Norma larangan perekrutan anak-anak sebagai tentara di bawah hukum internasional :: Studi kasus pengadilan khusus Sierra Leone
HAIRI, Prianter Jaya, Dr. Edward Omar Sharif Hiariej, S.H., M.Hum
2009 | Tesis | S2 Magister Ilmu HukumTujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaturan norma larangan penggunaan dan perekrutan anak-anak sebagai tentara di bawah hukum internasional dan untuk mengetahui mekanisme penyelesaian hukum pelanggar norma larangan perekrutan anak-anak sebagai tentara di Special Court for Sierra Leone. Selain itu juga untuk mengetahui relevansi norma larangan perekrutan tentara anak dengan perlindungan Hak Asasi Anak di Indonesia. Jenis penelitian dalam tesis ini merupakan penelitian penerapan hukum (law application). Penelitian lebih tertuju pada penelitian kepustakaan, yang berarti lebih banyak melakukan pengkajian data sekunder yang diperoleh dari penelitian. Data yang dicari antara lain yaitu aturan hukum dalam instrumen internasional dan nasional serta keputusan-keputusan hukum pengadilan, keduanya khusus yang berkaitan dengan pelanggaran norma larangan perekrutan anak sebagai tentara. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, peneliti menyimpulkan bahwa perekrutan anak-anak berumur di bawah 15 tahun dilarang oleh berbagai instrumen hukum internasional, diantaranya instrumen hukum humaniter internasional, instrumen hukum hak asasi manusia, serta Statuta Roma. Hakim Pengadilan Khusus Sierra Leone bahkan memutuskan, bahwasanya norma tersebut telah mendapat status hukum kebiasaan internasional sebelum 30 November 1996. Norma ini meminta pertanggung jawaban pidana secara individu, dan para terdakwa perekrut tentara anak dalam perang sipil Sierra Leone tidak dapat menggunakan asas legalitas untuk melawan yurisdiksi Pengadilan Khusus Sierra Leone. Pelaku pelanggaran terhadap norma larangan perekrutan tentara anak tidak dapat diadili di Pengadilan HAM Indonesia, sebab Pengadilan HAM Indonesia hanya memiliki yurisdiksi atas kejahatan genosida dan kejahatan terhadap kemanusiaan, sedangkan norma larangan perekrutan anak-anak berumur di bawah 15 sebagai tentara merupakan salah satu kejahatan perang menurut Statuta Roma.
The purpose of this research is to find out how international law regulate the prohibition norm on the child recruitment as soldiers, and how’s the legal solving mechanism for the violator of the norm in Special Court for Sierra Leone. In addition, to find out the relevance of the norm with Child Rights Protection in Indonesia. This is a law application research. This research is more focused on library research, which means more deeply analyze secondary data collected. The data which being search inter-alia: provision within international and national instrument, along with court decisions, both in particular with reference to violation of prohibition norm on the child recruitment as soldiers. Based on the result of the research which had been done, researcher concluding that the recruitment of children under the age of fifteen years prohibited by various instrument of international law, namely international humanitarian law instrument, human rights law instrument, as well as Rome Statute. Judge of the Special Court for Sierra Leone even verdicted that the norm has acquired the status of customary international law prior to 30 November 1996. This norm entailed individual criminal responsibility, and the accused of child soldier recruiters in civil war of Sierra Leone cannot applying the principle of legality to challenge the Special Court jurisdiction. The violator of the norm could not be on trial in Human Rights Court of Indonesia, because Human Rights Court of Indonesia only has jurisdiction on genocide and crimes against humanity, whereas the prohibition norm on the child recruitment constitute one of the war crimes according to Rome Statute.
Kata Kunci : Tentara anak,Pengadilan khusus Sierra Leone,Hukum pidana internasional, Child soldiers, Special Court for Sierra Leone, International Criminal Law.