Laporkan Masalah

Pemberdayaan perempuan tani melalui adopsi dan difusi inovasi teknologi dalam primatani :: Penelitian di Desa Banyuroto Kecamatan Sawangan Magelang

SURYANINGSIH, Alfitri, Dra. Susi Daryanti, M.Sc

2009 | Tesis | S2 Sosiologi

Di pedesaan laki-laki dan perempuan bekerja bersama-sama pada usaha taninya, namun kesenjangan, terutama dalam menggali potensi dan kemampuan perempuan masih tetap ada. Akibatnya mereka selalu tertinggal dari laki-laki karena mungkin dalam perencanaan pembangunan di masa-masa yang lalu secara tidak sengaja telah melupakan peran perempuan. Adanya peran yang diabaikan ini menyebabkan perempuan tidak terjangkau oleh berbagai kegiatan peningkatan kualitas SDM. Hal ini mempengaruhi proses pengelolaan usaha tani yang dilakukan oleh keluarga petani karena terhambatnya transfer inovasi teknologi pertanian. Salah satu masalah yang menonjol dalam adopsi teknologi adalah kualitas sumber daya petani. Kualitas tersebut cukup menentukan proses transfer teknologi. Untuk mengatasi masalah hal itu pemerintah mengintroduksikan Prima Tani yang inti kegiatannya pemberdayan petani (laki dan perempuan). Kegiatan ini bertujuan untuk mengatasi lambannya pemanfaatan inovasi dengan mempercepat dan memperluas proses adopsi dan difusi inovasi pertanian yang dihasilkan Balitbang kepada masyarakat luas. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pola proses adopsi dan difusi teknologi pertanian usaha tani tanaman pangan oleh perempuan tani di Desa Banyuroto Kecamatan Sawangan Kabupaten Magelang. Perumusan masalah dinyatakan sebagai berikut : 1) Bagaimana proses adopsi dan difusi inovasi pertanian yang dialami oleh perempuan tani di Desa Banyuroto?; 2) Bagaimana respon perempuan tani dalam adopsi dan difusi inovasi?. Metode yang digunakan dalam penelitian ini melalui pendekatan kualitatif di mana prosedur penelitiannya menghasilkan data deskriptif dan temuan-temuannya tidak diperoleh melalui prosedur statistik. Teknik pengumpulan data melalui wawancara, pengamatan dan pemanfaatan dokumen. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan antara lain : hubungan kekerabatan berperan lebih banyak dalam proses adopsi dan difusi inovasi dibandingkan peran penyuluh, timbulnya respon yang beragam dari perempuan tani terhadap inovasi yaitu cepat mengadopsi dan lambat mengadopsi hal ini dipengaruhi oleh kemampuan yang dimiliki perempuan tani seperti fisik, pengetahuan, ketrampilan, kondisi ekonomi keluarga serta norma yang berlaku. Tindakan penerimaan suatu inovasi dipengaruhi oleh ganjaran yang akan diperoleh sebagai konsekuensi adopsi. Adopsi dan difusi inovasi telah menimbulkan perubahan pembagian kerja antara perempuan dan lakilaki, serta menimbulkan stratifikasi sosial dalam masyarakat petani.

In village men and women work together in agricultural business, but the discrepancy especially in excavating women’s potencial and ability is still exist. The result is making the woman always left behind men because in the past maybe when developing planning had forgotten woman’s role. The existence of ignored role makes woman unreachable with any increasing human resources quality activities. It influences the process of agricultural business management that is done by farmer family because the obstacle of agricultural technology innovation transferring. One of conspicuous problems in technoligy adoption is the quality of farmer’s human resources. Its quality is enough to determine technology transferring process. To solve this problem, government introduces “PRIMATANI” which its essential activity is to empower farmers (men and woman). The goal of this activity is to overcome the indolence of innovation benefit with accelerating and expanding agricultural adoption and diffusion innovation process that is produced by “BALITBANG” for the public. This research is done to know adoption and diffusion process of agricultural technology of plant food by farm woman in Banyuroto village Sawangan district Magelang regency. Limitations of the problems are : 1) How adoption and diffusion agricultural innovation process is experienced by farm woman in Banyuroto village? ; 2) How is te respond of farm woman in adoption and diffusion innovatin?. A method of research is trough qualitative approach which research procedure produce descriptive data and the result is not gained by statistic procedure. Data collecting technique is trough interview, observation and making use of document. From the research result can be concluded that family relationship have a more role in adoption and diffusion innovation process than the role of instructors, various respond from farm woman emerge from innovation namely fast adoption and slow adoption. It is influenced by farm woman’s ability such as; physical, knowlwdge, skill, family economic condition and social norm. The acceptance action of innovation is influenced by reward that will be received as an adoption consequent. Adoption and diffusion innovation have resulted a change at division of labor between woman and man, and also social stratification in farmer society.

Kata Kunci : Perempuan tani, Adopsi, Difusi, Inovasi, Women Farmer, Adoption, Diffusion, Innovation


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.