Laporkan Masalah

Bantuan langsung masyarakat dan program pengentasan kemiskinan :: Studi tentang upaya pemberdayaan masyarakat peternak miskin melalui bantuan langsung masyarakat di Kelurahan Oenesu Kecamatan Kupang Barat Kabupaten Kupang

POTO, Afir Bai, Drs. Suharman, M.Si

2009 | Tesis | S2 Sosiologi

Pemberdayaan masyarakat adalah usaha untuk membangun daya dari masyarakat dengan mendorong, memotivasi dan membangkitkan kesadaran akan potensi yang dimiliki masyarakat. Pemberdayaan petani ternak dilakukan adalah dengan membuka peluang dan pilihan-pilihan bagi petani ternak dalam kelompok untuk menentukan sendiri jenis dan skala usahanya, pergulirannya ataupun sistem pengembalian dan pertanggungjawaban didalam kelompok, sehingga pelaksanaan bantuan langsung masyarakat (BLM) dapat berkelanjutan didalam masyarakat dan dilaksanakan dengan prinsip-prinsip transparansi, partisipasi, demokrasi, akuntabilitas dan desentralisasi dengan sasarannya kelompok masyarakat di pedesaan yang mempunyai usaha kecil. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana implementasi program bantuan langsung masyarakat dalam kaitannya dengan respon masyarakat terhadap program pemberdayaan petani ternak. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif, studi dilakukan di Kelurahan Oenesu yang terdapat dua kelompok tani ternak, data didapatkan dari observasi, studi dokumentasi dan wawancara dengan informan baik ketua, anggota kelompok, pendamping, maupun aparat dari kantor atau Dinas yang terkait (Dinas Peternakan Kabupaten Kupang). Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam proses implementasi program bantuan langsung masyarakat (BLM) diperlukan kerjasama dalam proses pengelolaan ternak dengan sistem kelompok, sehingga memberikan hasil usaha yang baik dan mampu segera memberikan dampak langsung bagi pendapatan anggotanya. Peran pemerintah terlibat langsung untuk memotivasi mulai dari sosialisasi, perencanaan, pelaksanaan sampai dengan pengawasan dengan memberikan pelatihan, penyuluhan, pertemuan koordinasi untuk mengetahui perkembangan usaha dan bimbingan jika ada permasalahan kelompok. Kendala yang dihadapi dalam perkembangan BLM antara lain rendahnya SDM baik pengurus maupun anggota pokmas, yang dalam kaitannya dengan budaya masyarakat (belis) mempengaruhi perkembangan ternak karena terjadi pemotongan ternak yang berasal dari bantuan BLM. Harapan dari kegiatan bantuan langsung masyarakat (BLM) supaya tetap dilanjutkan oleh Pemerintah Kabupaten Kupang untuk menunjang program nasional, dengan menciptakan pola kemandirian dari masyarakat dengan meningkatkan kerjasama masyarakat dan pemerintah untuk terlibat pada setiap tahapan pembangunan, agar dapat mendorong percepatan usaha dalam penerapan teknologi lebih maju untuk peningkatan populasi ternak

A community empowerment has been an effort to develop the potency of a community in supporting, motivating and raising up the awareness of its potency and the effort to grow up the potency in social, economic and politic aspects. Empowerment of breeders by giving an opportunity and choice to the breeders in a group to deside any kind and scale of their effort, in enrolling or payback system and responsibility of the group, so the Directly Community Grant Program (DCGP) could be sustainable in the community. The DCGP has put the main goals to a group of community that has been known as an action for facilitating a credit grant to productive economy effort and it should be done base on the principles of transparency, participating, democracy, accountability and decentralizing on the targenting of rural community group who has been running a small business. The research aimed to identify how the implementation of grant program to community directly in relating to the community response of breeders empowerment program. The method which had been used in this research was qualitative descriptive. The data had been collected by using observation, documentation, and interviewed to the group leaders, the members, facilitators, and the officers at the Kelurahan and the agency in relating the program (The Breeding Agency of Kupang District). The results indicated that in implementing of the directly grant program to the community should has a coorperation in the process of breeding managing by group system, so it will give the better product and the direct impact to the members income immediately. The government should directly involved as a motivator by doing some activities such as socializing, planning, implementing, monitoring, training, directing, as well as conducting a meeting to know the progressing, and also by giving guiding or directing when the groups face a problem. The main problem that had been faced in the DCGP consist of the lack of human resource of the staffs and the members of groups, while the culture (belis) of the community had impacted to the progressing of breeds population because in some ceremonies, the DCGP breeds were consumed. Hopefully, the DCGP program could be followed up by the local government of Kupang District to support the national program, by creating the self support economy of community in increasing the coorperation between community and the government involves at every stage of development, in order to support a business acceleration in implementing a modern technology to increase the breeds population.

Kata Kunci : Pemberdayaan masyarakat,Bantuan Langsung Masyarakat (BLM),Respon masyarakat, Community Empowerment, DCGP, Community Response


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.