Kasus kekerasan dalam rumah tangga dalam Argenteuil Hidup Memisahkan Diri karya NH. Dini :: Sebuah kajian kritik sastra feminis
ARSIANTY, Desy, Dr. Juliasih, SU
2009 | Tesis | S2 Ilmu SastraPenelitian ini menggunakan kritik sastra feminis sebagai pisau analisis, karena AHMD merupakan karya yang mengangkat isu perempuan tersubordinasi dalam kehidupan rumah tangga. AHMD berisi curahan ideologi, pikiran, perasaan, dan pengalaman perempuan yang mengalami tindakan kdrt. Tindakan kdrt yang terjadi berbentuk nonfisik, dan psikis. Walaupun tindak kdrt yang terjadi tidak berbentuk fisik berupa pemukulan, penyiksaan, dan penghilangan nyawa, namun akibatnya membawa dampak sangat merugikan, karena dapat mengganggu kestabilan psikis, dan emosi yang mengakibatkan korban terkena gangguan jiwa. Paham feminis yang muncul dalam AHMD beraliran liberal, marxis, dan posmodern. TUP digambarkan sebagai perempuan cerdas, pergaulan, dan wawasannya luas, menyadari bahwa suaminya telah melakukan kesewenangwenangan lewat berbagai tindakan kdrt. TUP tidak dapat menerima perlakuan ini. TUP berusaha melakukan perlawanan.Tidak hanya dalam bentuk ide, tetapi sudah dilakukan dalam bentuk tindakan nyata melalui serangkaian tindakan kontroversial, diantaranya menyatakan secara tegas bahwa dirinya tidak mau diperlakukan sewenang-wenang, berselingkuh, memilih tidak hidup serumah dengan suami, melepaskan ketergantungan ekonomi dari suami dengan bekerja di sektor publik, aktif terlibat dalam urusan sosial, serta menuntut cerai. Tindakan-tindakan ini merupakan perwujudan nyata dari keinginan TUP untuk menciptakan kesetaraan. TUP ingin keluar dari stigma feminin yang mengkontruksikan bahwa perempuan adalah manusia lemah, sangat bergantung pada laki-laki. TUP memutuskan bahwa perkawinan, dan motherhood, hanya sebagian, bukan keseluruhan hidupnya. TUP ingin menunjukkan perempuan dapat memenuhi kewajiban personalnya, dapat dengan bebas mengisi, peran dan tanggung jawab yang signifikan di dunia publik. TUP ingin meraih keutuhan pribadinya (personhood) yang terampas oleh tindakan patriarkhi suaminya. Tindakan-tindakan TUP, didasari kesadaran bahwa perempuan memiliki kadar nalar, moral, dan emosional yang sama dengan laki-laki. Perempuan bukanlah sekadar alat, atau instrument untuk kebahagiaan atau kesempurnaan lakilaki. Perempuan merupakan agen bernalar yang harga dirinya ada di dalam kemampuannya untuk menentukan nasibnya sendiri.
This research uses uses feminist literary criticism as a ‘knife’ of analisys, because AHMD is the one of art work that issued a women who is subordinated in their family life. AHMD tells about women thought, feeling, and experience, who get domestic violence. Those domestic violence could be in the form of nonphysical, and psychology. Even thougth the domestic violence is not in the form of physical violence such as stroke, torture, and kill some one else, but the cause can give bad effect, because it can disturb women,s psykologi stability, and emotional, and it can make the vicrim loose their mind. The feminism seem in AHMD is liberalism, marxis, and posfeminis. The main women characteristic is illustrated the author as womwn who has wide knolegde, friendship. She realize that her husband has done unfair bay many domestic violence. She can not receive this treatmen. So she try do some effort to release her self. Not only in the form of idea, but she make some real action by kind of controversial, one of them is she state srightly that she doesn’t want to be treated cruelty, have an affair with another man, decide not stay with her husband, she doesn,t depend on economicfrom her husband by working in public sector, she active, in the social organization, and ask for divorce. Those action is as one of real existence from her to create equality. She wants to go out from feminism stigma that construct the women is weak human being, and always depend on man.She decide that her marrage and motherhood, is only a part, not all of her life. She wants to show that women can full fill her personal duty, she can do her sign rule, and responsibility in the public world. She wants to reach the whole personality that carried out by her husband patriarchal. Her action is based on her awareness that women has logic, moral, and emotional sense same with a man. Women is not tool, or instrument for happiness, or man perfection. Women has logical agent who her prestige on her ability to decide her fate.
Kata Kunci : Kritik sastra feminis,Kdrt,Feminisme liberal,Marxis,Posfeminis, feminist literary criticism, domestic violence, liberal feminist, marxis, posfeminis