Radikalisasi gerakan keagamaan mahasiswa non studi keagamaan dalam gerakan Islam radikal
ASY'ARI, Deni, Prof. Dr. Susetiawan
2009 | Tesis | S2 SosiologiSalah satu persoalan yang menarik dalam mencermati keberadaan gerakan Islam radikal di Indonesia adalah berkaitan dengan keterlibatan para aktivis mahasiswa non studi keagamaan dalam gerakan Islam radikal, terutama sekali mahasiswa yang berlatarbelakang jurusan studi eksak seperti Teknik, Mipa dan Kedokteran. Keberadaan mahasiswa non studi keagamaan tersebut hampir merata ditemui dalam beberapa gerakan Islam radikal di Indonesia, seperti dalam gerakan Majelis Mujahidin Indonesia, (MMI), Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), Gerakan Salafi, gerakan Tarbiyah-Ikhwanul Muslimin Indonesia. Keberadaan mahasiswa non studi keagamaan dalam gerakan Islam tersebut cukup menarik dikaji secara akademis (sosiologis), sebab secara latar belakang pendidikan dan latar berlakang sosio-historis mereka sangat jarang bersosialisasi dan berinteraksi dengan nilai-nilai keagamaan yang intensif. Selain latarbelakang pendidikan mereka yang mereka jalani sejak di sekolah menengah hingga perguruan tinggi yang bersifat sekuler/umum, latar belakang sosial dan lingkungan mereka juga termasuk dalam kategori abangan. Akan tetapi ketika mereka sudah berinteraksi dengan organisasi gerakan Islam radikal, aktivis mahasiswa non studi keagamaan tersebut menjadi aktivis gerakan keagamaan yang bersikap radikal dan ekstrem dalam melihat berbagai persoalan kehidupan mulai dari aspek yang terkecil seperti keluarga hingga kehidupan bernegara dengan merefrence secara total dan absolut pada ajaran Islam secara tekstual. Atas pandangan yang demikian penulis ingin melakukan kajian lebih jauh dengan pertanyaan penelitian sebagai berikut; “apa makna di balik radikalisasi gerakan keagamaan mahasiswa non studi keagamaan dalam gerakan Islam radikal†? Dalam penelitian ini penulis menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologis, melalui teknik sirkuler dengan prosedur indepth-interview, participant observation dan dokumentasi, serta menggunakan teori social action Max Weber dan Talcot Person dan akan diuji sekaligus dengan menggunakan teori Konstruksi Sosial Peter L Berger. Sebagai kesimpulan dalam penelitian ini, penulis menemukan bahwa terjadinya proses radikalisasi keagamaan mahasiswa non studi keagamaan dalam gerakan Islam radikal diantaranya karena, 1. Ajaran agama bagi mahasiswa non studi keagamaan diposisikan semata-mata sebagai sesuatu yang bersifat doktrinal dan non akademis atau non saintific. Sehingga dalam menerima ajaran keagamaan tidak adanya diskursus yang memadai dalam mengkaji ajaran agama. 2. Proses internalisasi ajaran keagamaan yang lebih mengedepankan pada pendekatan indoktrinasi, karena latar belakang pendidikan mahasiswa non studi keagamaan tersebut yang sangat jarang bersentuhan dengan pendidikan dan pengalaman keagamaan, sehingga pendekatan yang demikian jauh lebih efektif dalam melakukan proses internalisasi dan ideologisasi ajaran keagamaan, 3. Agama sebagai nilai dan simbol cenderung dijadikan sebagai proses legitimasi untuk identitas sosial dan mobilitas sosial. Sehingga penampilan praktek keagamaan lebih didominasi oleh aspek simbolik dan ritual yang bersifat spesifik.
One of the interesting problems in pay close attention to the existing Indonesia’s radical Islamic movement is there are the relationship with the involvement of the non-religiousness colleges activist in the radical Islamic movement, especially the colleges with exact background such as Technique, Mipa, and Medical. The existence of the non-religiousness colleges spraying in almost every kinds of the radical Islamic movements, such as Majelis Mujahidin Indonesia (MMI), Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), Salafi Movement, Tarbiyah- Ikhwanul Muslimin Indonesia. The existence of the non-religiousness colleges in those Islamic movement interesting enough to be analyze academically (sociology), because by the educational background and socio-historical background they are absolutely rare to make a socializations and interactions with the religious values intensively. Except their educational background which they have followed since they were in high school until university which have secular or general, their social background and environment also included into abangan category. But when they have been interaction with the radical Islamic movement, those the non-religiousness colleges activist become the activist of the Islamic movement whose have radical and extreme characterization in pay close attention to the life’s problems from the smallest aspect such as family to government’s life by totally referencing and absolute to the Islamic rules textually. By these view the writer wants to make more deeply analyze with the research question; “ what is the meaning behind the religion radicalization movement of the non-religiousness colleges in radical Islamic movement ?â€. In this research the writer using the qualitative methodology research with the phenomenology approach, by the sirkuler technique with in depth-interview, participant observation and documentation procedure, also using the theory of social action by Max Weber, and Talcot Person and will be tested in one with the theory of social construction by Peter L Berger. As the conclusion in this research, the writer discovers that the religion radicalization process of the non-religiousness colleges in radical Islamic movement because, 1. Religious rules of the non-religiousness colleges positioned as the doctrine view and non academicals or non scientific view. Therefore, in accepting the religious rules there are miss-understanding in exploiting the religious rules.2. internalization process which more interested to the in-doctrine approaches, because the educational background of the non-religiousness colleges which extremely rare have relationship with education and religion experience, therefore, this approach is more effectively in the process of internalization and ideology of the religion rule, 3. Religion as the value and symbol is likely got as the legitimating process to the social identity and social mobility. Hence, the performance or religion practices more dominated by the symbolic aspect and ritual which specifically.
Kata Kunci : Gerakan sosial,Islam radikal,Kampus non studi keagamaan, Social Movement, Radical Islamic, Non-religious concern Campus