Potensi antijamur minyak daun cengkeh dan minyak lengkuas dalam menghambat pertumbuhan jamur perusak salak pondoh (Salacca edulis) selama penyimpanan
NOVIANTI, Yoanita Astrid, Dr. Ir. Supriyadi, M.Sc
2009 | Tesis | S2 Ilmu dan Teknologi PanganPotensi antijamur minyak daun cengkeh dan minyak lengkuas terhadap jamur perusak salak pondoh diuji menggunakan media sintetis dan aplikasi langsung pada salak. Isolasi jamur perusak dilakukan dengan metode direct plating. Isolat dominan diinokulasikan ke dalam media PDA yang mengandung minyak dengan konsentrasi 500-2000 ppm dengan metode giant colony. Pertumbuhan jamur diamati tiap hari dengan mengukur diameter koloni serta mengamati pembentukan konidianya secara visual. Kemampuan kedua minyak dalam menghambat pertumbuhan jamur dinyatakan dengan nilai indeks antijamur, yaitu rasio ukuran diameter koloni jamur yang ditumbuhkan pada media uji dan media kontrol (0 ppm minyak). Untuk aplikasi, buah yang telah dicelup dalam minyak diinokulasi dengan jamur perusak, disimpan pada wadah dengan RH 90% dan diamati pertumbuhan jamurnya. Jamur perusak dominan pada salak pondoh berasal dari genera Fusarium mencapai 78% sampel yang diuji. Jamur yang paling resisten terhadap minyak daun cengkeh adalah Fusarium sp. isolat CII6 dengan indeks antijamur berturut-turut adalah 32,35; 41,67; 67,40; 86,76; dan 100 pada konsentrasi 500 ppm, 750 ppm, 1000 ppm, 1500 ppm dan 2000 ppm. Untuk minyak lengkuas, jamur yang paling resisten adalah Aspergillus sp. isolat CII4 dengan indeks antijamur berturut-turut adalah 13,03; 39,51; 44,17; 100; 100 pada konsentrasi 500 ppm, 750 ppm, 1000 ppm, 1500 ppm, 2000 ppm. Adapun jamur yang paling peka terhadap kedua minyak adalah isolat CII1 (tak teridentifikasi). Konsentrasi 500 ppm minyak menghasilkan indeks antijamur 23,18 untuk minyak daun cengkeh dan 100 untuk minyak lengkuas. Penggunaan minyak daun cengkeh sebesar 2000 ppm, mengakibatkan jamur tidak mampu tumbuh, sedangkan untuk minyak lengkuas cukup dengan konsentrasi 1500 ppm. Salak yang dicelup minyak lengkuas dan minyak daun cengkeh ditumbuhi jamur pada hari ke 6 dan hari ke 8, sedangkan salak yang tidak dicelup minyak ditumbuhi jamur pada hari ke 4.
The antifungal capacity of clove leaf- and galangal oil against salak Pondoh’s spoilage fungi were evaluated using synthetic media and direct application. The isolation of spoilage fungi was done by direct plating method. Dominant isolates were inoculated to PDA medium containing oils ranging from 500 to 2000 ppm using “giant colony†method. The growth of fungi was observed everyday by measuring the diameter of the colony and formation of conidia visually. The ability of both oil in preventing growth of fungi was determined as an antifungal index, which is ratio of the diameter colony grown on test media compared to one grown on control media. For applications, salak was soaked into oils for definite time followed by dipping in fungal spore suspension, and stored in the vessel with 90% humidity. The growth of spoilage fungi was observed visually. The result indicated that spoilage fungi consist of genera Fusarium, Aspergillus, Trichoderma, and Mucor, with the genera of Fusarium was the dominant, reaching 78% of the sample. The most resistant fungi against clove leaf oil is a Fusarium sp. isolate CII6 with antifungal index 32,35; 41,67; 67,40; 86,76; and 100 for the concentration of 500 ppm, 750 ppm, 1000 ppm, 1500 ppm, and 2000 ppm respectively. For galangal oil, the most resistant fungi is Aspergillus sp. isolate CII4 with antifungal index 13,03; 39,51; 44,17; 100; and 100 for the concentration of 500 ppm, 750 ppm, 1000 ppm, 1500 ppm, and 2000 ppm respectively. The most sensitive fungi to the both oil is unidentified isolat CII1. The minimum inhibitory concentration for clove leaf oil was 2000 ppm, while galangal oil was 1500 ppm. The aplication of galangal- and clove leaf-oil able to keep salak until 6 and 8 days respectively, while the Salak without dipping was spoilage on the day 4.
Kata Kunci : Fusarium,Indeks antijamur,Pertumbuhan jamur,Salak pondoh,Antifungal index, Clove leaf oil, Galangal oil, Salak Pondoh