Laporkan Masalah

Peran institusi lokal dalam mencegah konflik sosial antara komunitas Islam dan Kristen di Desa Waihatu Kecamatan Kairatu Kabupaten Seram Bagian Barat

LALIHUN, Ishaka, Prof. Dr. Susetiawan

2009 | Tesis | S2 Sosiologi

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji integrasi diantara komunitas Islam-Kristen dalam proses integrasi, peran institusi lokal dalam menggunakan strategi untuk mengantisipasi konflik di Desa Waihatu Kecamatan Kairatu. Kabupaten Seram Bagian Barat Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif analisis dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data meliputi observasi terlibat, wawancara mendalam, kepustakaan atau dokumen/arsip. Sedangkan informan dari penelitian ini adalah terdiri dari tokoh-tokoh adat, agama, pendidikan, pemerintahan, masyarakat, dan pemuda yang berperan sebagai mediator dalam menjaga hubungan yang harmonis demi tercapainya integrasi masyarakat. Teknik analisa digunakan yaitu model analisis interaktif, yaitu analisis yang bergerak dalam tiga komponen besar terdiri dari reduksi data (data reduction), sajian data (data display), dan penarikan kesimpulan serta dianalisis secara deskriptif kualitatif dalam bentuk kategorisasi kedalam pola tertentu dengan teori-teori yang berkaitan untuk dilakukan penarikan kesimpulan. Sedangkan teori yang dipakai adalah teori konflik, integrasi dan teori pertukaran sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi antara komunitas Islam dan Kristen di Desa Waehatu Kecamatan Kairatu Kabupaten Seram Bagian Barat didasarkan pada perasaan moral yang dianut bersama dan dengan menjunjung tinggi nilai–nilai kemanusiaan, kerukunan, kedamaian, dan toleransi beragama menuju proses integrasi yang diwujudkan dengan aktivitas kemasyarakatan maupun keagamaan. Dalam mewujudkan integrasi antar komunitas ini dituntut adanya peran Institusi lokal yang terfokus pada masalah yang berpotensi konflik dengan melibatkan elemen-elemen masyarakat baik pada tingkat pemerintah desa, tokoh agama dan tokoh masyarakat, serta diikut sertakan pula Institusi sosial dan likal keagamaan dan lembaga sosial masyarakat yang memberikan andil yang besar guna memberikan keharmonisan di dalam lingkungan masyarakat sehingga dapat menjadi wadah untuk memproteksi setiap gejolak yang dapat ditimbulkan di tengah-tengah masyarakat. Serta membentuk sebuah kelompok yang dinamakan dengan Tim 16, dimana tim ini terdiri dari delapan orang tokoh beragama Islam dan delapan orang lainnya beragama Kristen untuk bekerja atas nama masyarakat. yang digunakan oleh masyarakat Desa Waihatu dalam mencapai Integrasi yang bertujuan untuk menjaga keamanan dan juga sebagai tim yang berusaha untuk menangkal isu-isu konflik yang dapat menghancurkan tatanan hidup dalam masyarakat.

The aim of this research is to see the cohesion process within the Islamic and Christian communities, besides focusing also in the role of local institution in anticipating conflicts in Waihatu Village, Sub district of Kairatu, West Seram District. The method of this research is analysis descriptive with qualitative approach. The techniques of collecting data consist of direct observation, deep interview, as well as literatures and documents. Meanwhile, the informants consist of several local leaders, including religious leaders, intellectuals, administrator, people, and young people, who ever act as mediators in maintaining harmony and relationships in order to achieve social cohesion in the community. The techniques of data analysis is interactive analyse model, which compose of three main component such as data reduction, data display, and conclusion. Besides that, the technique of analysing also uses qualitative descriptive which is categorized into certain models with several theories to conclude the analysis. There are several theories used in this research, such as conflict theory, social cohesion theory, and theory of exchange. The result of this research shows that social cohesion between Islamic and Christian communities in Kairatu Village is based on moral feeling of the two communities, which derived from humanity values, peace and harmony values, and religious tolerance, and implemented through religious and community activities. In achieving social cohesion within communities, the role of social institution is also important to prevent potential conflicts. Therefore, the involvement of several elements of society such as local government, as well as religious and local leader, is important to form social cohesion in the village, as well as achieving harmony and prevent any conflict between the two communities. It can be seen through the team of sixteen which consists of eight people of each community, which are formed to collaborate on behalf of the two communities to maintain security, as well as preventing any issues which are created to destroy the society.

Kata Kunci : Institusi ,Lokal, Penanganan konflik, Resolusi, Kohesi sosial, Institution, Local, Anticipating Conflicts, Resolution, Cohesion


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.