Laporkan Masalah

Citra perempuan dalam keluarga kajian Novel Tiga Orang Perempuan karya Maria A.Sardjono :: Tinjauan kritik sastra feminis

TRIANI, Erni, Dr. Siti Hariti Sastriyani, M.Hum

2009 | Tesis | S2 Ilmu Sastra

Suatu tatanan sosial yang didominasi oleh patriarkhi telah berakar kuat dalam kehidupan masyarakat. Patriarkhi diwariskan secara tuirun-temurun melalui budaya sebagai ekspresi masyarakat. Ketika nilai budaya masyarakat yang berkembang dengan kuat didominasi oleh laki-laki maka norma sosial yang diasilkan juga cenderung berpihak kepada laki-laki. Kondisi ini membentuk suatu sikap diskriminatif terhadap perempuan dalam berbagai sektor, salah satunya adalah domestikasi perempuan. Penelitian ini mengangkat fakta literer dalam novel Tiga Orang Perempuan berupa Citra perempuan di dalam keluarga. Citra perempuan pada penelitian ini mendasarkan pada persoalan gender. Gender sebagai bentukan sosial yang bernuansa patriarkis dalam novel sebagai implikasi dari konteks sosial yang menjadi realita atau fakta dalam sastra. Penelitian ini menitikberatkan analisisnya pada perempuan dalam karya sastra dengan menggunakan teori kritik sastra feminis. Melihat representasi perempuan dalam karya sastra menggunakan perspektif feminis ini menghasilkan kesimpulan bahwa pelestarian ekspresi masyarakat berupa ungkapan-ungkapan atau mitos yang menyudutkan perempuan masih terjadi, seperti sebutan istri sebagai konco wingking, swarga nunut nraka katut, nrimo ing pandum, perjodohan berdasarkan bobot, bibit, dan bebet.Akibatnya, perempuan mengalami ketidakadilan dalam manifestasi marjinalisasi, subordinasi, stereotip, kekerasan, dan beban kerja. Kondisi ini membentuk kesadaran dalam diri perempuan dua generasi terakhir untuk menunjukkan eksistensi diri sebagai manusia yang bermartabat dan memiliki kesetaraan dengan laki-laki. Dengan menunjukkan otoritas diri pada laki-laki diharapkan adanya pengakuan dan terhindar dari dominasi yang cenderung merendahkan martabat perempuan. Citra perempuan yang demikian ini muncul dalam keluarga, yaitu perempuan sebagai istri, perempuan sebagai ibu, perempuan sebagai anak, dan perempuan sebagai pembantu rumah tangga. Dengan demikian, kesetaraan antara laki-laki dan perempuan yang dimaksudkan dalam penelitian ini adalah yang berkeadilan gender. Artinya, adanya keseimbangan peran antara laki-laki dan perempuan di dalam keluarga.

A social order dominated by patriarchal has strong roots in community life. Patriarchal was inherited from generation to generation through cultural expression as a community. When the value of developing a culture dominated by the strong male domination basing on social norms which also tend to side with men. This is a discriminatory attitude against women in various sectors, one of which is house wife. This research is based on the fact in the literary novel entitled “The Three Women imaginary form in the family”. The image of women in this research is based on the construction of the social relations of men and women of gender bias. Construction of social nuances patriarchal in the novel as the implications of social context into the reality or the facts in the literature. There are also the social context in which the background is a novel culture highlights issues in Central Java (Solo). This study focuses on the analysis of women in the work of literature by using the theory of feminist literary criticism. See the representation of women in the work of literature using feminist perspective is the conclusion that the preservation of the public expression of the form or expressions that can become a myth to women still occurs, as a wife is side kicked, abused, oppressed, disrespected and in these reasons that that the role of women is undermined. As a result, women experience injustice in the form marginalization, subordination, stereotypes, violence, and work load. Women who have experienced injustice in the TOP are the daughter grandparent, mother, and Ivory. The three leaders of different generations is the injustice in a way that is different also. Women's selfawareness in the last two generations shows the existence of oneself as a man of dignity and have equal with men. With the show on the authority of men are expected to avoid the recognition of dominance and that tends to demean women. The image of women that appear in this family, namely women, as wives, women as mothers, women as a child. Thus, equality between men and women in this research is meant to address issues relating to gender perspective. That is, the balance of roles between men and women in the family

Kata Kunci : citra, perempuan, keluarga, image, women, families


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.