Laporkan Masalah

Uji efektivitas tiga bahan penghambat api pada kayu meranti merah

SANTOSO, Mahdi, Dr. Ir. Sutjipto A. Hadikusumo, M.Sc

2009 | Tesis | S2 Ilmu Kehutanan

Latar belakang dilakukannya penelitian ini adalah adanya kenyataan bahwa kayu mempunyai sifat yang mudah terbakar, sebagian besar mempunyai tingkat keawetan alami yang rendah serta tingginya tingkat serangan organisme perusak kayu. Dalam usaha untu mengatasi hal tersebut maka diperlukan teknik perbaikan kualitas kayu, salah satu caranya adalah dengan mengimpregnasikan bahan kimia yang bersifat anti api dan beracun terhadap organisme perusak kayu. Kayu dengan ketahanan yang tinggi terhadap degradasi oleh api dan organisme perusak kayu akan dapat dipergunakan untuk jangka waktu yang lama. Tujuan dari penelitian ini adalah mencari interaksi antara jenis bahan penghambat api dan lama perlakuan yang dilakukan pada tekanan 12 kg/cm2 dan konsentrasi bahan penghambat api sebesar 7% terhadap degradasi oleh api dan rayap kayu kering pada kayu meranti merah. Penelitian ini menggunakan sortimen kayu meranti merah berukuran 6 cm x 15 cm x 500 cm. Rancangan penelitian yang digunakan adalah CRD yang disusun secara faktorial dengan dua faktor yaitu jenis bahan penghambat api (seng klorida, natrium silikat dan kombinasi boraks + asam borat 1:1) dan lama perlakuan (tekanan 1 jam, tekanan 2 jam dan tekanan 3 jam ) dengan jumlah ulangan 5, ditambah kontrol dengan jumlah ulangan yang sama. Konsentrasi bahan penghambat api sebesar 7% dan besarnya tekanan sebesar 12 kg/cm2. Proses pengawetan yang dipergunakan adalah metode sel kosong. Pengujian ketahanan terhadap degradasi oleh api mengacu pada standar ASTM E 69-02 prosedur B, sedangkan untuk pengujian ketahanan terhadap degradasi oleh rayap kayu kering mengacu pada metode rayap makan tanpa pilihan (no choice feeding test). Parameter yang diamati untuk keperluan analisis antara lain: absorpsi, retensi aktual, intensitas bakar, suhu pembakaran maksimal, lama pembaraan, mortalitas rayap kayu kering, pengurangan berat contoh uji, derajat kerusakan dan kenampakan fisik contoh uji setelah uji bakar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga jenis bahan penghambat api terbukti efektif untuk meningkatkan sifat ketahanan kayu meranti merah terhadap degradasi oleh api. Seng klorida dan kombinasi boraks + asam borat 1:1 mempunyai tingkat efektivitas yang sama dan keduanya lebih baik jika dibanding dengan natrium silikat. Pada pengujian ketahanan kayu meranti merah terhadap degradasi oleh rayap kayu kering, seng klorida dan kombinasi boraks + asam borat 1:1 terbukti sangat efektif untuk meningkatkan sifat ketahanan kayu meranti merah terhadap degradasi oleh rayap kayu kering, sedangkan natrium silikat kurang efektif.

The background of this research is the fact that the wood has a combustible characteristic, most had low natural durability and high rates attack of wood destroying organisms. To overcome of this problems is required wood quality modification techniques, one way is to impregnation chemicals material that are anti glowing and flame and has toxic characteristic to wood destroying organisms. Wood with high resistance to degradation by fire and drywood termites will be used for long periods of time. This research is aim to find the interaction between the type of fire retardant materials and long of treatment conducted at 12 kg/cm2 pressure and concentration of fire retardant materials is 7% for the degradation by fire and degradation by drywood termites in a red meranti wood. This research used a red meranti wood measuring 6 cm x 15 cm x 500 cm. Study design used CRD factorial arranged by two factors i.e. type of fire retardant materials (zinc chloride, sodium silicate and combination of borax + boric acid 1:1) and long of treatment (1 hour pressure , 2 hours pressure and 3 hours pressure) with the number of replications is 5, and the control with the same number of replications. Concentration of fire retardant materials is 7% and the amount of pressure is 12 kg/cm2. Preservation process used is an empty cell method. Tests for resistance to degradation by fire refers to the standard procedure ASTM E 69-02 B, while for testing resistance to drywood termite refers to methods no choice feeding test. The observed parameters for analysis include: absorption, the actual retention, burn intensity, the maximum combustion temperature, glowing time, drywood termite mortality, weight reduction test sample, degree of wood damage and physical appearance after the test. In the endurance test of red meranti wood against degradation by fire, the three types of fire retardant is effective to enhance the resistance of the red meranti wood against degradation by fire. Zinc chloride and combination of borax + boric acid 1:1 has the same level of effectiveness and both better than sodium silicate. In testing of the red meranti wood against degradation by drywood termites, zinc chloride and combination of borax + boric acid 1:1 proved very effective to increasing the properties of red meranti wood against biological degradation by drywood termites, while the sodium silicate is less effective.

Kata Kunci : bahan penghambat api, seng klorida, natrium silikat, boraks, asam borat, rayap kayu kering, kayu meranti merah, metode sel kosong, fire retardant, zinc chloride, sodium silicate, borax, boric acid, drywood termites, red meranti wood, empty cell method


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.