Analisis risiko produksi kedelai di Kabupaten Bantul
KARTIKA, Rulany Widya, Dr. Jangkung Handoyo Mulyo, M.Ec
2009 | Tesis | S2 Magister Manajemen AgribisnisPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi produksi kedelai, mengetahui besarnya kehilangan hasil produksi kedelai serangan hama kedelai, mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi intensitas serangan hama utama kedelai dan mengetahui pendapatan petani kedelai di Kabupaten Bantul Metode dasar yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif analitis, dimana data yang yang dikumpulkan berupa data primer yang diperoleh secara langsung dari wawancara dan kuesioner kepada reponden dan data sekunder yang berupa data pendukung. Penentuan daerah penelitian dilakukan secara sengaja (purposive). Metode analisis yang digunakan adalah analisis regresi linier berganda log-linier, analisis risiko dengan melihat koefisien variasi, dan analisis pendapatan usahatani dan rumah tangga tani. Dari hasil analisis deperoleh hasil yaitu Produksi kedelai di Kabupaten Bantul dipengaruhi oleh luas lahan, intensitas serangan hama dan usia kepala keluarga secara nyata. Setiap kenaikan intensitas serangan hama ulat daun sebanyak 1% akan menurunkan produksi kedelai 1,2598 kg dan kenaikan intensitas serangan hama lalat bibit akan menurunkan produksi 1,198 kg. Intensitas serangan hama dipengaruhi oleh frekuensi irigasi, penggunaan mulsa jerami, lokasi dan pola pergiliran tanaman. Hasil analisis risiko diketahui bahwa risiko produksi di Kecamatan Bantul lebih tinggi daripada di Kecamatan Srandakan, risiko produksi yang menggunakan benih berlabel lebih tinggi daripada benih berlabel, dan risiko produksi yang tidak menggunakan mulsa jerami lebih tinggi daripada yang menggunakan mulsa jerami Pendapatan usahatani kedelai di. Kecamatan bantul lebih besar daripada di Kecamatan Srandakan dan konstribusi pendapatan luar usahatani terhadap pendapatan rumah tangga tani lebih besar daripada pendapatan usahatani.
The objective of this research is to find out of factors which influences soybean production and pest intensity, lost assessment of soybean production because of pest, risk production, farm income and farm household income in Bantul Residence. The basic method used in this research is descriptive analysis. Primary data was derived from interview using questionnaire while secondary data as supporting data listed out from many sources. The sampling area are chosen purposively and the subject are selected by non probabilistic sampling. The subject consist of 60 farmers. Analysis method of this research are Cobb Douglas analysis, coefficient of variance to show the risk and farm household analysis. The result, then, shows that soybean production in Bantul Residence influences by wide of land, pest intensity, and age of family headman. Every pest intensity (leaf warm) increase 1%, the soybean production will be decrease 1,259 kg and every pest intensity (beans fly) increase 1%, the soybean production will be decrease 1,198 kg. Pest intensity influences by irrigation frequency, used of straws as land cover, location, and pattern of plant rotation. The result of risk analysis are the risk of soybean production in Bantul District is bigger than Srandakan District, the risk of soybean production which use label seeds is bigger than un label seeds and the risk of soybean production which not use straws as land cover is bigger than use straws as land cover. Income from soybean production in Bantul District is bigger than Srandakan District and non farm income contribution to farm household income is bigger than on farm income.
Kata Kunci : Produksi kedelai,Risiko produksi,Serangan ham utama kedelai,Pendapatan usahatani,Pendapatan rumah tangga tani,soybean production, risk production, soybean pest intensity, farm income, farm household income