Laporkan Masalah

Wewenang dan tanggungjawab notaris penerima protokol akta notaris di Kota Makassar

WALINONO, Prof. Dr. Abdul Ghofur Anshori, S.H., M.H

2009 | Tesis | S2 Magister Kenotariatan

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menjelaskan atau mengetahui pelaksanaan wewenang dan tanggung jawab Notaris penerima protokol akta Notaris dan implikasi hukumnya dan untuk menjelaskan atau mengetahui bentukbentuk penyalahgunaan wewenang dan tanggung jawab Notaris penerima protokol akta Notaris. Penelitian ini bersifat yuridis normatif, yaitu penelitian hukum yang diawali dengan penelitian pustaka dan kemudian dilanjutkan dengan penelitian lapangan.atau penelitian yuridis emperis. Adapun pengambilan sampel dilakukan dengan cara penarikan sampel bertujuan (purposive sampling). Cara pengumpulan data dilakukan dengan studi dokumen dan juga teknik wawancara yaitu dengan cara melakukan wawancara terhadap 5 (lima) pejabat Notaris penerima protokol akta Notaris, 2 (dua) orang Majelis Pegawas Daerah (MPD), 1 (satu) orang responden dari Panitera/Sekretaris Pengadilan Negeri Makassar serta 2 (orang) responden dari masyarakat/klien Notaris. Data yang diperoleh baik data primer maupun data sekunder akan diolah secara kualitatif kemudian disajikan secara deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian maka dapat dikemukkan bahwa (1) Pelaksanaan wewenang dan tanggung jawab Notaris penerima protokol akta Notaris dan implikasi hukumnya belum optimal karena Notaris penerima protokol hanya berwenang membuat salinan kedua (copy collectione) berdasarkan minuta akta yang diterimanya dan sebaliknya jika minuta akta tidak ada maka Notaris tidak dapat membuat salinan kedua (copy collectione) sedangkan tanggung jawabnya hanya menjaga dan memelihara minuta akta. (2) Bentuk-bentuk penyalahgunaaan wewenang dan tanggung jawab Notaris penerima protokol akta Notaris masih terjadi ialah merubah isi dari minuta akta, memperlihatkan isi minuta yang tidak berhak dan mengelurakan salinan kedua diberikan yang tidak berhak menerimanya.

The purposed of this research is to explain or to known authority and liability of notary recipient of protocol notaries certificated and law implication and to explain or to known law forms and illegal authority and liability of notary recipient of protocol notaries certificated This research is juridical-normative, legal research, namely that begins with the research literature and then proceed with the research field or juridicalempirical study. The sampling is done with the aim sampling (sampling purposively). How data collection is done with the study document and interview technique that is also a way to do an interview on five (5) notary official recipient of teaching license notary protocol, two (2) the Regional Assembly Pegawas (MPD), 1 (one) of persons of the court clerk /secretary Makassar District Court, and 2 (people) of respondents from public /government clients. Data obtained both primary data and secondary data will be processed and then presented a qualitative descriptive. Based on the research result so it can explain that (1) authority and liability of notary recipient of protocol notaries certificated and its implication of law not enough optimal because that notary only have authority in make secondary copy according to minuta that they received and vice versa if there is no minuta so notary can not make the second copy and the liability just keep and save minuta of certificate. (2) forms of illegal authority and liability is still happen that is the illegal authority and liability which is change the point of minuta of certificated, showing minuta to the unsuitable person and making out the second copy of minuta certificate to unsuitable person

Kata Kunci : Wewenang,Tanggung jawab,Notaris, Authority, Responsibility, Notary


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.