Laporkan Masalah

Strategi Perum Pegadaian memasuki industri pembiayaan mikro

PUTRANTI, Khoiriyah Dwi, Bambang Riyanto LS, Dr. MBA

2009 | Tesis | S2 Magister Manajemen

Sebagai satu-satunya perusahaan yang bermain dalam industri gadai Perum Pegadaian melihat masih terbukanya peluang untuk melakukan penetrasi pasar pada industri pembiayaan mikro. Sesuai dengan PP No.103 Tahun 2000 tentang Perum Pegadaian, maka perusahaan dapat menjadi jembatan antara pemerintah dan pengusaha untuk menyalurkan modal kerja dengan sistem gadai maupun fidusia. Penetrasi pasar dilakukan Perum Pegadaian ke industri pembiayaan mikro, berdasarkan pertimbangan masih besarnya peluang berupa pangsa pasar yang belum tergarap oleh perbankan. Kemampuan Perum Pegadaian untuk ikut berkompetisi dalam industri pembiayaan mikro harus didukung dengan formulasi competitive strategy berdasarkan kekuatan dan kelemahan perusahaan serta peluang dan ancaman yang harus dihadapi. Functional Analysis dan Value Chain Analysis untuk melakukan analisis internal akan menjelaskan secara detail kondisi perusahaan sehingga akan memberikan gambaran faktor kelemahan dan faktor kekuatan perusahaan. Sedangkan analisis industri dilakukan dengan Characteristic Industry, Five Forces Analysis dan Driving Forces Analysis sehingga memberikan gambaran secara lengkap peluang dan ancaman yang dalam industri. Dengan Strategyc Group Map menjelaskan posisi perusahaan bersama para pemain lain dalam industri dan Key Success Factor menujukkan faktor untuk dapat unggul berkompetisi. Hasil analisis menunjukkan Perum Pegadaian memiliki beberapa keunggulan, yaitu ragam produk yang dimiliki perusahaan, jaringan layanan yang tersebar luas, brand yang melekat pada perusahaan dan fleksibilitas pada penentapan colateral. Dan kelemahan yang dimiliki Perum Pegadaian adalah permodalan yang masih terbatas, kualitas SDM yang masih rendah, sistem teknologi yang tidak memadai, dan image dikalangan pasar potensial bahwa berhubungan dengan Perum Pegadaian merupakan hal yang menurunkan harga diri. Analisis industri menunjukkan peluang industri pembiayaan mikro, yaitu pangsa pasar yang luas, dan dukungan pemerintah. Sedangkan ancaman dalam industri pembiayaan mikro antara lain kondisi ekonomi, ketidakpastian hukum, dan persaingan yang ketat. Strategyc Group Map menggambarkan posisi Perum Pegadaian terutama dengan BRI dan DSP karena ketiga perusahaan memiliki strategi yang sama. Key Success Factor yang dapat menjadi keunggulan bersaing dalam industri pembiayaan mikro, yaitu prosedur yang sederhana, simple dan cepat, standar layanan yang fokus pada customer satisfaction, tingkat suku bunga yang rendah, kualitas SDM dengan keahlian handal dan pengembangan TI. Berdasarkan faktor-faktor tersebut strategi yang diformulasikan adalah Low Cost Strategy, terutama yang berkaitan dengan bunga dan biaya pegawai. Strategi ini didukung dengan langkah yang harus dilakukan, yaitu peningkatan kualitas SDM yang menunjang penyaluran kredit mikro, penyederhanaan prosedur dan persyaratan colateral serta peningkatan sistem TI.

Being the one and the only company playing in the pawning industry, Perum Pegadaian still sees the vast opportunity to penetrate into micro financing market. By virtue of PP Number 103 Year 2000 about Perum Pegadaian, The Company can be the bridge between the government and businesspeople to conduct a working capital channeling using pawning or fiducia system. The interest to penetrate into micro financing industry is driven by the vast opportunity in the market which is not fully served by banking. The ability of Perum Pegadaian to be a prominent player in the competition should be supported by a strong competitive strategy based on strength, weakness, opportunity and threat faced by the company in the marketplace. Functional Analysis and Value Chain Analysis are used to analyze the in detail internal condition of the company and give a comprehensive description regarding the weaknesses and strengths of the company. Industry analysis uses Characteristic Industry, Five Forces Analysis and Driving Forces Analysis to give a description regarding opportunities and threats in the industry. Strategy Group Map is also used to analyze the industry to provide a systematic explanation regarding company’s position compared to the other competitors in the industry while the competitive factors of the industry is described in Key Success Factor analysis. Analysis results show jay Perum Pegadaian has several advantages, they are product variants, wide-spread service network, company brand name and flexibility in setting up the collateral. At the other side, the weaknesses faced by Perum Pegadaian are the limited capital, low quality in human resources, inadequate information technology and image in the potential market that dealing with Perum Pegadaian is considered disgraceful. Functional Analysis and Value Chain Analysis are used to analyze the in detail internal condition of the company and give a comprehensive description regarding the weaknesses and strengths of the company. Industry analysis uses Characteristic Industry, Five Forces Analysis and Driving Forces Analysis to give a description regarding opportunities and threats in the industry. Strategy Group Map is also used to analyze the industry to provide a systematic explanation regarding company’s position compared to the other competitors in the industry while the competitive factors of the industry is described in Key Success Factor analysis.

Kata Kunci : Kekuatan dan kelemahan,Peluang dan ancaman,Formulasi strategi,strenght and weakness, opportunity and threat, formulation strategy


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.