Laporkan Masalah

Perjanjian kredit dengan jaminan fidusia pada Koperasi USP Swamitra Bandar Buat Padang

RATNAWATI, Ninik Darmini, S.H., M.Hum

2009 | Tesis | S2 Magister Kenotariatan

Penelitian ini merupakan penelitian yuridis empiris yang menitikberatkan pada penelitian lapangan untuk mendapatkan data primer yang dilengkapi data sekunder yang diperoleh melalui penelitian kepustakaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesesuaian antara pembebanan jaminan fidusia pada perjanjian kredit Koperasi USP Swamitra Bandar Buat Padang dengan aturan yang berlaku, kekuatan hukum perjanjian kredit dengan menggunakan akta fidusia yang tidak di daftarkan, serta penyelesaian sengketa apabila debitur melakukan wanprestasi. Penelitian dilakukan dengan cara penelitian kepustakaan dan penelitian lapangan. Penelitian kepustakaan dilakukan dengan mempelajari bahan hukum primer dan bahan hukum sekunder. Penelitian lapangan dilakukan dengan wawancara kepada Manajer Operasional Koperasi USP Swamitra Bandar Buat Padang dan Notaris Satria Darma, SH,.M.Kn selaku rekanan koperasi tersebut. Hasil Penelitian adalah: 1. Pembebanan jaminan fidusia pada perjanjian kredit di Koperasi USP Swamitra Bandar Buat Padang yang telah dibuat selama ini belum pernah dilakukan pendaftarannya ke Kantor Pendaftaran Fidusia Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia Padang, sehingga tidak mempunyai kekuatan titel eksekutorial. 2. Perjanjian kredit Koperasi USP Swamitra Bandar Buat Padang merupakan perjanjian yang sah dan mengikat para pihak meskipun dengan menggunakan akta fidusia yang tidak didaftarkan pada kantor berwenang. Perjanjian kredit dibuat antara kreditor dan debitor telah sesuai dengan syarat sahnya perjanjian berdasarkan Pasal 1320 KUHPerd tentang kesepakatan, kecakapan dan kewenang, hal tertentu serta sebab yang halal. 3. Penyelesaian sengketa debitor yang melakukan wanprestasi sedangkan akta fidusianya tidak didaftarkan pada Koperasi USP Swamitra Bandar Buat Padang selama ini tidak pernah sampai ke pengadilan dan lebih mengutamakan penyelesaian secara musyawarah antara kreditor dengan debitor tanpa melibatkan pihak lain. Penyelesaian melalui musyawarah ini dapat ditempuh dengan cara. rescheduling ( penjadwalan kembali ) dengan memperpanjang jangka waktu kredit, penurunan suku bunga agar meringankan beban debitor, pembebasan bunga tetapi wajib bagi debitor membayar pokok pinjaman

This research is juridical-empirical research emphasizing on field research to obtain primary data completed with secondary data obtained through library research. The research aims at identifying the conformity between the imposition of fiduciary guarantee on credit agreement of USP Cooperative “Swamitra Bandar Buat Padang” and the effective regulation, legal standing of credit agreement using unregistered deed of fiduciary, and dispute settlement if the debtor is in default. The research employs library research and field research. Library research is performed by studying primary law material and secondary law material. Field research is carried out by in interviewing Operational Manager of USP Cooperative “Swamitra Bandar Buat Padang” and Public Notary Satria Darma,SH., M.KN as the cooperative’s partner. The research results are as follows: 1. The imposition of fiduciary guarantee on credit agreements in USP Cooperative “Swamitra Bandar Buat Padang” that have been made until present time have not been registered to Fiduciary Registration Office of Department of Law and Human Rights of Padang resulting in the lack of executorial title. 2. Credit agreement of USP Cooperative “Swamitra Bandar Buat Padang” is a legal agreement binding parties although it uses unregistered deed of fiduciary to the related office. The credit agreement made by creditor and debtor is in accordance with the legal requirement of agreement based on Article 1320 of Civil Code regarding agreement, competence, authority of particular things and permissible legal purpose. 3. The dispute settlements of debtor in default whose deed of fiduciary is not registered to USP Cooperative “Swamitra Bandar Buat Padang” until present time have never come to trial, preferring instead to give priority over negotiation between creditor and debtor without involving other parties. The settlement through negotiation can take the form of rescheduling by extending credit terms, reduction of interest rate to alleviate debtor’s burden, and interest exemption but it is compulsory for the debtor to pay the loan principal.

Kata Kunci : Perjanjian kredit,Jaminan fidusia,Koperasi Swamitra, Credit Agreement, Fiduciary Guarantee, Cooperative “Swamitra”


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.