Pemberdayaan kelompok informasi masyarakat :: Studi kasus Kecamatan Turi dan Kecamatan Gamping Kabupaten Sleman
MARYATUN, Prof. Dr. Achmad Djunaedi, MUP
2009 | Tesis | S2 Manajemen Informasi dan PerpustakaanPenelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan proses dan pelaksanaan program pemberdayaan yang telah dilakukan KIM terhadap peningkatan akses informasi untuk menambah kesejahteraan masyarakat, mengidentifikasi program yang paling berpengaruh serta kendala yang dihadapi dalam pelaksanaan program. Sampel purposif penelitian adalah KIM yang ada di Kabupaten Sleman yaitu, kasus KIM di Kecamatan Turi yang mewakili KIM telah maju dan KIM di Kecamatan Gamping yang mewakili kasus KIM belum maju. Pemberdayaan yang dilakukan KIM dimaksudkan agar bagaimana pemberdayaan terjadi melalui proses peningkatan kesadaran akan pentingnya informasi, peningkatan akses informasi dan pendayagunaan informasi tersebut melalui kelompok. Dari analisis data proses pemberdayaan masyarakat dilakukan melalui tahap (1) penyadaran; (2) pengkapasitasan; (3) pemberian daya; (4) melakukan rencana aksi dan implementasi; (5) evaluasi. Sedangkan program pemberdayaan yang telah dilakukan KIM mencakup 1) Peningkatan media akses informasi, 2) Sosialisasi, 3) Keikutsertaan dalam kegiatan pemerintahan, 4) Membuka jaringan ke instansi/dinas/lembaga terkait, 5) Mengadakan pelatihan, 6) Mengikuti pameran, 7) Memperoleh Penguatan modal, 8) Melakukan pendampingan, 9) Mengikuti studi banding, 10) Melakukan audiensi dengan Komisi DPRD, dan, 11) Liputan media. Kegiatan tersebut ternyata mampu memberikan kesadaran masyarakat bahwa informasi dapat bermanfaat untuk mengurangi ketidakpastian dan dapat segera mengambil keputusan yang terbaik untuk mengatasi persoalan. Masyarakat lebih kreatif dalam menjalankan kegiatan usaha yang ditekuni sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan. Program yang paling berpengaruh dalam upaya pemberdayaan adalah kegiatan pameran. Peserta pameran dengan mudah memperoleh informasi tentang permintaan produk, peluang pasar, dan dapat mengetahui tanggapan langsung dari para pengunjung tentang produk yang dihasilkan. Setelah mengikuti pameran, permintaan produk meningkat dan memperoleh tawaran kerjasama untuk meningkatkan usahanya. KIM yang sudah maju memiliki kemudahan akses informasi dari berbagai sumber, mampu mengakses informasi, mendiskusikan, dan mengimplementasikan dalam berbagai kegiatan usaha sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat, telah memiliki jaringan kerjasama dengan institusi terkait, mempunyai kegiatan usaha yang lebih luas, mempunyai program pemberdayaan yang lebih banyak, dan mampu mengatasi permasalahan secara mandiri.
This study aims to describe the process and implementation of empowerment program that have been done by KIM to increase information access to improve the community welfare, identify the most influential program and obstacles faced in this implementation. The objects of this study are Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) in Sleman; one case in Turi which represents the developed KIM, and the other case in Gamping which represents the developing KIM. The purpose of the empowerment of KIM is how the empowerment runs well through the development process to improve the importance of information awareness, increase information access and information empowerment through the group. From the data analysis, the community empowerment process is done through several stages (1) awareness (2) capacity (3) support (4) performing the action and implementation; (5) evaluation. Meanwhile, the programs done by KIM cover 1) increasing information access media, 2) socialization, 3) participation in government activities, 4) Opening the network to the institutions / agencies / allied organisations 5) trainings, 6) participating in exhibition, 7) gaining the capital 8) Conducting assistance, 9) Following the comparative study, 10) Conducting formal meeting with the legislative commission, and, 11) media report. Those activities, indeed, can give awareness to the community that information can be useful to reduce uncertainty and can be used to make the best decision immediately. The community becomes more creative in running their business activities that can be able to increase their welfare. The most influential program in this development effort is the exhibition. Exhibitors can easily obtain information about product demand, market opportunity, and can respond directly from the visitors about their products. After the exhibition, their product demands an increase and the community obtains several offers to cooperate to improve their business efforts. The developed KIM has an easy access to information from various sources, has a capability to access information, discuss, and implements in a variety of business activities so that it can improve the community welfare, has cooperation network with related institutions, has a wider business activities, has more implementation programs, and has an ability to solve their own problems.
Kata Kunci : Pemberdayaan masyarakat,Kelompok informasi masyarakat (KIM),Akses informasi,Kesejahteraan masyarakat,Community empowerment,Kelompok Informasi Masyarakat (KIM),information access,community welfare