Laporkan Masalah

Degradasi moral kepemimpinan dalam Novel Hubbu karya Mashuri :: Kajian strukturalisme genetik

KURNIATI, Listya Sulastri Wulan, Prof. Dr. Rachmat Djoko Pradopo

2009 | Tesis | S2 Sastra

Penelitian ini bertujuan mengungkapkan perjalanan hidup seorang santri dari sebuah sekolah pondokan Islam yang disebut dengan “pesantren” , yang juga menjadi mahasiswa di sebuah perguruan tinggi umum, yang menawarkan sebuah kehidupan modern. Ia sedang dalam perjalanannya mencari kesamaan antara ajaran Islam dengan ajaran kejawen, yang disebutnya dengan menemukan akar dari kesamaan hanacaraka dan hijaiyah. Pencarian kesamaan antara hanacaraka dan hijaiyah ini dilakukannya dengan jalan memberontak kepada keluarganya sebab pihak keluarganya menentang keyakinannya tersebut. Dalam perjalanannya, tokoh hero problematik mengalami degradasi moral akibat ketidaktegasannya dalam sikap-sikapnya. Hal tersebut ternyata berdampak buruk, tidak hanya bagi kehidupannya, tetapi juga pada lembaga pendidikan keluarganya “Pesantren Alas Abang”, yang telah diwariskan kepadanya untuk dilanjutkan dalam kepemimpinannya. Penelitian ini dilakukan dengan teorinya Lucien Goldmann, Strukturalisme Genetik, yang dianggap dapat menjelaskan struktur novel dengan latar belakang kemasyarakatannya, kebudayaan, serta kebiasaan yang dilakukan masyarakat, yang meletarbelakangi terciptanya novel ini, juga untuk menjelaskan pandangan dunia pengarang yang mewakili kelompok sosialnya terhadap permasalahan di atas. Di samping itu, juga dapat ditunjukkan perjalanan hidup tokoh hero problematik dalam menemukan obsesinya untuk menemukan nilai-nilai yang diyakini kebenarannya, dan akhirnya ditemukannya. Dengan berpedoman pada keyakinannya akan sebuah ungkapan Jawa, Sastra Jendra, tokoh hero problematik akhirnya menemukan obsesinya. Keyakinannya akan Sastra Jendra membuatnya percaya akan sesuatu hal, yaitu keidentikan dirinya dengan Begawan Wisrawa, seorang pertapa yang tersesat dalam menempuh perjalanan hidupnya.

The goal of this research is to show the journey’s life from the young student of a traditional Islamic boarding school, that called “pesantren”, who becomes a student too in a general college, that offer a modern life. He was on his journey of his searching to find the unity between the Islamic ways and the Javanese ways, that he called it: to find the root of the unity from hanacaraka and hijaiyah. The searching of the unity between hanacaraka and hijaiyah was constrained by against his family, because of a contradiction between he and his family. On his journeys, the problematic hero was degradated his morality because of his uncoherently in his attitudes. This becomes some bad effects, not just only for his life, but also for his family‘s education institution, “Pesantren Alas Abang”, which was heritaged for him to continue by his leadership. This research was done by the Lucien Goldmann’s theory, Genetic Strukturalism, that assumed can explaining the structures of the novel with the societies background, cultures, and the people’s customs, which are backgrounding the create of the novel. And also to explaining the world vision of the author who’s representing his social classes with those problems above. Besides, this can also show the journey’s life from the problematic hero to find his obsession, to catch his belief in some authentic values, that he believe the truth, and finally he has found it. Guiding with his belief about the Javanese’s expression Sastra Jendra, the problematic hero finally finding his obsession. His belief about Sastra Jendra make him trusting something about his identically with Begawan Wisrawa, an ascetic person, who was perverted in his way of life.

Kata Kunci : Strukturalisme Genetik, Degradasi Moral, Nilai- nilai Otentik, Sastra Jendra, Genetic Structuralism, Moral Degradated, Authentic Values, Sastra Jendra


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.