Rekayasa pemanfaatan abu terbang sebagai bahan baku pembuatan batako :: Studi kasus pembangkit listrik tenaga uap Kupang Provinsi Nusa Tenggara Timur
DAHOKLORY, Johny D, Prof. Ir. Sukandarrumidi, M.Sc., Ph.D
2009 | Tesis | S2 Magister Geologi PertambanganTesis dengan judul â€Rekayasa Pemanfaatan Abu Terbang Sebagai Bahan Baku Pembuatan Batako (Studi Kasus Pembangkit Listrik Tenaga Uap Kupang Propinsi Nusa Tenggara Timur) ini merupakan hasil penelitian laboratorium yang dilakukan untuk mencoba memanfaatkan potensi sumber daya alam lokal (batugamping dan pasir) yang ada sebagai suatu komoditi yang mempunyai nilai tambah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus untuk mengurangi kemungkinan terjadinya gangguan terhadap kualitas lingkungan yang diakibatkan oleh PLTU batubara Kupang (PLTU NTT-1) dengan memanfaatkan sebanyak mungkin limbah abu terbang yang ditimbulkan oleh PLTU tersebut. Penelitian ini dilakukan dengan memanfaatkan bahan baku batugamping dan pasir yang diambil dari Kabupaten Kupang dan karena PLTU NTT-1 di Kupang belum beroperasi maka dengan pola analogi terbang batubara diambil dari PLTU Suralaya, Propinsi Banten. Penelitian laboratorium yang dilakukan terhadap beton berdimensi 5 cm x 5 cm x 5 cm yang dibuat dengan variasi komposisi campuran antara kapur hidraulik, pasir dan abu terbang sebagai bahan penyusun berturut-turut adalah 1 : 1 : 1; 1 : 1 : 2; 1 : 1 : 3. Parameter yang diteliti meliputi karakteristik bahan penyusun batako, yaitu pengujian gradasi pasir, berat jenis pasir, kandungan lumpur pasir dan pengujian berat jenis, kuat tekan dan nilai serapan air batako yang dihasilkan. Pengujian benda uji dilakukan sebanyak tiga kali, yaitu pada umur 21 hari, 28 hari, dan 35 hari. Hasil penelitian karakteristik bahan susun batako menunjukkan bahwa gradasi pasir Takari yang dipakai termasuk pasir agak kasar dengan berat jenis rata – rata sebesar 2,67 gram/cm3, kandungan lumpur rata – rata 2,12%. Hasil pengujian mortar penyusun batako menunjukkan kuat tekan optimum pada variasi komposisi 1 : 1 : 3 yakni sebesar 1,95 MPa atau sekitar 20 kg/cm2 pada umur pengujian 35 hari dengan daya serap air sebesar 22,81%. Nilai daya serapan air menunjukkan bahwa semakin banyak kandungan abu terbang maka daya serapan air akan semakin menurun.
The thesis entitled â€The Engineering of the Fly Ash Utilization as a Basic Material For Conrete Brick (The Case of Steam Electric Power Plant of Kupang Regency, East Nusa Tenggara) is result of the laboratory experiment by using local natural resources like limestone and sand as a valueable commodity can may increase people prosperity and to attempt using the fly ash from Kupang steam electric power plant as many as possible and decrease of environment quality descent possibility. The research used limestone and sand from Kupang Regency and fly as from Suralaya Steam Electric Power Plant because the Kupang Steam Electric Power Plant has not operated yet. Experiment laboratory of concrete bricks with the cube shaped on 5 cm x 5 cm x 5 cm were produced with the composition variation of mixture (hydraulic lime : sand : fly ash) 1 : 1 : 1 ; 1 : 1 : 2; 1 : 1 : 3. The parameter which is researched include the characteristic of the material which compose the concrete brick i.e : sand gradation, sand density, clay content and testing for the compressive strength and water absorbstion of testing object. The testing made for triple, i.e : on 21 days, 28 days and 35 days. The result of laboratory analyzis for material characteristic which was compose the concrete brick indicatd that Kupang sand together with rather coarse sand with 2,67 kg/m3 for it average density and it was had 2,12% for mud content. The result of laboratory test indicate that the mortar which is produced from hydraulic lime : sand : fly ash with composition of mixture 1 : 1 : 3 had the compressive strength was 1,95 MPa or 20 kg/cm2 with water absorbtion 22,81% on 35 day testing. The water absorption indicated the more fly ash content, the water absorption decreased.
Kata Kunci : Abu terbang,Fly ash,Batu gamping,Batako,Fly ash, limestone, concrete brick