Penggunaan koreksi tuturan oleh Susilo Bambang Yudhoyono :: Studi kasus wawancara khusus Saatnya SBY Bicara di Metro TV
WIDYASTUTI, Susana, Prof. Dr. Soepomo Poedjosoedarmo
2009 | Tesis | S2 LinguistikPercakapan merupakan salah satu bentuk dasar penggunaan bahasa dan merupakan bentuk interaksi sosial masyarakat yang membentuk sekaligus mencerminkan budaya dan kehidupan sosial. Dalam analisis percakapan, koreksi tuturan merupakan salah satu fitur percakapan yang banyak terjadi khususnya pada saat percakapan tidak berlangsung seperti yang diharapkan. Oleh karena itu, dalam proses interaksi, penutur kadang-kadang perlu memperbaiki tuturannya supaya pesan yang dimaksudkan bisa tersampaikan dengar benar dan tepat. Wawancara merupakan salah satu bentuk percakapan institusional. Data penelitian ini adalah tuturan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dalam wawancara khusus berjudul “Saatnya SBY Bicara†di Metro TV. Data ditranskripsi dengan cermat dan dianalisis dengan metode qualitatif. Selain pendekatan kualitatif sebagai metode analisis utama, analisis juga didukung oleh pendekatan kuantitatif untuk menunjukkan frekuensi kejadian data. Fokus penelitian ini adalah penggunaan koreksi tuturan oleh SBY yang menekankan pada aspek pesan, dengan tujuan untuk mendeskripsikan penyebab koreksi tuturan, mekanisme koreksi tuturan, bentuk koreksi tuturan, dan hubungan antara penggunaan koreksi tuturan dengan diri penutur, yaitu SBY. Ditemukan dua penyebab penggunaan koreksi tuturan oleh SBY, yaitu penuturan dan pemahaman. Dua mekanisme koreksi tuturan yang ditemukan adalah self-initiated self-repair (SISR) dan other-initiated self-repair (OISR). Dalam SISR ditemukan tiga bentuk koreksi tuturan yaitu pencarian kata, penggantian kata atau frasa, dan penjelasan dan dua bentuk repair initiation (RI) yaitu penanda leksikal dan penanda non-leksikal. Dalam OISR ditemukan empat bentuk koreksi tuturan yaitu persetujuan, penyangkalan, penjelasan dan pembatasan pernyataan dan tiga bentuk repair initiation yaitu klarifikasi, ketidak-pahaman dan interpretasi. Penggunaan koreksi tuturan yang dilakukan SBY mencerminkan diri SBY sebagai penutur, antara lain bahwa SBY adalah seseorang yang kompeten, hati-hati dan cermat, dan juga SBY sebagai seseorang yang santun dan berusaha untuk menjaga hubungan baik dan perasaan orang lain.
Conversation or talk-in-interaction is one of fundamental forms of language in use and social interaction which reflects cultural and social life. Analyzed in conversation analysis, repair is considered as one of conversational features which occurs especially when conversation does not run well. In the process of interaction, participants sometimes need to repair their utterances in order to deliver their intended messages. Interview belongs to institutional talk. Data of the reasearch were SBY’s utterances in an exclusive interview called “Saatnya SBY Bicara†broadcasted by Metro TV. Data were transcribed and analyzed carefully using qualitative method as the main method and quantitative method as the supporting method to provide frequency of data occurance. The reasearch aims at describing the reasons, mechanism and forms of self-repair as well as describing the relationship between the employment of self-repair and SBY as the speaker. The research findings show that there are two main reasons of the employment of self-repair by SBY, they are speaking and understanding. Two mechanism of selfrepair found are self-initiated self-repair (SISR) and other-initiated self-repair (OISR). In the mechanism of SISR, SBY employs three forms of repair (R), they are word search, word/phrase replacing, and explanation. These three forms of repair are preceded by two forms of repair-initiation (RI), they are lexical markers and non-lexical markers. In the mechanism of OISR, SBY employs four forms of repair (R), they are accepting, rejecting, explaining and limiting statement. These four forms of repair are preceded by three forms of repair-initiation (RI), they are clarification, non-understanding, and interpretation. The employment of self repair reflects SBY as the speaker, such as SBY as a competent and careful person, SBY as a polite person who tries to maintain good relationship with others and not to hurt others’ feeling.
Kata Kunci : koreksi tuturan, percakapan, Susilo Bambang Yudhoyono, repair, conversation