Laporkan Masalah

Analisis pendapatan dan persepsi peternak plasma terhadap kontrak perjanjian pola kemitraan ayam pedaging di Propinsi Lampung

FITRIZA, Yulien Tika, Ir. F. Trisakti Haryadi, M.Si., Ph.D

2009 | Tesis | S2 Ilmu Peternakan

Kemitraan usaha ayam pedaging telah berkembang pesat di Indonesia, hal ini memberikan keuntungan yang cukup tinggi bagi peternak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pendapatan peternak plasma, menganalisis pengaruh karakteristik peternak plasma terhadap persepsi peternak tentang kontrak perjanjian serta menganalisis hubungan antara persepsi peternak plasma tentang kontrak perjanjian dengan pendapatan peternak plasma. Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah PT. Sinar Ternak Sejahtera (STS) sebagai inti dan peternak plasma ayam pedaging yang mengikuti pola kemitraan PT. STS berjumlah 34 responden. Pengumpulan data dilakukan pada bulan Juli sampai September 2008 melalui teknik wawancara langsung dengan berpedoman pada kuesioner yang telah diuji validitas maupun reliabilitasnya. Analisis data yang digunakan adalah analisis pendapatan, analisis regresi dan analisis korelasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa pendapatan plasma sebesar Rp. 1.590,54 per ekor/periode. Karakteristik umur peternak dan pengalaman beternak tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap persepsi peternak plasma tentang kontrak perjanjian pola kemitraan. Tingkat pendidikan dan jumlah ternak berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap persepsi peternak plasma tentang kontrak perjanjian pola kemitraan. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah bahwa pendapatan plasma sebesar Rp. 1.590,54 perekor/periode. Karakteristik tingkat pendidikan dan jumlah ternak yang positif meningkat artinya semakin tinggi tingkat pendidikan dan jumlah ternak maka semakin baik persepsi peternak plasma tentang kontrak perjanjian. Persepsi peternak terhadap kontrak perjanjian tidak berhubungan secara nyata dengan pendapatan peternak plasma

The partnership of broiler contract farming was widespread in Indonesia. This due to give relatively high in profit by farmers. The research was aim to analysis the income of plasma, to examine the effect of the plasma farmer’s characteristics on the farmer’s perception of the agreement of contract farming and to analysis the relationship between plasma farmer perception to the agreement contract and the income of plasma. PT. Sinar Ternak Sejahtera (STS) as the integrator was observed and farmers who participated in the partnership pattern of PT STS were identified as of 34 respondents. Data were collected from July to September 2008 by means with directly interview using questionnaires that had been tested for its validity and reliability. Income analysis, regression and correlation analysis were used in this research. Results showed that the plasma farmer’s income was Rp 1,590,54 per head/periode. The age of farmer and raising experience were not significantly influence (P>0.05) the perception of the agreement of contract farming. The education level and the number of broilers were significantly influence (P<0.05) on the plasma farmer’s perception to the partnership models of` the contract. It can be concluded that the plasma farmer’s income was Rp 1,590,54 per head/period. The education level and the number of broilers raised had effect by meant the higher of education level and total number broilers raised were increase the plasma farmer’s perception to the contract. The farmer’s perception of the contract had not significantly related with the income of the plasma.

Kata Kunci : Pendapatan,Persepsi,Kontrak perjanjian,plasma,Income, Perception, Contract farming, Plasma farmer)


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.