Laporkan Masalah

Pelaksanaan hibah kepada anak angkat dalam akta hibah ditinjau dari hukum kewarisan Islam di Indonesia

WAHYUNI, Immawati, Destri Budi Nugraheni, S.H., M.Si

2009 | Tesis | S2 Magister Kenotariatan

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kedudukan akta hibah kepada anak angkat ditinjau dari hukum kewarisan Islam dan pelaksanaan akta hibah kepada anak angkat dalam akta hibah ditinjau dari Hukum Kewarisan Islam. Penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum empiris (socio-legal research. Penelitian ini merupakan kegiatan pencarian data primer dan data sekunder yang memakai bahan hukum primer, bahan hukum sekunder dan bahan hukum tersier. Penelitian ini disajikan dalam sebuah laporan yang bersifat deskripitif analitis, karena dari hasil penelitian ini diharapkan dapat menggambarkan secara menyeluruh dan sistematis mengenai pelaksanaan hibah kepada anak angkat dalam akta hibah ditinjau dari hukum kewarisan Islam di Indonesia. Data yang diperoleh akan dianalisis secara kualitatif untuk kemudian dideskripsikan. Penelitian ini dilakukan dengan penelitian kepustakaan dan penelitian lapangan. Adapun yang menjadi lokasi penelitian adalah kantor Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) dan Pengadilan Agama yang ada di kota Padang. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan, bahwa hibah kepada anak angkat merupakan salah satu cara yang dilakukan orang tua angkat untuk dapat menjamin kehidupan anak angkat dimasa yang akan datang apabila kelak ia meninggal dunia. Agar lebih memberikan kepastian hukum, pemberian hibah ini dapat dilakukan dihadapan Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) sesuai dengan hukum kewarisan yang dianut yaitu hukum kewarisan Islam. Oleh karena itu, akta hibah yang dibuat oleh Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) haruslah benar-benar memenuhi seluruh syarat formil dan syarat materil sebuah akta otentik. Tidak dipenuhinya syarat-syarat tersebut akan dapat merugikan anak angkat dikemudian hari, karena akta tersebut dapat dibatalkan melalui Putusan Pengadilan Agama yang berwenang apabila isinya tidak sesuai dengan hukum kewarisan Islam.

This research aims at finding out the status of the deed of donation to adopted child perceived from the Islamic inheritance law and proceeding of the donation to adopted child in the deed of donation. The research is a socio-legal research covering the data collection of primary and secondary data using primary law material, secondary law material and tertiary law material. It is presented in the form of a descriptive-analytical report in which the research results are expected to be able to describe entirely and systematically about the status of the deed of donation to adopted child perceived from the Islamic inheritance law in Indonesia. The collected data were analyzed qualitatively and then presented descriptively. It was carried out through literature research and field research taking place in the office of Land Deed Making Official (PPAT) and Islamic Law Court in Padang City. It can be concluded from the research result that donation to the adopted child is one of the methods done by the adopted parents to guarantee the life of adopted child in the future if the parents have passed away. In order to give more legal certainty, donation can be made before PPAT in accordance with the enforced law, i.e. Islamic inheritance law. Therefore, the deed of donation made by PPAT should perfectly meet the formal requirement and material requirement of an authentic data. Lack of those requirements will impair the adopted child in the future because the deed can be revoked by the verdict of the authoritative Islamic Law Court if the content is not in line with Islamic inheritance law.

Kata Kunci : Hibah,Anak angkat,Akta hibah, donation, adopted child, deed of donation


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.