Pelayanan Rumah Sakit Umum Daerah Bangli terhadap peserta Askeskin
TANGKAS, I Nengah, Drs. S. Djuni Prihatin, M.Si
2009 | Tesis | S2 SosiologiKesehatan adalah hak dan investasi, semua warga negara berhak atas kesehatanya termasuk masyarakat miskin, sehingga di perlukan suatu sistem yang mengatur pelaksanaan bagi upaya pemenuhan hak warga Negara untuk tetap hidup sehat, dengan mengutamakan pada pelayanan bagi masyarakat miskin. Dengan kenyataan yang terjadi bahwa derajat kesehatan masyarakat berdasarkan indikator Angka Kematian Bayi (AKB) sebesar 35 per 1000 kelahiran hidup, Angka Kematian Ibu (AKI) sebesar 307 per 10.000 kelahiran hidup. Salah satu tempat untuk meningkatkan pelayanan kesehatan yaitu Rumah Sakit, yang dalam memberikan pelayanan kesehatan bagi masyarakat miskin sering menjadi sorotan dengan memberikan pelayanan yang kurang memuaskan. Penelitian ini di lakukan untuk mengetahui bagaimana mutu pelayanan Rumah Sakit Umum Daerah Bangli terhadap peserta Asuransi Kesehatan Bagi Masyarakat miskin yang ada di Kabupaten Bangli. Bagaimana sikap dan perilaku petugas pelayanan kesehatan dalam memberikan pelayanan yang bermutu kepada masyarakat miskin, apakah sarana prasarana Rumah Sakit Umum Daerah Bangli sudah memadai untuk menangani semua penderita peserta askeskin secara maksimal, apakah tenaga medis dan paramedis sudah memberikan pelayanan yang bermutu, sesuai standar pelayanan medis terhadap peserta askeskin dalam memberikan pengobatan. Metode yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif, merupakan prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif, berupa ucapan orang-orang serta fenomena sosial yang dapat diamati. Dalam penelitian ini, data-data di kumpulkan melalui pengamatan dan kajian secara langsung (observasi), wawancara dan dokumentasi. Untuk mengkaji permasalahan secara teoritis maka di gunakan teori fungsionalisme struktural dan struktural mediasi sebagai kerangka/landasan teori. Temuan penelitian menunjukan bahwa mutu pelayanan di Rumah Sakit Umum Daerah Bangli terjadi perubahan yang cukup signifikan terhadap pelayanan kesehatan bagi peserta askeskin, hal ini dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor yang mendukung dalam melaksanakan pelayanan yang bermutu sesuai standar Rumah Sakit, dimana dengan Rumah Sakit tipe C yang mempunyai 4 dokter spesialis, tenaga medis dan paramedis yang masih kurang, sarana prasarana Rumah Sakit yang masih kurang memadai tetapi Rumah Sakit Umum Daerah Bangli tetap mampu memberikan pelayanan yang bermutu dan sesuai standar pelayanan medis, hal ini dapat dilihat dari salah satu indikator kepuasan pemakai jasa pelayanan Rumah Sakit (peserta askeskin), merasa cukup puas dalam menerima pelayanan kesehatan di Rumah Sakit Umum Daerah Bangli, dan yang paling penting adalah lebih meningkatkan sosialisasi terhadap masyarakat, terutama betapa pentingnya arti kesehatan. Masyarakat dituntut untuk lebih mengerti dan menyadari dalam pemakain dan kepesertaan kartu askeskin dalam berobat di pelayanan kesehatan, serta merubah sikap dan perilaku untuk mentaati semua tata tertib yang berlaku di Rumah sakit Umum Daerah Bangli, sehingga semua pengguna jasa pelayanan Rumah Sakit dapat menikmatinya dengan rasa aman dan nyaman.
Health is the rights and investment. Everyone has the rights to keep his health including poor people. So it is needed a system to regulate the application for the citizen to live healthy. In fact that the degree of the society health base on AKB(babies death), there are 35 babies died in 1000 birth, and 307 mothers died in 10.000 giving birth. One of the place to improve health service is hospital, however, in giving its service for the poor people this institusion opten get critics for giving bad service. This study aims to investigate how the quality of the service of Bangli Hospital toward the members of poor health insurance in Bangli Regency. How is the attitude and behavior of the officers of the hospital?, do the facilities of the hospital sufficient in giving maximum service to the members of askeskin. Have nurses and doctors given good servis to the members of poor health insurance? Method use in this study is descriptive method with qualitative approach, Data collected through, observation, interview and documentation. To analyze problem theoritically, it is used structural function theory and structural mediasi as theoretical framework The results of the study shows that there is a significant in the quality of the service in Bangli Hospital to ward the members of poor health insurance.It is influenced by some factors that support in giving good service based on the hospital standard. Although only has 4 specialist doctors, insaficient nurse, lack of facilities, Bangli Hospital can give good service based on the medical standard. It can be seen from one satisfaction indicators that askeskin members feel satisfied with the service. It is also, important, the membersof poor health insurance should also change their attitude and behavior to obey the rules in Bangli Hospital, so all people who come here feel secure and comfortable.
Kata Kunci : Pelayanan RSUD Bangli, Terhadap peserta Askeskin, The service of Bangli Hospital, To ward the members of Askeskin