Laporkan Masalah

Perhitungan alokasi modal dengan pendekatan advanced measurement sebagai perlindungan terhadap kerugian operasional

MULIAWAN, Mahdany, Zaki Baridwan, Prof. Dr. M.Sc

2009 | Tesis | S2 Magister Manajemen

Risiko Operasional selain dari risiko kredit dan risiko pasar merupakan salah satu dari tiga risiko yang harus dikelola dengan baik oleh setiap bank. Bank Indonesia telah menetapkan bahwa pemberlakukan Basel II yang merupakan aturan perhitungan modal bank dilaksanakan pada pertengahan tahun 2009. Ada tiga metode yang dapat digunakan dalam menghitung jumlah modal yang perlu dialokasikan sehubungan dengan pengelolaan risiko operasional. Dari ketiga metode tersebut dipilih salah satu yaitu Advanced Measurement Approach (AMA) dengan alasan lebih sensitif terhadap risiko yang dialami. Bank yang memiliki risiko relatif tinggi ditandai dengan jumlah nominal data kerugian aktual yang cukup besar maka bank tersebut harus mengalokasikan modal dalam jumlah yang besar pula yang akan berfungsi sebagai perlindungan terhadap kerugian yang timbul dari risiko operasional. Untuk dapat menghitung berapa jumlah modal yang harus dialokasikan dengan menggunakan metode AMA, maka diperlukan data minimal dalam kurun waktu 3 tahun yang meliputi seluruh kerugian bank yang disebabkan oleh kelemahan atau gagalnya penanganan 4 faktor yang meliputi people, system, process dan external. Kemudian data ini diolah secara statistik untuk memperoleh distribusi severity dan frequency yang selanjutnya akan disimulasikan dengan menggunakan monte carlo simulation sehingga dihasilkan sebuah angka yang dapat dipakai sebagai penetapan modal yang perlu dialokasikan sehubungan dengan risiko operasional. Hal yang cukup penting dan menentukan dalam keberhasilan perhitungan alokasi modal menggunakan metode AMA adalah: • Komitmen dari seluruh jajaran manajemen yaitu dari level Direksi sampai dengan kepala unit kerja kantor kas dalam hal pencatatan seluruh kerugian yang terjadi. • Adanya unit kerja tertentu yang independen yang menjalankan fungsi manajemen risiko operasional yang ditempatkan di unit kerja secara desentralisasi

Beside Market and Credit Risk, Operational Rist Management constitutes one of three risk which shall be brought off with every consideration by each bank. Central Bank in Indonesia have established that implementation of Basel II that manage capital calculation will be performed in the middle of year 2009. There are three applicable methods in order to measure the capital that we have to allocate regarding operational risk management. Among those three methods, Advanced Measurement Approach was chosen since this methodology was more sensitive to the risk than others. Bank that has higher risk, which experienced higher actual loss will have to allocate more capital than other bank that has lower risk that will function as a protection to cover operational risk. To be able to calculate how much capital that bank have to allocate based on AMA method, at least three years data that consist of losses from inadequate or failed in internal processes, human behaviour, systems and external has to recorded properly. After that the data will be processed statistically to obtain severity and frequency distribution, next step is simulate the data using monte carlo simulation to generate specific number that can count on and relate to capital allotacion to cover operational risk. The important things that could determine appropriate result of measuring capital calculation with AMA method, as follows: • Commitment from all level management to support the recording all of lossess that occurred. • Specific unit that function as operational risk management that placed in unit business independently.

Kata Kunci : Alokasi modal,Operational risk management,Advanced measurement,Capital Calculation


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.