crisis is proceeding.. This research aims to find out whether or not financial crisis affected financial condition of the top five banks and the bottom five banks based on their assets in Indonesia. The kind of research used hypothesis testing, meanwhile the hypothesis is categorized into relational hypothesis. Thus the collecting data strategy used archival strategy, the data is collected from records or data base available. Whereas the technique of collecting data used is a technique of collecting data from the data base. The result of the research shows that based on the average score of the four factors being researched, the composite of total score of top level banks in the year before the crisis (2006-2007) is lower than bottom level banks, but they are still categorized as healthy banks. However, for period during crisis (September 2008) the composite of total scores of the top level banks is higher than the bottom level banks which are both categorized as healthy banks. Furthermore, based on the average ratio of twelve component (element of four factors being researched) is known that there is a top level banks have a problem with asset quality which is bad enough in the period of before and during crisis. The bottom level banks experienced the decline of asset quality and experienced the decline on earnings (ROA, ROE), even some of them have got lost with quite significant value. Besides, the bottom level banks have liquidity problem that is a high level of LDR.
Kata Kunci : Prudent,Tingkat kesehatan bank,CAMELS,Nilai komposit,Nilai komponen,Krisis keuangan,prudent, bank health, CAMELS, composite scores, component scores, financial crisis.