Laporkan Masalah

Analisis hubungan tingkat pemahaman siswa sekolah dasar tentang keselamatan lalulintas jalan dengan metode pendidikan dan tingkat pendidikan

WIBOWO, Tri Adi Bagus, Prof. Dr. Ir. Siti Malkhamah, M.Sc

2009 | Tesis | S2 Magister Sistem dan Teknik Transportasi

Makin rawannya keselamatan di jalan raya yang ditunjukkan oleh angka kecelakaan lalulintas jalan raya yang terus bertambah dari segi kuantitas maupun tingkat fatalitasnya merupakan satu permasalahan yang dihadapi oleh seluruh dunia dan perlu mendapatkan perhatian serius. Di Indonesia, faktor penyebab kecelakaan yang tertinggi masih didominasi oleh faktor manusia. Salah satu wujud dari penanganan masalah ini adalah dengan memberikan pendidikan kepada masyarakat di bidang keselamatan lalulintas secara tepat dan berkelanjutan. Penelitian ini merupakan penelitian awal yang lebih menitik beratkan pada tingkat pemahaman tentang keselamatan lalulintas jalan pada anak-anak di tingkat sekolah dasar, karena mereka merupakan bagian dari kelompok yang rentan terhadap bahaya kecelakaan lalulintas jalan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana tingkat pemahaman siswa Sekolah Dasar terhadap pengetahuan keselamatan lalulintas ? Menganalisis apakah ada hubungan yang signifikan antara metode pendidikan yang dikembangkan di lingkungan sekolah dengan tingkat pemahaman siswa tentang keselamatan lalulintas jalan ? Menganalisis apakah ada hubungan yang signifikan antara tingkat pendidikan yang dikembangkan di lingkungan sekolah dengan tingkat pemahaman siswa tentang keselamatan lalulintas jalan ? Untuk mengetahui tingkat pemahaman siswa serta analisa hubungan antara metode pendidikan dan tingkat pendidikan dengan tingkat pemahaman siswa terutama pada anak-anak yang duduk di bangku sekolah dasar, dengan teknik pengambilan sampel metode Sampling Purposive dan instrumen penelitian kuesioner, maka ditentukan sebanyak 268 responden yang terdiri dari 181 siswa SD. Kanisius Kalasan Sleman dan 87 siswa SD. Negeri Adisucipto II Yogyakarta di Prpopinsi DI. Yogyakarta. Berdasarkan hasil analisis deskriptif dan inferensia, dapat disimpulkan bahwa materi pendidikan keselamatan lalulintas telah diberikan di bangku pendidikan sekolah dasar, meskipun belum masuk dalam kurikulum pendidikan, namun karena belum adanya materi atau kurikulum yang baku dan terperici menyebabkan tidak adanya keseragaman dalam hal metode pendidikannya. Rata-rata tingkat pemahaman siswa sekolah dasar tentang keselamatan lalulintas jalan pada SD. Kanisisus Kalasan Sleman relatif lebih tinggi dibandingkan SDN. Adisucipto II Yogyakarta, karena metode pendidikannya lebih variatif. Tingkat pemahaman siswa sekolah dasar juga menunjukkan semakin meningkat seiring dengan semakin tingginya tingkat pendidikan. Dari hasil uji asosiatif (korelasi) menunjukkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara metode pendidikan dengan tingkat pemahaman siswa SD tentang keselamatan lalulintas jalan pada koefisien korelasi Kendalls tau-b sebesar 0,203 dan Spearmans’s rho sebesar 0,229. Hasil uji hubungan antara tingkat pendidikan dengan tingkat pemahaman siswa SD tentang keselamatan lalulintas jalan juga menunjukkan adanya hubungan yang signifikan dengan koefisien korelasi Kendalls tau-b sebesar 0,157 dan Spearmans’s rho sebesar 0,186. Hasil uji komparatif Mann-Whitney dengan tingkat kepercayaan 95% (tingkat signifikansi α = 5%) menyatakan bahwa data rata-rata tingkat pemahaman siswa tentang keselamatan lalulintas pada SD Kanisus Kalasan Sleman secara umum memiliki perbedaan yang signifikan dengan data nilai atau tingkat rata-rata pemahaman pada SDN. Adisucipto II Yogyakarta, dalam hal ini dapat diartikan pula bahwa dengan metode pendidikan yang berbeda, akan menghasilkan tingkat pemahaman tentang keselamatan lalulintas yang berbeda pula. Hasil uji komparatif Kruskall Wallis dengan tingkat kepercayaan 95% (tingkat signifikansi α = 5%) menyatakan bahwa data nilai atau rata-rata tingkat pemahaman siswa tentang keselamatan lalulintas jalan pada masing-masing tingkat pendidikan (siswa kelas 4, 5 dan 6) memiliki secara umum memiliki perbedaan yang signifikan, dalam hal ini dapat diartikan pula bahwa siswa sekolah dasar dengan tingkat pendidikan yang berbeda, akan memiliki tingkat pemahaman tentang keselamatan lalulintas yang berbeda pula.

The increase of traffic conflict cases nowadays has become one of current problem which have to think more seriously. In Indonesia, most cases of these traffic conflict problems caused by human errors. One of the solution to overcome these problems is to increase the community self awareness about road traffic safety by giving long term proper and right information about road road traffic safety. This research concern in preliminary study to know the elementary student road traffic safety understanding rate. The choose of elementary student to be this research subject is because the most potential victim of traffic conflict cases are in that age. These research objectives are to know the road traffic safety understanding rate of elementary student, to analyze whether there’s significant correlation between education method taught in school and student road traffic safety understanding rate, and to analyze whether there’s significant correlation between student education level and student road traffic safety understanding rate. This research used Purposed Sampling Method to get sample for the research study, and used questionnaires as tools to get the primary data and respondent previews. The 268 respondents for this research are 181 students from Kanisius Kalasan Sleman Elementary School and 87 students from Adisucipto II Yogyakarta Public Elementary School located in DI Yogyakarta Province. Based on descriptive and inferential study analysis, the road traffic safety subject for elementary student has been taught in school, although it was not include in the elementary study curriculum. The average rate of road traffic safety understanding for Kanisius Kalasan Sleman Elementary Students is higher than Adisucipto II Yogyakarta Public Elementary Student. This study probably because of road traffic safety study was not include in elementary study curriculum so that there are no standard in education method for elementary student. The understanding rates for elementary student are getting higher as the student class getting higher. Correlation study overview shows that there’s significant correlation between education method taught in school and elementary student road traffic safety understanding rate. For this study, the Kendalls tau-b Correlation scored 0.203 and the Spearman’s rho Correlation scored 0.229. The correlation study overview between the student’s education level and the student traffic understanding rate shows that there’s significant correlation with Kendalls tau-b Correlation scored 0.157 and Spearman’s rho Correlation scored 0.186. The Mann-Whitney Correlation with the degree of Confidence 95% (significant level = 5%), shows that Kanisius Kalasan Sleman Elementary Student traffic average understanding rate and Adisucipto II Yogyakarta Public Elementary School traffic average understanding rate are different significantly. It implies that with different education method caused different road traffic safety understanding rate also. Krusskall Wallis Comparative study, with degree of Confidence 95% (significant level 5%), shows that student’s road traffic safety understanding rate in each education grade (4th, 5th, and 6th Grades), are significantly different. It implies that there’re different safety understanding rate for each education level.

Kata Kunci : Tingkat pemahaman,Siswa sekolah dasar,Keselamatan lalulintas,Pendidikan, level of understanding, elementary students, road traffic safety, education


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.